Manusia Tertua Dunia Meninggal di Usia 123 Tahun, Ternyata Punya Resep Rahasia

0
123
views
Appaz Iliev

befren.com – Ini adalah sebuah hadiah yang diberikan Tuhan kepada seorang pria yang diklaim sebagai manusia tertua di dunia baru saja meninggal dunia ketika dia berumur 123 tahun.

Yah! Appaz Iliev, ayah delapan anak, telah bekerja sejak ia berusia tujuh tahun, ketika ia dikirim ke bukit sendirian.

Ia bertempur untuk Tentara Merah dalam Perang Saudara Rusia 1917-22, katanya.

Namun pada usia 45 ia dianggap terlalu tua untuk bertarung dalam Perang Dunia Kedua dan sebagai gantinya menjadi pengemudi traktor.

Semua kehidupan di dunia sudah ada yang mengatur yakni Tuhan semesta alam, lantas apakah kita hanya pasrah dengan kehidupan kita? Menginginkan kehidupan panjang di dunia tidaklah salah, asalkan dapat berguna bagi kita sendiri dan orang lain.

Ia memiliki resep bagi Anda yang ingin meniru umur panjangnya.

Semuanya tergantung pada hidup yang bersih, tidur selama 11 jam sehari. Jadi, jika Anda memiliki pekerjaan atau anak-anak kecil, Anda mungkin kesulitan mendapatkan jam tidur, setidaknya untuk saat ini.

Appaz juga dideportasi oleh Stalin pada tahun 1944, bersama dengan orang-orang etnis Ingush lainnya ke Kazakstan di mana ia hidup dalam kemiskinan yang parah di pengasingan.

Jika usianya benar -dan catatan kelahirannya terbukti asli- ia akan lebih tua dari pada pria berumur panjang yang terverifikasi secara resmi, yakni Jiroemon Kimura dari Jepang yang meninggal pada 116 tahun 54 hari.

Dia menghindari televisi dan tidak pernah merokok atau minum alkohol, dan menjauhkan diri dari dokter dan minum obat sebanyak mungkin, walaupun pada usia 121 dia menjalani operasi mata karena katarak.

Dia makan hanya sayuran segar dari kebunnya sendiri, dan daging lokal di desa terpencilnya Guli di Pegunungan Kaukasus Rusia.

Dia minum susu susu dan mata air segar.

Pemimpin Republik Ingushetia, Yunus-Bek Evkurov, mengunggah: “Appaz hidup melalui zaman dan generasi, membesarkan delapan anak. Dia memiliki 35 cucu, 34 cicit dan beberapa canggah.”

“Dia tetap menjadi pria tua yang baik dan penuh kasih yang mencintai kehidupan ini,” tulisnya.

Sebelum meninggal, ia dikatakan telah menasihati keluarga besarnya: “Hargai apa yang Anda miliki dan bagikan dengan orang lain.”

Jadi selama kita hidup di dunia lakukanlah hal yang baik bagi orang lain, jangan pernah mempunyai tindakan yang dapat merugikan diri kita sendiri dan orang lain.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here