Warga Alami Krisis Air Bersih Akibat Kemarau

0
118
views
Ilustrasi

befren.com – Dampak dari kemarau ini, sebagian wilayah Indonesia merasakan suhu dingin saat dini hari menjelang pagi, kemudian berganti menjadi panas menyengat sejak siang hingga sore hari.

Musim kemarau berkepanjangan mengakibatkan ribuan warga di Tulungagung, mengalami krisis air bersih. Sumur dan sumber air yang biasa digunakan warga, banyak yang mengering.

Menurut BMKG, kemungkinan besar kemarau tahun ini akan lebih lama dari biasanya, yang berarti akan memicu kekeringan lebih lama juga.

Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG Indra Gustari mengatakan, ancaman kekeringan panjang pada musim kemarau tahun ini disebabkan oleh curah hujan yang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia dalam kategori rendah dibanding biasanya.

Krisis air bersih sejak pertengahan musim kemarau, sekitar 2 bulan lalu. Ratusan kepala keluarga di Dusun Banaran, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, mengalami krisis air bersih. Sebagian besar sumur milik warga tidak lagi mengeluarkan air, jikapun ada debitnya sangat kecil. Air pipanisasi juga tidak lagi mengalir lancar, karena sumber air juga mengecil.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga terpaksa harus membeli air. 1 drum berisi sekitar 200 liter air, dengan harga antara Rp 10 ribu – Rp 12 ribu. Bahkan warga memilih mencuci di sungai untuk menghemat air.

Amin Ansori, Petugas BPDB Tulungagung mengatakan, selain di Dusun Banaran, krisis air bersih juga terjadi di beberapa dusun lain di Desa Kalibatur. Di antaranya, Dusun Krajan, Dawung, dan Darungan.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here