Goa Angker yang Jadi Sorotan Wisatawan

0
64
views

befren.com –  Jika bicara mengenai mistis, angker atau horror, Negara kita memiliki sejumlah tempat terkenal yang mistis dan angker termasuk goa paling mistik di Indonesia. Berikut ini sedikit ulasan goa paling mistik di Indonesia.

Goa Jomblang

Salah satu goa paling mistik di Indonesia ini berlokasi di Jetis Wetan, Gunung Kidul, Yogyakarta. Goa ini terkenal dengan keindahannya yang unik, bahkan wisatawan mancanegara pun mengaguminya. Namun di balik keindahannya terdapat kisah memilukan yang mendukung keangkerannya.

Konon goa Jomblang pernah menjadi lokasi pembantaian massal para anggota PKI. Para terduga anggota PKI yang berjumlah ratusan menemui ajal di Goa Jomblang. Mereka dijejerkan di sekitar bibir vertikal goa Jomblang, tangan mereka dibuat saling terikat. Saat salah seorang ditembak dan jatuh ke goa, maka yang lainnya juga ikut terjatuh. Di era 90-an masyarakat setempat sampai pernah menggelar doa di objek wisata ini.

Goa Kalak

Letak Goa Kalak di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan. Akses jalan mudah, rute jalannya masih satu jalur menuju Pantai Klayar. Berada tidak jauh dari Goa Gong dan Goa Tabuhan, hanya terpaut jarak beberapa kilometer saja. Untuk perjalanan mencapai lokasi sebaiknya naik mobil/motor. Jangan sendirian, ajaklah teman agar meriah.

Bagi penikmat wisata alam, tentu keelokan Goa Kalak memiliki kesan tersendiri. Begitu juga mereka yang senang terhadap wisata sejarah dan budaya. Tak jarang traveler penasaran datang berkunjung. Cukup ramai terutama pada hari libur nasional maupun akhir pekan. Kalau boleh dibilang keindahannya sama bagusnya dengan tempat wisata lainnya.

Kawasan Gunung Sewu Geopark merupakan sebuah perbukitan karst yang terkenal banyak ditemukan goa. Salah satunya Goa Kalak, punya keunikan yakni perpaduan alam dengan budaya. Berupa stalakmit stalaktit eksotis dan tempat pertapaan. Suasana hening menyelimuti sekitar goa, enak untuk refreshing. Apalagi rindangnya pepohonan membuat udara sejuk. Temukan spot unik untuk berfoto, asyiknya selfie atau ngevlog ya.

Tak perlu takut, walaupun terlihat seram alias tempatnya angker sangat wingit. Datang kemari tujuannya ingin menikmati pemandangan alam batuan goa, ingin tahu indahnya stalagmit stalagtit Goa Kalak di Pacitan lebih dekat. Beragam pesona bentuk rupa bebatuan mineral dalam goa bisa Anda saksikan langsung. Jadi pengalaman baru, bisa mengenal wawasan geologi.

Stalagmit pembentukannya tumbuh dari bawah ke atas. Dapat dilihat lantai goa, terbentuk kumpulan kalsit (kalsium karbonat) yang berasal dari air yang menetes. Sedangkan Stalagtit menggantung pada langit-langit goa kapur, terbentuknya dari larutan air kalsium karbonat (air kapur) dan mineral lainnya yang mengendap. Unik, fenomena reaksi tersebut terjadi secara alami, prosesnya selama ratusan tahun. Sebenarnya tema wisata geologi itu menyenangkan.

Lebih menarik lagi, jika melihatnya dari segi historis dan kultur. Bahwa pada jaman dulu Goa Kalak itu merupakan tempat untuk bertapa atau meditasi. Sekaligus dipercaya sebagai lokasi petilasan Prabu Brawijaya pada masa Kerajaan Majapahit. Ternyata memiliki nilai historis sekaligus spiritual, tempat sakral. Ini termasuk cagar budaya yang mesti dilestarikan.

Goa Pindul

Objek wisata goa di Gunung Kidul, Yogyakarta ini termasuk goa paling mistik di Indonesia. Goa angker ini telah memakan banyak korban. Dari daftar korban goa pindul, yang terbaru meninggal dunia pada bulan Juni 2019. Korban tersebut adalah pengunjung bernama Nani Surnani berusia 53 tahun.

Bahkan pada Oktober 2016, pemandu senior goa Pindul juga meninggal dunia saat memandu wisatawan. Jasadnya baru ditemukan setelah pencarian berjam-jam, di dasar lorong ceruk goa Pindul. Padahal pemandu senior tersebut dikenal sebagai seseorang yang memiliki kemampuan supranatural dan ia piawai berenang. Menurut masyarakat setempat, orang-orang yang memiliki kemampuan melihat alam gaib pasti tahu apa saja penghuni-penghuni tak kasat mata di goa Pindul.

Goa Cerme

Terletak di Srunggo, Selopamioro, Imogiri, atau kira-kira berjarak 20 km di selatan Yogyakarta. Goa ini memiliki panjang sekitar 1,5 km menembus ke wilayah Panggang, Ploso, Giritirto, Gunung Kidul. Goa Cerme sebenarnya mempunyai keindahan stalakmit dan stalaktit yang mengagumkan. Di dalam goa juga terdapat sungai yang jernih. Namun di balik keindahan goa Cerme terselip kisah-kisah mistis dari masyarakat setempat.

Goa cerme diyakini pernah menjadi tempat pertemuan para wali songo. Kisah-kisah mistis yang melekat pada goa ini juga menarik kunjungan para penuntut ilmu gaib. Hingga kini pada malam-malam tertentu, salah satu goa paling mistik di Indonesia ini biasa dikunjungi oleh orang-orang yang bertapa untuk memperoleh ilmu gaib dan barang gaib yang diyakini membawa keberuntungan.

Goa Jepang & Goa Belanda Bandung

Pada taman hutan raya ini terdapat dua buah situs bersejarah yaitu Goa Belanda dan Goa Jepang. Dapat kita lihat dari nama kedua Goa tersebut, tentu saja kedua Goa ini dimanfaatkan pada saat Indonesia masih berada dalam jajahan Belanda dan Jepang. Goa Belanda, berjarak kurang lebih 1 kilometer dari pintu gerbang Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda melalui gerbang Dago Pakar. Goa Belanda ini didirikan pada tahun 1912 oleh kolonial Belanda.

Awal mulanya Goa ini merupakan sebuah terowongan yang digunakan untuk menyadap aliran air sungai Cikapundung yang digunakan oleh PLTA Bengkok. Terowongan yang kini diebut Goa Belanda ini sendiri berdiri sepanjang 144 meter, dengan lebar 1,8 meter.

Dan untuk memperkuat kegiatan militer Belanda pada zamannya, dibangunlah jaringan goa sebanyak 15 lorong dan dua pintu masuk setinggi 3,2 meter. Luas pelataran yang digunakan untuk membangun Goa Belanda ini seluas 0,6 Ha dan luas seluruh Goa beserta lorongnya sekitar 548 meter. Pada masa Perang Dunia ke II, Belanda memanfaatkan Goa Belanda ini sebagai station radio telekomunikasi Belanda. Sedangkan pada masa kemerdekaan, Goa Belanda ini dimanfaatkan oleh para pejuang Indonesia sebagai gudang mesiu.

Setelah terlepas dari penjajahan kolonial Belanda, di lokasi yang sama didirikan sebuah Goa oleh militer Jepang pada tahun 1942. Jarak Goa yang disebut Goa Jepang ini kurang lebih 600 meter dari pintu gerbang Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda melalui gerbang Dago Pakar.

Goa ini didirikan oleh militer Jepang untuk dijadikan barak militer dan perlindungan. Jika pada Goa Belanda ditemukan sebanyak 15 lorong, di Goa Jepang anda akan menemukan 18 bunker yang masih dalam keadaan sama seperti aslinya. Bunker – bunker ini pun memiliki fungsi yang berbeda – beda, misalnya sebagai tempat pengintaian, tempat penembakan, ruang pertemuan, gudang dan dapur. Bunker – bunker ini dibangun dengan jarak berdekatan, sekitar 30 meter. Konon, untuk membangun Goa Jepang ini, militer Jepang memanfaatkan masyarakat Indonesia secara paksa atau kita kenal dengan Romusha.

Sering kali di dua goa ini pengunjung melihat penampakan gaib. Selain itu, saat suasana sepi kerap terdengar suara ribut dari dalam goa. Konon katanya, suara itu adalah suara-suara jeritan hantu kaum pribumi yang mengalami penyiksaan (Romusha) di masa Jepang menjajah Indonesia.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here