Waspada Bagi Pemudik, Ini Dia Titik Rawan Kejahatan di Jalur Pantura Probolinggo

0
232
views
Situasi siang hari di jalan raya Bentar (befren.com)

befren.com – “Kejahatan itu bukan karena dari niat pelakunya, tapi karena ada kesempatan.”

Dari beberapa kasus kejahatan juga dilatarbelakangi dari niat pelaku. Momen lebaran di hari yang fitri yang seharusnya menjadi sarana memupuk niat yang baik justru jadi kondisi mendorong orang memiliki niat yang tak baik hingga harus berbuat jahat seperti mencuri.

Tuntutan kebutuhan ekonomi rumah tangga yang tinggi jelang lebaran, apalagi di saat kondisi ekonomi lesu, bisa mendorong seseorang memiliki niat melakukan pencurian. Beberapa kejahatan ringan atau biasa kerap menjadi pemberitaan media massa jelang lebaran.

Semakin hari lebaran semakin dekat tinggal menghitung hari, Satreskrim Polres Probolinggo mulai memetakan titik-titik rawan tindak kriminal di jalanan. Bahkan, telah disiapkan tim khusus untuk mencegah dan mengantisipasi kejahatan jalanan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto menegaskan, ada beberapa titik yang rawan tindak kriminal di sepanjang jalur mudik di Kabupaten Probolinggo. Sehingga, perlu diwaspadai, supaya tidak terjadi hal yang merugikan kepada para pemudik.

”Ada tiga titik di jalur mudik Kabupaten Probolinggo yang rawan tindak kriminal,” katanya.

Yaitu, di wilayah Malasan, Kecamatan Tegalsiwalan; jalan raya Bentar, Kecamatan Gending dan jalan raya Paiton. Di tiga titik ini menurutnya, kondisi jalan minim penerangan, juga jauh dari pemukiman. Sehingga, sangat mungkin jadi pilihan pelaku kejahatan jalanan untuk melancarkan aksinya.

”Jalan raya Gending itu tidak hanya di jalur pantai Bentar yang rawan. Kalau dari arah Surabaya, sebelum dan sesudahnya juga cukup rawan kejahatan jalanan,” katanya.

Untuk antisipasi adanya tindak kejahatan Kasat Reskrim, dan pihaknya sudah membentuk tim khusus. Mereka secara bergilir akan bertugas menjaga. Terutama saat malam hari. Sebab, kerawanan paling tinggi terjadi malam hari.

Dia pun mengimbau agar pengguna jalan raya, terutama pengendara motor, tidak melintas sendirian. Paling tidak ada dua sampai tiga motor beriringan saat melintasi titik rawan.

”Tindak kriminal paling rawan di jalan itu adalah pencurian dengan kekerasan (curas). Mulai dari jambret, perampasan motor sampai pembegalan,” ungkapnya.

Kondisi itu dikatakan Kasat Reskrim, membuat pihaknya lebih dulu melakukan pencegahan. Yaitu memburu para DPO-DPO dan memastikan tidak ada di wilayah Kabupaten Probolinggo. Termasuk mendatangi para pelaku residivis, untuk memastikan tidak lagi melancarkan kejahatannya.

”Kami sudah lakukan pencegahan dan antisipasi. Tetapi, tetap butuh dukungan dari masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati juga,” terangnya.

Bagi masyarakat yang terpenting tak memberikan kesempatan-kesempatan, apalagi kepada orang-orang yang berniat jahat. Kewaspadaan adalah kata kuncinya. Selamat berlebaran dengan aman dari kejahatan. (BMG)

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here