Bagaimana Menurut Kalian Jika Dokter Bedah Seperti ini?

0
680
views

befren.com – Foto seorang ahli bedah China yang tertidur di ruang operasi sambil menempelkan kembali lengan seorang pasien menjadi viral di media sosial negara itu, baru-baru ini.

Dalam foto itu, ahli bedah ortopedi Luo Shanpeng, yang bekerja di Rumah Sakit Rakyat No. 6 di Guiyang, Provinsi Guizhou, Cina tenggara, terlihat berjongkok di dekat meja operasi, mengangkat lengan kanan seorang pasien yang dioperasi dengan tangan kirinya.

Matanya terlihat terpejam dan dia tampak sedang tidur.

Seorang perawat yang bekerja dengan Luo dalam operasi itu adalah orang yang mengambil foto tersebut.

“Melihat ini membuat hatiku terharu,” kata perawat.

Setelah foto itu diunggah di WeChat, sebuah platform media sosial China, foto itu langsung menjadi viral.

Luo dipuji sebagai pahlawan oleh orang-orang yang melihat foto itu karena itu menunjukkan dedikasinya untuk memprioritaskan kehidupan pasiennya daripada kebutuhannya untuk beristirahat.

Luo telah melakukan lima operasi pada  tanggal 3 Januari -sehari sebelum foto diambil- dan siap bekerja ketika seorang pasien kritis dilarikan ke rumah sakit dan dia diminta untuk menanganinya.

Pasien itu adalah seorang pekerja migran, yang lengan kanannya rusak parah setelah terjebak dalam blender. Lengan itu hampir putus dari tubuhnya.

Meskipun ia terlalu banyak bekerja, tidak mendapat istirahat selama 20 jam, dokter bedah itu memutuskan untuk melakukan operasi karena ia merasa cukup percaya diri untuk berkonsentrasi.

“Situasinya sangat kritis dan pembedahan diperlukan segera,” kata Lou.

“Dalam operasi, kami melakukan tendon otot residual dan perbaikan pembuluh darah pada pasien. Pada saat operasi, luka pasien penuh dengan tanah dan pasir.”

Di tengah operasi, Lou mengatakan dia berjongkok di atas meja dan menutup matanya sebentar setelah pasien diberikan anestesi umum dan perlu menjaga lengannya dari menyentuh permukaan apa pun sampai gips di atasnya mengering.

Juga, lengan perlu dijaga dalam keadaan terangkat untuk menjaga darah bersirkulasi di lengan itu. Oleh karena itu, ahli bedah pada dasarnya tidak melakukan apa-apa lagi pada saat itu dalam operasi kecuali menunggu.

“Saya ingin menutup mata dan beristirahat. Saya tidak berharap tertidur,” katanya.

Operasi itu berlangsung selama hampir delapan jam. Gambar diambil pada pukul 4 sore waktu setempat pada tanggal 4 Januari.

Ia berhasil memimpin operasi yang menyambung kembali lengan korban. Tapi di akhir operasi, tubuhnya tak bisa lagi menahan lelah hingga akhirnya ia pun “tertidur” dalam posisi berdiri.

Luo menambahkan bahwa ia merasakan yang paling bahagia dalam profesinya sebagai ahli bedah ketika ia melihat pasiennya pulih dan menjadi lebih baik.

Sementara kepada situs berplatform video Pear Luo mengaku meskipun lelah dia bersedia melakukan operasi karena merasa masih mampu berkonsentrasi.

Dia juga menekankan fakta bahwa sebagai ahli bedah, dia juga percaya  dia harus menjaga pikiran dan tubuhnya dalam kondisi siap setiap saat.

Luo menambahkan suatu kehormatan baginya menjadi ahli bedah dan tak ada yang lebih membuatnya bahagia selain melihat pasien kembali pulih.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here