Tempat Wisata Menarik di Jawa Barat untuk Liburan Tahun Baru 2020

0
136
views

befren.com – Pada abad ke-5 wilayah ini merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanegara, yang dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda dengan ibukota Pakuan Pajajaran (sekarang Kota Bogor). Dan pada abad ke-16 berdirilah Kesultanan Cirebon yang masih ada hingga saat ini. Tak heran kalau Jawa Barat kaya akan warisan adat dan budaya luhur yang terjaga apik. Tidak hanya dalam segi histori, akan tetapi di Jawa Barat banyak destinasi  indah yang dapat kalian kunjungi saat liburan tahun baru 2020. Berikut adalah beberapa tempat yang mungkin dapat di jadikan daftar liburan kalian.

Gunung Pancar – Puncak, Bogor

Selain wisata kebun penelitian Kebun Raya Bogor, wisata satwa seperti Taman Safari, Curug-curug yang indah sepert Curug Cilember dan Curug Cipamingkis, di Bogor juga terdapat wisata dataran tinggi yang bernama Gunung Pancar.

Selain menawarkan nuansa wisata hutan, destinasi ini juga menawarkan berbagai aktivitas liburan yang menarik dan sayang untuk dilewatkan.

Maka tidak heran jika banyak wisatawan yang kesana tidak hanya untuk menikmati pesona alamnya, tapi juga untuk melepas lelah dan merilekskan badan.

Lokasi wisata Gunung Pancar Sentul ada di Desa Karang Tengah, tepatnya ada di Kecamatan Babakan Madang. Ketinggian lokasi wisata ini sekitar 300 sampai 800 meter diatas permukaan laut. Kemiringan yang ada disana mencapai 40%.

Untuk menuju kesana, kamu bisa menuju tol Jagorawi dan keluar di Pintu Tol Sentul yang bagian Selatan. Sampai di gerbang tol, kamu akan melihat Bellanova Mall.

Silahkan belok kiri ke Jl MH Thamrin dan ikuti saja sampai menuju Jungle Land. Setelah tiba disana dan menemukan jalan kecil menanjak, kamu bisa mengikutinya hingga sampai di pintu gerbang wisata.

Jalur kedua yang bisa kamu tempuh adalah setelah melalui Jl MH Thamrin, kamu bisa belok kiri selepas menemukan Plaza Amsterdam.

Ikuti saja arahnya dan begitu ada jalan bercabang menuju Telaga Cikeas dan Rainbow Hills, kamu bisa ambil jalur kiri untuk menuju Jl Babakan Madang. Setelah lewat Kantor Polsek disana, kamu akan melihat pertigaan.

Silahkan ambil jalur kiri menuju Jl Gunung Pancar. Iikuti arahnya sekitar 11 km. Setibanya di jalan kecil yang sedikit sulit dan berkelok, kamu bisa mulai menanjak untuk menuju ke lokasi. Biar lebih praktis gunakan panduan google maps.

Yang perlu kamu ingat saat berwisata menuju Gunung Pancar, pintu gerbang wisata ini mempunyai beberapa lapis. Gerbang kesatu ada di kawasan Perhutani.

Di sana, kamu harus membeli tiket masuk menuju wisata Pancar. Sayangnya memang belum ada angkutan umum yang menuju kesana. Jadi harap siapkan saja kendaraan pribadimu agar kamu bisa mudah sampai tujuan.

Bukit Panembongan – Kuningan

Bila Purwakarta memiliki Alam Panenjoan, Kuningan pun tidak mau kalah. Di tempat wisata di Jawa Barat yang terletak di Desa Tembong, Garawangi ini kamu bisa menyaksikan keindahan hamparan hutan pinus yang terawat dan dekat dengan sumber air dari sudut pandang yang lain.

Layaknya di The Lodge Maribaya yang berlokasi di Lembang, di tempat wisata di Jawa Barat ini juga terdapat dua gardu pandang yang terbuat dari bambu yang mana merupakan tempat pengunjung bisa menikmati suguhan panorama yang ciamik dan berhawa segar. Dari bukit yang berlokasi 8 km dari pusat Kota Kuningan ini, kamu juga direkomendasikan ber-selfie ria dengan latar belakang pemandangan hijau yang menawan.

Selain tersedia area kemah dan lokasi pre-wedding, pengunjung juga bisa menjajal aktivitas flying fox yang seru dan bisa memacu adrenalin. Sayangnya, lokasi tempat wisata ini masih cukup sulit dicapai, sehingga lebih baik kamu menggunakan motor daripada mobil.

D’Jungle Private Camp – Puncak, Bogor

djungle camp

Kamu ingin refreshing dengan berkemah di lingkungan yang masih kental nuansa alamnya, tanpa perlu repot-repot membawa perlengkapan berkemah? D’Jungle Private Camp yang berlokasi di Puncak, Bogor ini adalah pilihan yang cocok karena menawarkan pengalaman liburan dengan suasana alam yang segar.

Pengunjung bisa berkemah secara eksklusif lengkap dengan fasilitas penunjangnya di alam terbuka. Jadi jangan membayangkan kamu akan repot bila berkemah di sini. Di lokasi yang dekat dengan hutan lindung dan jauh dari pemukiman penduduk ini telah disiapkan tenda lengkap beserta fasilitas makanan dan minuman.

Tempat wisata yang bisa dikunjungi juga cukup bervariasi, seperti misalnya kolam pemancingan, kebun, kolam main air, api unggun, dan treking. Di tempat wisata di Jawa Barat ini juga terdapat rumah bambu VIP khusus untuk rombongan. Jika kamu ingin berkemah, tinggal menyiapkan kendaraan dan membawa perlengkapan pribadi seperlunya.

Telaga Remis – Kuningan

Suasana sejuk nan permai dengan pemandangan pepohonan pinus hijau menjadi sajian yang tersaji di sebuah danau kawasan Desa Kaduela, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Adalah Telaga Remis, danau yang menawarkan suasana ketenangan berbalut dengan keindahan yang alami.

Berjarak kurang lebih 37 km atau dapat ditempuh 1 jam dari pusat Kota Kuningan, Telaga Remis memiliki lahan seluas 13 hektar untuk wilayah keseluruhan. Sedangkan luas danau atau telaganya hanya mencapai 3,25 hektar.

Suasana asri bercampur dengan udara yang sejuk membuat Telaga Remis sangat pas dijadikan tempat untuk sekedar melepas kepenatan. Adanya wahana sepeda air untuk berkeliling menambah keasyikan tersendiri saat berkunjung ke area wisata yang saat ini dikelola oleh Perum kehutanan Kabupaten Kuningan ini.

Bagi kamu yang menyukai aktivitas berjalan kaki, terdapat jalur khusus untuk pejalan kaki yang dibuat untuk memutari telaga ini. Lain lagi bagi penyuka hobi memancing, Telaga Remis menyimpan aneka ikan yang bisa dibawa pulang. Ikan seperti mujair dan ikan mas menjadi ikan yang mendominasi Telaga Remis.

Nama Telaga Remis diambil dari dua kata yaitu telaga dan remis. Telaga berasal dari bahasa Sunda yaitu danau sedangkan remis adalah sejenis kerang bewarna kuning yang banyak hidup di sekitar telaga dan disebut remis oleh masyarakat sekitar. Namun disisi lain, terdapat mitos yang menceritakan awal terbentuknya telaga ini.

Dahulu Keraton Cirebon yang dipimpin oleh Sultan Matangaji menolak untuk memberi upeti kepada Kerajaan Mataram yang seharusnya diberikan. Maka diutuslah Pangeran Selingsingan dan anak buahnya. Namun sebelum sampai tujuan, rombongan ini bertemu dengan kelompok Pangeran Purabaya dari Mataram yang ingin menagih upeti. Hingga akhirnya perang pun tak terelakkan.

Bertempat di kaki Gunung Slamet, Pangeran Selingsingan ternyata tidak bisa menandingi ketangguhan Pangeran Purabaya dan pasukannya. Hal ini yang membuatnya mundur dan mengirim pesan kepada Sultan Matangaji.

Mendengar keadaan itu, sultan mengutus menantunya yang sakti mandraguna menuju medan perang. Hal ini tidak ditolak oleh Elang Sutajaya. Demi membantu saudara-saudaranya yang tengah terdesak, dirinya berangkat membantu Pangeran Selingsingan dan memenangkan peperangan.

Sampai ditujuan, Elang Sutajaya mencari Pangeran Purabaya sebagai musuh utama. Dirinya menggunakan keris sebagai senjata dan ilmu sakti untuk mengalahkan sang utusan dari Kerajaan Mataram itu. Dan tanpa ampun, keris yang menjadi senjata Elang berhasil menghunus badan Purabaya hingga terbelah menjadi dua.

Merasa kalah, Pangeran Purabaya meminta belas kasih kepada Elang Sutajaya untuk diampuni. Dirinya merasa hanya orang biasa yang beragama islam. Namun Elang Sutajaya tak bergeming. Ia mengatakan bahwa Purabaya bukanlah muslim yang baik. Karena tidak ada muslim yang melakukan kekerasan termasuk memulai peperangan sampai membunuh.

Mendengar nasihat yang keluar dari Elang Purabaya, Pangeran Selingsingan pun menagis tanpa henti. Hingga air matanya membentuk sebuah Telaga Remis. Sedangkan Pangeran Purabaya berubah wujud menjadi seekor Bulus atau kura-kura. Bulus tersebut diberi nama Si Mendung Purbaya.

Kampung Naga – Tasikmalaya

Kampung Naga yang terkenal di kawasan Jawa Barat ini menyajikan budaya kearifan lokal yang unik. Tata letak dan arsitektur rumah yang terletak di Desa Neglasari ini masih terjaga keasliannya secara alami dari dulu hingga kini.

Penduduk di Kampung Naga menolak intervensi dari luar dan masih menjaga adat istiadat warisan leluhur mereka. Oleh karenanya, Kampung Naga juga disebut Kampung unik, yang bila dilihat dari kejauhan, kita bisa menyaksikan deretan atap rumah penduduk berbahan ijuk dikelilingi persawahan hijau.

Untuk dapat sampai ke kampung di Tasikmalaya ini, kamu harus bersiap melewati 439 anak tangga yang cukup melelahkan terutama untuk mereka yang jarang berolahraga. Namun, walau melelahkan, kamu tidak akan menyesal menyaksikan desa cantik yang subur ini. Di desa ini persaudaraan sangat kental sehingga pintu rumah pun jarang dikunci. Selain itu, pengunjung juga bisa melihat budaya Sunda masa lalu di kampung adat ini.

Untuk dapat masuk ke lokasi wisata ini, kamu tidak perlu membayar tiket masuk. Dengan izin dari sesepuh dan penduduk setempat, kamu bahkan bisa menginap di sini secara gratis. Namun, jangan kaget bila di desa ini kamu tidak mendapati listrik.

Alam Panenjoan – Purwakarta

Bila Bandung memiliki Tebing Kraton, Purwakarta memiliki Alam Panenjoan yang terletak di Desa Sindang Panon dan sudah mulai viral di dunia internet. Lokasinya berjarak sekitar 17 km dari Kota Purwakarta. Panenjoan berarti tempat memandang, dari tempat wisata di Jawa Barat ini, wisatawan bisa menyaksikan keindahan perkebunan teh yang menawan.

Di tempat wisata di Jawa Barat yang satu ini, pengunjung bisa menyaksikan pemandangan alam melalui balkon khusus yang disediakan. Spot khusus ini terbuat dari bahan kayu yang bisa menampung sampai dengan 40 orang sekaligus.

Wisatawan juga bisa menikmati keindahan sunset atau matahari tenggelam yang sangat mempesona. Banyak pengunjung menyempatkan diri untuk mengabadikan keindahan alam di spot foto favorit di Panenjoan ini.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here