Antar Rasa

0
200
views

Kala debar tak lagi samar
Genggam rasa berpadu mesra
Awan putih berjalan sendu
Buntu, tanpa arah yang pasti

Langit biru yang teringini
Dentum ombak saling berlomba
Taluan rindu dalam ruas semu
Sejenak, terhenti bersama waktu

Besarnya rasa hadirnya luka
Layaknya karang tanpa bantuan
Kukuh dan keras kepala itu hadir
Terhenti, napas memburu dibalik kata

Andai waktu ingin bekerja sama
Rasa akan mengimbangi tanpa imaji
Semu hanya akan menjadi penghias
Dan nyata, manik retina saling bertemu

Jemari terikat tanpa renggang sedetik
Senyum menawan akhirnya datang
mengalahkan senja tanpa juang
Tawa gemaan yang begitu merdu nyata

Dua jiwa yang sebelumnya teruji
Saling berlalu bahkan begitu asing
Sapa adalah mustahil
Sedang merindu dibalik raga tegar

Kini, keduanya saling bersisian
Berbincang berteman tawa selaras
Melupakan malam yang kini menyapa
Menuntaskan rindu yang bertumpuk

Antar rasa, telah kembali pulang
Menemukan arah yang terlewatkan
Mengenggam erat jemari tanpa ragu
Tertemui tanpa kesamaran dan semu

Kini rumah itu telah berpenghuni
Dua jiwa yang kini benar-benar ada
Mereka akhirnya memilih menetap
Berjuang akan masa depan.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here