Tips mengatasi Bau Mulut dan Apakah Termasuk Penyakit?

0
221
views

befren.com – Bau mulut merupakan situasi yang sangat tidak mengenakkan bagi diri sendiri dan juga orang lain yang berada di sekitar kita. Ditambah lagi jika harus berbicara kepada orang lain di saat kondisi nafas yang tidak segar pasti kita akan merasa minder bukan? Bau mulut pasti pernah dialami semua orang. Pada umumnya bau mulut ini terjadi akibat perkembangan bakteri dari sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi. Namun, bau mulut juga bisa disebabkan oleh masalah medis lain.

Penyakit mengakibatkan bau mulut

Penyakit gusi:

jika bau mulut Anda beraroma logam, mungkin Anda memiliki bakteri yang tumbuh di bawah garis gusi Anda yang dapat menyebabkan peradangan bahkan infeksi. Dokter gigi akan mengatakan bahwa Anda memiliki periodontitis. Kebiasaan merokok dan tidak menyikat gigi secara teratur dapat menjadi penyebab utamanya. Penyakit gusi juga dapat menyerang satu keluarga.

Penyakit hati:

Tes napas atau bau mulut juga bisa mendeteksi penyakit hati. Ketika seseorang menderita penyakit tersebut, bau mulut yang mereka hasilnya bisa berbau sangat pengap dan amonia.

Acid Reflux:

kondisi ini membuat asam lambung mengalir dengan cara yang salah, asam lambung mengalir di area esofagus (rongga yang menghubungkan tenggorokan ke perut. Hal ini dapat menyebabkan nafas Anda berbau asam dan memunculkan sedikit makanan atau cairan ke dalam mulut Anda. Asam lambung dapat merusak tenggorokan dan mulut serta dapat menjadi tempat bakteri untuk berkembang biak sehingga membuat nafas Anda menjadi semakin bau.

Dehidrasi:

ketika tubuh Anda tidak memiliki cukup air (suatu kondisi yang disebut dengan dehidrasi), akan mengakibatkan produksi air liur menjadi berkurang, dimana air liur berfungsi untuk membersihkan bakteri dari mulut. Hal ini dapat menyebabkan bau mulut yang tidak segar. Sindrom Sjogren dan scleroderma juga dapat menyebabkan mulut kering dan bau mulut.

Cara mengatasi bau mulut

Rajin menggosok gigi:

Jika Anda tidak menyikat gigi dan menggosok gigi setiap hari, partikel makanan dapat tetap ada di mulut sehingga meningkatkan pertumbuhan bakteri di sela gigi, gusi, dan lidah. Bakteri yang bersarang dan bertumbuh itu adalah penyebab utama bau mulut.

Anjuran yang ideal untuk menggosok gigi adalah dua kali sehari. Gantilah sikat gigi maksimal dua bulan sekali atau jangan digunakan apabila bulu sikat sudah rusak. Pilih sikat gigi berbulu halus agar tidak melukai mulut dan gusi.

Disarankan untuk menggunakan pasta gigi yang mengandung flouride. Flouride dapat mencegah karies gigi sekaligus membantu melindungi gigi dari asam yang dihasilkan oleh bakteri yang menggerogoti sisa-sisa makanan.

Mengunyah permen karet:

Masalah bau mulut bersumber dari gigi berlubang dan membusuk, kotoran pada mulut, serta zat buangan yang dihasilkan dari pencernaan bakteri. Kombinasi ketiganya menghasilkan senyawa kimia yang menimbulkan bau tidak sedap.

Manfaat lain yang tak terduga dari makan permen karet adalah mencegah bau mulut. Produksi liur yang meningkat saat mengunyah permen karet akan menjaga mulut dan gigi bersih dari bakteri sehingga Anda terhindar dari bau mulut.

Berhenti merokok :

Berhenti merokok dan mengunyah produk berbasis tembakau. Tembakau pada rokok dapat menyebabkan bau mulut, memudarkan warna gigi, mengurangi kemampuan mengecap rasa, dan dapat mengiritasi gusi.

Mintalah tips kepada dokter gigi untuk menghentikan kebiasaan ini agar terhindar dari bau mulut tak sedap.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here