Anjing Sering Mengibaskan Ekornya?

0
137
views

befren.com – Anjing telah berkembang menjadi ratusan ras dengan berbagai macam variasi, mulai dari anjing tinggi badan beberapa puluh cm seperti Chihuahua hingga Irish Wolfhound yang tingginya lebih dari satu meter.

Warna rambut anjing bisa beraneka ragam, mulai dari putih sampai hitam, juga merah, abu-abu (sering disebut “biru”), dan coklat. Selain itu, anjing memiliki berbagai jenis rambut, mulai dari yang sangat pendek hingga yang panjangnya bisa mencapai beberapa sentimeter. Rambut anjing bisa lurus atau keriting, dan bertekstur kasar hingga lembut seperti benang wol.

Itulah tentang sekilas anjing, lalu bagaimana hampir semua jenis anjing sering mengibaskan atau menggerakkan ekornya? Sudah tahu artinya? Jika belum boleh baca artikel ini.

Sebuah penelitian ilmiah berhasil arti dari kibasan ekor anjing dan alasan mereka melakukannya.

Sekelompok ilmuwan dari Italia melakukan penelitian terhadap beberapa anjing untuk mengungkap hubungan antara reaksi otak dengan gerakan ekor anjing.

Ketika anjing ditempatkan di dalam rumah dan direkam menggunakan kamera tersembunyi, mereka sangat jarang mengibaskan ekornya.

Namun ketika mereka bertemu dengan pemilik atau orang lain, hewan ini justru menunjukkan respon yang berbeda pada kibasan ekornya.

Peneliti meyakini bahwa tingkah laku anjing yang jarang mengibaskan ekornya ketika di dalam rumah ada hubungannya dengan tidak adanya stimulus yang diberikan.

Gerakan dan arah kibasan ekor anjing ternyata juga memiliki arti yang lain.

Ketika anjing mengibaskan ekornya cenderung ke arah kanan, tidak ada aktivitas atau perubahan pada otak.

Sementara ketika anjing mengibas-ngibaskan ekornya ke sisi kiri, detak jantung mereka melonjak, dan mereka menjadi tampak lebih gelisah.

Singkatnya anjing peka terhadap arah kibasan ekornya.

Goyangan ke kanan ditafsirkan sebagai “bukan masalah besar” tetapi goyangan yang cenderung ke kiri dianggap sebagai sebuah masalah atau agresi.

Anjing yang mengibaskan ekornya secara cepat menunjukkan bahwa mereka bertunangan atau sedang tertarik dengan lawan jenisnya.

Ekor anjing yang tegap dan kaku dengan kibasan yang minim menunjukkan tingkat kewaspadaan tinggi.

Stimulus yang diberikan seperti halnya ketika mereka mencium bau binatang lain di hutan atau bertemu dengan orang asing.

Jika kamu mendekati seekor anjing dan ekornya lurus ke atas, kamu harus berhati-hati dalam “berkomunikasi” dengannya.

Namun apabila ekor anjing berada lebih rendah di bawah tubuhnya, itu bisa berarti sikap tunduk atau gugup, sedang tidak enak badan, atau mengalami respon ketakutan.

Itulah tadi alasan dan arti dibalik kibasan atau gerakan ekor anjing berdasarkan penelitian ilmiah, sangat menarik bukan?

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here