Keindahan dan Sejarah Candi Muaro Jambi

0
321
views

befren.com – Selama ini, dua candi yang paling banyak dikenal di Indonesia adalah Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Namun tahukah Anda, bahwa di tanah Jambi juga terdapat sebuah kompleks candi Hindu-Budha terbesar di Indonesia? Ya, Candi Muaro Jambi namanya.

Tempat wisata bersejarah ini merupakan perpaduan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu dan diperkirakan sudah ada sejak abad 11 Masehi. Tempatnya yang menarik dan kaya akan nilai sejarah membuat Candi Muaro Jambi diresmikan sebagai Kawasan Wisata Sejarah Terpadu (KWST) pada 2012 silam oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Tidak hanya wisatawan domestik, beberapa tahun belakangan wisatawan asing pun mulai berdatangan demi bisa menyaksikan langsung tempat yang dulunya pernah dijadikan sebagai salah satu pusat tempat peribadahan agama Budha Tantri Mahayana di negeri ini.

Pada tahun 1975, pemerintah Indonesia mulai melakukan pemugaran. Ada 82 reruntuhan bangunan kuno  di lokasi ini. Luasnya 8 kali Borobudur membuat candi ini merupakan terluas di Asia Tenggara. Memasuki area candi ini, Anda akan diarahkan ke tempat parkiran yang tersedia dan membeli karcis seharga 5 ribu per orangnya. Ditambah 3 ribu untuk biaya parkir kendaraan motor dan 5 ribu untuk mobil.

Setelah itu berjalan sekitar 100 meter untuk sampai ke candi pertama yang bernama Candi Gumpung. Sebelum melanjutkan perjalanan, Anda akan disuruh mengisi daftar tamu oleh petugas setempat.

Berdasarkan penelitian para arkeolog dan UNESCO juga sumber sejarah lainnya, Candi Muaro Jambi dahulu pernah menjadi tempat bagi pendidikan agama Buddha di era Kerajaan Melayu Kuno, di sekitar abad ketujuh sampai keempat belas. Adalah S.C. Crooke, seorang letnan Inggris yang pertama kali melaporkan komplek percandian ini di tahun 1824 saat sedang memetakan daerah sungai yang diperuntukan bagi kepentingan militer.

Keberadaan wisata budaya candi ini tak lepas dari keberadaan dua kerjaan besar yang dulu pernah menguasai daerah Sumatera, yaitu Kerajaan Sriwijaya dan Melayu. Kemungkinan besar candi ini merupakan peninggalan Kerajaan melayu dan Kerajaan Sriwijaya. Diperkirakan Kerajaan Melayu sudah ada sejak abad ketujuh dan letaknya kira-kira di kota yang dikenal sekarang dengan nama Kota Jambi.

Tentunya berkat keberadaan Candi Muaro Jambi yang telah banyak menyedot para pengunjung (khususnya para penganut agama Budha). Pelestarian serta keamanannya harus tetap dijaga dan dilestarikan agar obyek wisata yang satu ini tetap dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata Jambi bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here