Para Nelayan Desa jepitu Mengadakan Syukuran Ritual untuk Panen yang baik

0
200
views

W

arga desa Jepitu di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, berkumpul di Pantai Jungwok pada hari Kamis, untuk melakukan Sedekah Laut Ngalangi, sebuah ritual syukur yang telah diturunkan dari generasi ke generasi.

Di Sedekah Laut Ngalangi, penduduk desa memberikan persembahan untuk menunjukkan rasa terima kasih mereka atas pertanian dan panen ikan yang melimpah dari alam kaya yang mengelilinginya.

Ritual di pantai


Penduduk desa berpakaian lurik, pakaian yang terbuat dari tekstil tradisional Jawa, sementara beberapa penduduk desa lainnya mengenakan pakaian tradisional seorang pejuang Kerajaan Mataram, lengkap dengan pedang dan tombak.

Penduduk desa juga membawa makanan rumahan dari hasil panen tani ladang dan panen ikan mereka, termasuk makanan nasi seperti ayam kukus, ayam lokal, tahu manis dan tempe, ikan bakar, dan sambal kelapa wajib.

Piring-piring itu ditempatkan dalam wadah yang terbuat dari kayu dan bambu dan dibungkus dengan hati-hati di daun kelapa, yang kemudian dibawa oleh pria dan wanita dalam sebuah prosesi ritual.

Para nelayan menangkap ikan


Upacara dimulai dengan prosesi desa sementara dua nelayan menangkap ikan segar dengan jaring di Pantai Jungwok. Suara tradisional alat musik tikungan dan kendang meramaikan arak-arakan, yang melintasi pantai yang berpasir putih ke perbukitan, dan melalui peternakan sampai di Pantai Wediombo. Sekilas Pantai Wediombo
Selain keindahan, Pantai Wediombo memiliki ombak yang menantang. Ombak ini menunggu untuk ditaklukan oleh para peselancar. Besarnya ombak membuatnya menjadi tempat strategis untuk berselancar di Yogyakarta. Hal ini lah yang menjadi pertimbangan WOSS (Wediombo Surfing Society) ketika menyelenggarakan Jogja Surfing Competition pada 2014. Tidak main-main, kompetisi ini diikuti oleh peselancar dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara. Selain berselancar, pengunjung juga dapat menikmati fasilitas hiburan lain seperti banana boat.

Berselancar di Pantai Wediombo

Fasilitas-fasilitas yang ada di Wediombo pun terbilang cukup lengkap, seperti penginapan, restoran maupun gerai-gerai cendera mata. Akses jalan menuju Wediombo pun terbilang mudah karena jalannya dapat dilewati oleh berbagai kendaraan dan terdapat petunjuk-petunjuk jalan yang tidak akan membuat pengunjung tersesat. Nah itu sepintas tentang Pantai Wediombo

Pantai Wediombo


Prosesi berakhir di tempat suci di Pantai Wediombo, di mana penduduk desa duduk berpesta dengan pejabat desa Jepitu dan tokoh masyarakat Gunungkidul.

Doa massal menandai awal pesta, diikuti oleh ritual syukur melepaskan persembahan ke lautan. Termasuk pertunjukan tarian Gunungkidul tradisional yang disebut Reog Dhodog.

Ritual pengucapan syukur merupakan bagian penting kehidupan di Gunungkidul. Warga melakukan ritual untuk mengingatkan diri mereka akan hubungan mereka dengan alam. Sejumlah desa di kawasan ini juga menggunakan upacara untuk menarik pengunjung dan wisatawan.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here