Bunaken Siapkan Pariwisata Mangrove di Pulau Mantehage

0
210
views
Sebuah jalan kayu membentang di bakau di Rayong, Thailand. Hutan bakau diusulkan oleh Taman Nasional Bunaken sebagai sumber baru pariwisata.

T

aman Nasional Bunaken (BTNB) di Manado, Sulawesi, dilaporkan mempersiapkan untuk potensi wisata mangrove di salah satu pulau, Mantehage.

Kompas melaporkan bahwa kepala BTNB Farianna Prabandari pada 24 Maret mengatakan mereka sedang mempersiapkan hutan bakau di pulau itu untuk menjadi tujuan ekowisata.

Wisata Mangrove Mantehage di kawasan Taman Nasional Bunaken


“Kami akan melengkapi kawasan ini dengan jalur hutan bakau, pusat informasi pengunjung, bangunan penelitian, toilet, menara pengawas dan observatorium burung,” katanya dalam siaran pers.

Hingga tahun depan, Farianna mengatakan sejumlah fasilitas akan tersedia.

Kegiatan ekowisata di Mantehage dapat dinikmati dengan berjalan di sepanjang hutan bakau di katinting (perahu tradisional) atau melalui pengamatan burung.

“Wisatawan dapat memilih untuk melihat keindahan mangrove melalui darat atau laut,” kata Farianna.

Kegiatan Pengkayaan Mangrove berupa penanaman dan pembibitan di Pulau Mantehage, Taman Nasional Bunaken

Mantehage adalah pulau di kawasan konservasi BTNB. Empat desa berada di pulau itu, bersama dengan hewan yang dilindungi.

Potensi terbesar pulau ini adalah hutan bakau dengan luas lebih dari 1.300 hektar.

Dengan akses yang mudah dari pelabuhan Manado, pelabuhan di Wori dan kedekatannya dengan Pulau Bunaken, Farianna optimis tentang masa depan pulau ini.

[artikel number=5 tag=”travel” ]

Taman telah memulai program perbaikan mangrove di Pulau Mantehage. Sekitar 1.500 benih bakau telah ditanam di desa Tinongko, kecamatan Wori, kabupaten Minahasa Utara.

Pemerintah Minahasa Utara, Pangkalan Utama Angkatan Laut Manado VIII, kepala Kepolisian Wori, komando militer kecamatan Wori, babinkamtibmas (petugas polisi yang ditugaskan ke desa sebagai penasehat keamanan dan ketertiban umum), serta komunitas lokal dan siswa dari sekolah umum Wori terlibat dalam program.

Seiring dengan restorasi mangrove, Farianna juga menekankan untuk mengkomunikasikan kepada publik tentang perlunya ekosistem mangrove.

“Mangrove adalah habitat penting tempat ikan hidup. Mereka juga melindungi garis pantai dan merupakan komponen ekosistem yang dapat menyerap karbon.

sumber : Kompas
Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here