Uang Tabungan Ludes 34 Juta, Modus Penipuan Internet Banking

0
973
views
Ilustrasi mata uang koin

befren.com – Penipuan kerap banyak terjadi di kalangan masyarakat dan ini sudah terjadi dari waktu ke waktu mulai dari datang langsung kepada korban dan melalui telpon atau SMS dengan dalil anda mendapatkan uang senilai 1 miliar, anda mendapatkan hadiah 1 unit mobil BMW, Nomer anda terdaftar layak mendapatkan hadiah dan lain sebagainya. Dan tidak jarang yang mengaku polisi bahwa anaknya, saudaranya sedang berada di kantor polisi. Wah! banyak sekali modus penipuan. Tak hanya itu saja penipuan banyak menggunakan trik-trik yang bisa membuat korban lengah. Hal ini telah dialami Su (31), warga Ngancar, Kabupaten Kediri.

Su yang tinggal di Nglegok, Kabupaten Blitar merupakan korban dari, korban penipuan online dengan modus lewat pesan singkat (SMS) internet banking.

Dengan kejadian tersebut uang tabungan korban sebesar Rp 34 juta di bank ludes dikuras pelaku tersebut.
Setelah mengalami hal ini, korban langsung melaporkan kasus itu ke Polres Blitar Kota.

“Korban warga Kabupaten Kediri, tapi berdomisili di Nglegok, Kabupaten Blitar. Kejadiannya di Nglegok, makanya melapor ke kami,” kata Kasubag Humas Polres Blitar Kota, Ipda Syamsul A, Selasa (28/8/2018).

Kasus penipuan saat ini banyak variasi membuat seolah-olah bahwa pelaku tersebut adalah seorang yang profesional dengan menghias gaya bahasanya seperti dari pihak bank, saat itu bermula ketika korban mendapat pesan singkat dari internet banking.

Modus penipuan ini adalah pesan singkat internet banking itu berupa M-Token atau kode pengaman yang berjumlah 30 angka.

[artikel number=4 tag=”peristiwa” ]

Selang beberapa menit kemudian, korban kembali mendapat pesan singkat internet banking juga berupa kode pengaman yang jumlahnya 30 angka.

Tapi angka kode pengaman dalam pesan singkat internet banking yang kedua ini berbeda dengan pesan singkat pertama.

Setelah menerima pesan singkat internet banking, korban mendapat telepon dari orang tak dikenal.
Penelepon tak dikenal ini, meminta korban mengirimkan angka kode pengaman itu ke nomor ponsel pelaku.

Su tanpa berpikir panjang mengirimkan angka kode pengaman yang diterima dari pesan singkat internet banking itu ke nomor pelaku.

Mengapa hal ini masih menjadi trend di kalangan masyarakat dan mengapa juga masih percaya dengan hal semacam itu. Padahal sudah banyak yang mengalami hal yang sama mengapa tidak berpikir hal-hal yang telah terjadi sebelumnya. Apa boleh buat  nasi sudah menjadi bubur yang sudah terjadi tidak bisa di replay lagi, akan tetapi dengan kejadian tersebut berharap untuk tidak menanggapi yang tidak jelas. Jika penasaran datanglah langsung ke bank dan bisa menayakan apakah benar tentang adanya pemberitahuan ini? apakah benar ada program ini dan lain sebagainya. Intinya jangan terburu-buru apalagi kalau melihat akan diberi hadiah, akan mendapatkan uang, nanti konsentrasi ketergiuran akan tertarik kepada hal tersebut memang pelaku melakukan tindakan-tindakan persuasif untuk menggait korban. Dan meskipun demikian jangan pernah ketemuan diluar, nanti bisa jadi makanan empuk, bisa jadi pelaku ngaku-ngaku dari pihak instansi itu, sebagai masyarakat kita harus smart agar tidak kecolongan lagi. Selesai mengirim pesan singkat berisi angka kode pengaman ke pelaku, korban bercerita ke temannya.

Mendengar cerita itu, temannya memperingatkan korban agar berhati-hati dengan modus penipuan lewat pesan singkat internet banking.

Salah satu temannya korban, meminta korban agar segera mengecek saldo tabungannya di bank.

Karena mendengar temannya mengatakan demikian kekhawatiran mulai berada diubun-ubun, korban segera mengecek saldo tabungannya di bank.

Saat dalam pengecekan, korban kaget begitu melihat saldo tabungannya di bank.

Saldo tabungan milik korban berkurang Rp 34 juta.

Su langsung sadar, bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan, korban segera melapor ke polisi.

Ipda Syamsul mengatakan masih menyelidiki kasus penipuan itu. Korban sudah menyerahkan barang bukti berupa salinan transaksi di bank.(BM)

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here