Destinasi Jembatan Akar Berumur Ratusan Tahun

- Advertisement -
- Advertisement -

befren.com – Jembatan Akar Bayang sudah lama menjadi salah satu tempat viral di Indonesia. Berlokasi di Pesisir Selatan, Sumatra Barat, jembatan ini berupa jembatan akar yang berada di atas aliran Sungai Bayang.

Objek wisata yang indah satu ini, juga pernah dinobatkan sebagai nominator API 2018 dengan kategori kawasan objek wisata terunik di Indonesia.

Berikut fakta Jembatan Akar di Pessel

1. Asal Usul

Jembatan Akar di Nagari Puluik Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Pessel telah berumur ratusan tahun.

Jembatan akar ini terbangunan berkat sosok tokoh agama yang ada di daerah setempat.

Tokoh agama yang bernama Pakia Sokan menyatukan dua kampung yang dipisahkan karena belahan Batang Sungai Bayang.

Karena belum ada akses, sang ulama berinisiatif menyatukan dengan akar sedari masih kecil, konon adalah pohon beringin.

2. Berusia Ratusan Tahun

Sejak disahkan sebagai destinasi wisata oleh Pemkab sejak 1992 silam. Hingga kini, keberadaan destinasi wisata jembatan Akar selalu ramai dikunjungi masyarakat di Sumbar.Kini jembatan itu benar-benar kokoh. Ditopang oleh papan dan kabel baja, membuat warga dengan mudah melewatinya. Ribuan pejalan kaki melintasinya. Bahkan, jembatan ini menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Pesisir Selatan.

Berusia ratusan tahun, keberadaannya telah diprediksi ada sejak 1890 silam, dan mulai digunakan pada tahun 1916, berkat sang ulama ketika itu.

3. Menyatukan Dua Kampung yang Terpisah

Akar pohon ini menyatukan antara Kampung Lubuk Silau dan Kampung Puluik Puluik, di Nagari Puluik Puluik.

Kini keberadaan Jembatan Akar dijadikan sebagai alternatif penyebaran penduduk dari dua kampung di Nagari Puluik Puluik Bayang.

4. Lokasi Mudah Diakses

Jika datang ke Kabupaten Pesisir Selatan, tentu terasa rugi jika tidak menyinggahi tempat ini, pengunjung bisa masuk persimpangan jalan nasional di Kecamatan Bayang.

Dari persimpangan itu, pengunjung bisa masuk dari sana masuk menuju Kenagarian Puluik-puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara.
Diperkirakan berjarak sekitar 10 km dengan 15 menit perjalanan.

5. Dikelola Swadaya Masyarakat

Sejak diresmikan oleh Pemkab sejak 1992 silam, hingga kini pengelolaan dijaga oleh Swadaya Masyarakat.
Meski ada perehaban tempat fasilitas, namun Pemkab masih mempercayai kepada masyarakat.

Tiket masuk wisata ini dari Data Dinas Pariwisata Pessel resminya Rp5 ribu, 10 persen masuk ke dalam PAD sebagai kategori pajak hiburan

6. Fasilitas

Meski dikelola masyarakat, namun bukan berarti Jembatan Akar tidak memiliki fasilitas lengkap seperti di tempat pariwisata lainnya.

Disini, juga ada tempat toilet, serta sarana parkiran yang cukup membuat pengunjung nyaman yang dekat dari sekitar lokasi jembatan Akar.

Pijakan kayu juga ditempatkan guna kenyamanan melintas jembatan akar, meski warga dan pengunjung tetap harus ekstra hati-hati saat memijaknya.

Bagi turis, Jembatan Akar Bayang menjadi salah satu objek wisata Instagramable. Namun bagi warga sekitar, jembatan dan sungai menjadi kolam renang alami yang mengasyikkan.

 

- Advertisement -
bella sika
bella sika
Dalam hidup, setiap masalah adalah pelajaran berharga. Setiap cobaan yg datang adalah proses pendewasaan diri

Latest news

Related news

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here