Traveling ke Pulau Komodo Kalian Wajib Tahu Tentang Larangan Di Tempat Tersebut

0
84
views

befren.com – Taman Nasional Komodo semakin diminati wisatawan baik domestik maupun asing. Tentu, hal itu berdampak pada meningkatnya perekonomian setempat.

Taman Nasional bahkan telah diakui UNESCO ini memberikan kesempatan untuk bertemu dengan ribuan kadal terbesar di dunia. Hewan berwarna cokelat tersebut bahkan menjadi daya tarik yang mampu mendatangkan ribuan wisatawan yang penasaran dengan bentuk dan rupanya.

Di sisi lain, peningkatan tersebut juga membawa ancaman. Salah satunya, keberadaan tangan-tangan jahil cukup berbahaya bagi kelangsungan ekosistem di sana.

Seperti yang telah terjadi pada bulan Agustus lalu. Gili Lawa yang masuk dalam komplek Taman Nasional Komodo terbakar gara-gara puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Angin yang cukup kencang membuat kobaran api cepat membesar. Alhasil, pulau yang biasa dipakai para wisatawan untuk menikmati indahnya matahari terbit dan tenggelam itu menghitam.

PIC Labuan Bajo Pokja Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata, Shana Fatina, mengatakan insiden semacam itu bisa terjadi akibat wisatawan tidak memahami apa saja yang terlarang dilakukan. Banyak wisatawan, terutama domestik, tidak mengerti Taman Nasional Komodo adalah wilayah konservasi.

Menyalakan api merupakan salah satu hal yang dilarang dilakukan di Taman Nasional Komodo. Ini termasuk untuk merokok atau membuat api unggun.

Selain itu, wisatawan juga dilarang menyentuh semua jenis hewan. Ini karena hewan bisa merasa terancam akibat sentuhan manusia.

Terdapat 11 titik penyelaman dengan pemandangan indah di sekitar Taman Nasional Komodo dan hanya mereka yang memegang sertifikat advance yang diizinkan menyelam. Para penyelam juga diminta untuk tidak menyentuh karang.

Masih ada larangan lainnya, yaitu membawa air minum dalam kemasan sekali pakai atau makanan dalam wadah styrofoam atau gabus. Wisatawan dianjurkan membawa botol minuman atau wadah makanan ramah lingkungan.

Selain itu, setiap pengunjung diwajibkan membawa kembali sampahnya. Juga, terlarang hukumnya membawa apapun dari Taman Nasional Komodo, meski hewan sudah mati maupun pasir.

Wanita datang bulan disarankan jangan terlalu dekat dengan komodo, karena komodo mempunyai penciuman yang tajam

Selain itu,wisatawan terutama wanita yang sedang haid tidak disarankan untuk bertemu komodo. Mengingat hewan reptil ini memiliki penciuman sangat tajam, bahkan hingga radius 5 km.

Meski penglihatannya sangat buruk, komodo memiliki pendengaran dan penciuman yang sangat peka, termasuk dengan bau darah. Hewan karnivora itu bisa berubah menjadi ganas dan agresif apabila mencium bau darah.

Irvan menyarankan, apabila pengunjung sedang haid sudah terlanjur datang, maka wajib untuk menginformasikan kepada ranger. Hal ini bertujuan agar ranger memberi penjagaan lebih ekstra lagi. Dilarang berpisah dari rombongan dan jangan jalan sendirian di sepanjang jalur tracking. Wisatawan harus selalu bersama grup dan berada di dekat ranger.

Sebab, seorang ranger yang akan menjaga rombongan dari serangan komodo. Para ranger juga sudah dibekali dengan tongkat kayu yang berfungsi untuk menghalau komodo. Selain itu, selalu ikuti dan patuhi omongan dari ranger.

Komodo dapat menyerang tiba-tiba

Hati-hati komodo juga suka menyerang tiba-tiba. Kecepatan berlarinya 20 kilometer per jam. Karena itu, sebaiknya kamu membatasi jarak 3-5 meter dengan komodo.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here