Perbuatan Tak Bertuan

0
118
views

Poros waktu semakin melaju pergi seakan enggan untuk mengadili dunia hampa

Berdetik seperti dedaunan yang jatuh tersapu angin meninggalkan apa yang menjadi tahtanya

Cahaya redup datang layaknya tandingan untuk sang matahari sedang itu tidaklah berguna

Ruang jiwa teryakini akan terisi gemaan tawa tetapi nyatanya berakhir tak berpenghuni

Rasa itu menghilang
Jiwa pergi berkelana jauh
Jenuh akan hari tak pasti

Tatapan kosong tanpa pemaknaan seakan terlihat begitu jelas

Bukannya bahagia dalam menjemput mimpi malah tersisa derai tangis si lemah

Terasa pilu akan waktu
Sedang buntu tanpa lanjutan
Ini mengenai hati yang telah mati

Lantangnya suara begitu mendesak untuk segera tiba sedang dirinya tak bergerak sama sekali

Seberapa jauh pun usaha akan pembangkitannya kembali pada dirinya sendiri

Semua itu adalah sia-sia karena baginya semuanya telah lagi seperti yang seharusnya.

Alam begitu berkonspirasi untuk mendukungnya atas semua kelemahannya

Mendatangkan sang hujan padahal tadinya matahari begitu gagah bersinar

Perbuatan tak bertuan itu sudah berjalan dalam beribu masa hanya saja kamulah yang paling terkahir mengetahuinya

Pulang dan berbaliklah
Berhenti atas usaha besar itu
Jiwanya tidak memerlukan sosokmu

Redupnya sudah berkuasa dan kamu takkan menang menyingkirkan semua itu.

Silahkan Komentar
Berita sebelumyaAnya Alvaro #06
Berita berikutnyaManfaat Kaktus Bagi Kesehatan
Menulis itu sebuah pengembangan dalam diri, dengan jalur ini mungkin sebagian keresahan hati. Maka dari itu saya menyukai dunia literasi dapat mengungkap berbagai genre cerita dan memotivasi para pembaca di waktu yang sama.
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here