Tim Satgas Anti Narkoba Polda Jatim Sempat Disuap Dua Ember uang untuk Menutup Kasus Sabu Senilai Rp 50 Miliar

0
261
views

befren.com – Polisi berhasil membongkar sindikat pengedar narkoba di Sokobanah, Sampang, Madura dan sempat diwarnai upaya penyuapan. Tim Satgas Anti Narkoba Polda Jatim ditawari dua ember uang untuk menutup kasus tersebut.

Antonius juga menyampaikan, pihaknya tetap bersinergi dengan Tim Satgas Merah Putih untuk membongkar Sindikat Sokobanah. Selain berjibaku memberantas pengedaran narkoba, pihaknya juga harus tangguh melawan suap yang kerap menerpa.

Beberapa oknum yang mendekati penyidik agar menghentikan kasus tersebut. Tak main-main, oknum tersebut membawa dua ember berisi uang pecahan 100 ribuan untuk menyuap petugas.

Sabu seberat 50 kg itu disembunyikan dalam tong-tong bekas cat kiloan yang berhasil disita petugas. Dalam pengungkapan itu, petugas gabungan yang terdiri dari Satnarkoba Polda Jatim, Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, TNI dan juga petugas Bea Cukai serta Polres Bangkalan dan Sampang menangkap lima tersangka yang terdiri dari sepasang pasutri dan tiga orang yang diduga oknum kepolisian polres Sampang, Madura.

Sebelumnya diberitakan, polisi membongkar jaringan narkoba dari Sokobanah, Sampang. Jaringan tersebut memesan narkoba dari Malaysia.

Polisi menggagalkan lima transaksi sabu dengan berat 50 kilogram. Sabu ini ditaksir senilai Rp 74 miliar. Puluhan kg sabu tersebut diamankan sejak Februari hingga Juli 2019

Saat ini, dua tersangka yang diungkap identitasnya adalah Samsul Hadi (42) dan Niatun, warga Dusun Nong Kesan Temberu Sokobanah, Sampang, Madura.

Untuk masuk ke dalam kawasan Sokobanah, petugas gabungan perlu kewaspadaan ekstra. Tak hanya itu, helikopter milik TNI juga dikerahkan untuk dapat masuk ke titik di mana narkoba disimpan. Tiga pleton Brimobda Jatim pun juga diterjunkan.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKPB Antonius Agus Rahmanto menjelaskan jika penggunaan helikopter ialah sebagai bukti satgas anti narkoba serius untuk mengamankan barang bukti.

Akpol 2000 itu menyebut, ada dua rumah yang disinyalir menjadi gudang narkotika di Sokobanah. Kedua rumah itu dimasuki petugas pada 9 Juli lalu. Di dalam rumah, ada seorang tersangka perempuan yang juga diamankan. Dalam perkembangannya, rekaman CCTV diambil petugas mengidentifikasi ada empat tersangka laki-laki yang di antara ketiganya diduga oknum polisi Polres Sampang.

Disinggung terkait oknum polisi dari Polres Sampang yang terlibat, Kapolres Sampang, AKBP Budhi Wardiman menyebut masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya enggan berkomentas pasti apakah tiga oknum tersebut turut serta pada sindikat narkoba skala besar ini.

Identifikasi polisi menyebut, sabu sebanyak itu merupakan selundupan asal Malaysia. Sabu-sabu itu dikirim berkala menggunakan jalur laut dan darat hingga sampai ke Madura.

Barang bukti yang disita, 8 galon cat diduga berisi sabu 22,13 Kg, sebuah tutup botol heavy duty Grease diduga berisi 13 bungkus sabu, 4 buah tube sealen berisi 11 bungkus sabu, 7 unit HP, satu buku tabungan, ATM dan satu unit mobil Calya.

Setelah disita, sabu-sabu tersebut kemudian dimusnahkan secara bersama-sama di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Diperkirakan nilai sabu tersebut mencapai Rp 50 miliar.

Sementara itu Direktur Ditreskoba Polda Jatim Kombes SG Manik, menambahkan hasil besar ini masih ada kaitannya dengan penangkapan sebelumnya. Di mana, tim satgas telah memonitor adanya pengiriman kembali narkotika jenis sabu yang dikirim dari jaringan Myanmar-Malaysia-Pontianak-Jakarta-Surabaya melalui jasa pengiriman atau ekspedisi.

Dari hasil interogasi, tersangka Nie mengakui perbuatannya telah menerima 48 galon cat berisi sabu dengan dikendalikan oleh seseorang berinisial BS dengan diberikan uang jalan sebesar Rp 8 juta pada saat di Surabaya dan tambahan Rp 5 juta saat di Pontianak (total Rp 13 juta). Serta dijanjikan komisi uang lebih besar lagi jika sabu tersebut sampai Surabaya (komisi sebesar Rp 200 juta).

Kini, tersangka dan barang bukti sudah diamankan guna penyidikan lebih lanjut. Dan atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here