Penampakan Ular Bermata Tiga Ditemukan di Australia

0
155
views

befren.com – Banyak reptil seperti kadal monitor, beberapa iguana dantuatara reptil dari Selandia Baru memiliki sesuatu yang disebut mata pineal, sejenis reseptor yang terletak di bagian atas kepala.

Namun ini berbeda dari mata normal, karena ditutupi oleh sisik tebal dan tidak dapat “melihat” seperti kedua mata lainnya. Sebaliknya, mata ketiga itu bersifat fotoreseptif, atau sensitif terhadap cahaya.

Mata ketiga yang ditemukan pada ular yang ditemukan di dekat kota Humpty Doo tampaknya cenderung semacam sebuah cacat sejak lahir.

Keterangan yang menyertai unggahan foto ular bermata tiga tersebut menyebutkan, polisi hutan di Darwin awalnya mengira reptil itu memiliki dua tengkorak yang saling menyatu – tapi ternyata tidak demikian adanya.

Dinas Taman dan Margasatwa Wilayah Utara membagikan foto ular piton bayi -dijuluki Monty Python– yang memiliki mata ketiga di atas kepalanya, di Facebook, dalam sebuah unggahan yang dibagikan lebih dari 9.000 kali.

Polisi hutan mengetahui bahwa makhluk itu ada di Jalan Tol Arnhem, dekat Humpty Doo, tepat di luar Darwin, di utara negara itu.

Sayangnya ular itu meninggal beberapa minggu setelah ditemukan.

Unggahan itu menulis: “Ular itu aneh ketika x-ray mengungkapkan itu bukan dua kepala terpisah yang berada bersama, melainkan tampaknya satu tengkorak dengan rongga mata tambahan dengan tiga mata yang berfungsi.”

“Secara umum disepakati bahwa mata kemungkinan besar berkembang sangat awal selama tahap perkembangan embrionik. Sangat tidak mungkin bahwa ini berasal dari faktor lingkungan dan hampir pasti merupakan kejadian alami karena reptil cacat relatif umum terjadi,” tulis unggahan itu di Facebook.

Para pejabat mengatakan  bahwa reptil 15 inci itu kesulitan makan karena kelainan bentuknya.

Pakar ular Profesor Bryan Fry, dari Universitas Queensland, mengatakan mutasi itu adalah bagian dari evolusi.

Dia mengatakan: “Setiap bayi memiliki mutasi atau semacamnya -bayi ular ini sangat kotor dan cacat,” kata Prof Fry, dari University of Queensland.

“Saya belum pernah melihat ular bermata tiga sebelumnya, tapi kami memiliki ular kobra berkepala dua di lab kami -itu hanya jenis mutasi yang berbeda seperti yang kita lihat dengan si kembar siam.”

Dia beranggapan  mata ketiga ular itu mungkin adalah “kembaran terakhir yang diserap.”

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here