Ajak Ratusan Orang Pose Telanjang di Jalan untuk Protes Sensor di Media Sosial

0
164
views

befren.com – Seorang seniman telah mengadakan acara untuk menentang peraturan sensor di Facebook dan Instagram dengan mengorganisir pemotretan foto telanjang berskala besar di New York City, Amerika pada bulan Juni yang disebut #WeTheNipple.

Seniman bernama Spencer Tunick dan Koalisi Nasional Menentang Penyensoran mengorganisir ratusan orang yang mau foto telanjang di jalanan kota New York sebagai bentuk protes terhadap penyensoran seni di platform media sosial besar.

Peristiwa ini dicanangkan terjadi pada 2 Juni, meskipun spesifik lokasi jalan belum dirilis.

“Saya berharap dapat membuat karya seni fotografi telanjang baru di jalan-jalan New York City yang menentang aturan sensor dari Instagram dan Facebook,” ujar Tunick.

“Sebuah karya yang memanusiakan dan mendekriminalkan put*ng wanita di media sosial dan pada saat yang sama menganjurkan kebebasan bagi pria, wanita, dan seniman transgender untuk berbagi karya seni mereka tanpa konsekuensi,” tambahnya dalam sebuah pernyataan.

Karier fotografi Tunick yang sukses mencakup lebih dari 75 instalasi telanjang manusia berskala besar yang dilakukan di seluruh dunia, termasuk 18.000 orang berpose telanjang di Meksiko.

Meskipun sudah memiliki tanda verifikasi centang biru di Instagramnya, halaman Facebook fotografer itu dinonaktifkan pada tahun 2014 setelah memposting foto wanita telanjang di Portugal.

Dia dan fotografer lain sering menemukan foto mereka dihapus atau akun mereka dinonaktifkan karena aturan sensor di Instagram dan Facebook.

Dalam sebuah pernyataan di situs webnya, Koalisi Nasional Melawan Sensor mengatakan, “Usir semua gambar foto tubuh manusia telanjang dari media sosial, bahkan ketika beberapa gambar ini berada di koleksi museum top dunia, memaksakan rezim anakronistis dari rasa malu dan sensor.”

Instagram terus berdiri teguh dalam aturannya seputar ketelanjangan, dengan menyatakan dalam Pedoman Komunitasnya, “Kami tahu bahwa ada kalanya orang mungkin ingin berbagi gambar telanjang yang artistik atau kreatif, tetapi untuk berbagai alasan, kami tidak dapat mengizinkan ketelanjangan di Instagram.”

“Ini termasuk foto, video, dan beberapa konten yang dibuat secara digital yang menunjukkan hubungan seksual, alat kelamin, dan close-up dari bokong yang sepenuhnya telanjang.”

“Ini juga termasuk beberapa foto p*ting wanita, tetapi foto jaringan pasca mastektomi dan wanita yang aktif menyusui diperbolehkan.”

“Ketelanjangan dalam foto lukisan dan patung juga diperbolehkan,” tegas Instagram.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here