Suami Menempuh Pendidikan pascasarjana, Malah Isteri Digerebek dengan Pria Lain

0
57
views

befren.com – Hal ini sudah marak terjadi di beberapa wilayah termasuk di jalan Bukit Raya RT 13, Kelurahan Kasongan Lama Kecamatan Katingan Hilir, Kalimantan Tengah (Kalteng), dihebohkan oleh penggerebekan terhadap dua sejoli yang diduga berselingkuh.

Waktu penggerebekan, terhadap sejoli yang sama-sama berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) itu tengah asyik melakukan hubungan layaknya suami isteri.

Sejoli bukan muhrim yang digerebek tersebut adalah YUS, 52, seorang ASN di Dinas Pertanian Kabupaten Katingan yang saat ini diperbantukan di Sekretariat Bawaslu setempat. Sedangkan yang perempuan adalah IR, 27, seorang ASN perawat di RSUD Mas Amsyar Kasongan.

Penggerebekan yang terjadi sekitar pukul 00.00 Wib itu dilakukan oleh D, 35, yang merupakan suami sah IR. Menurut D yang juga seorang ASN, terbongkarnya perselingkuhan sang istri berawal dari laporan anaknya yang menyampaikan bahwa melihat ada seorang pria berada di rumah mereka sejak sekitar pukul 21.30 Wib.

Mendapat informasi tersebut, D yang saat itu tengah berada di Palangka Raya karena sedang menempuh pendidikan pascasarjana, langsung berangkat ke Kasongan. Secara diam-diam D melakukan pengamatan, dan ternyata benar di dalam rumah ada seorang laki-laki.

“Sekitar pukul 23.00 Wib saat saya cek, ternyata memang benar masih ada laki-laki itu di rumah saya. Kemudian saya minta tolong tetangga untuk polisi agar bersama-sama menyaksikan penggerebekan itu.

Sekitar 1 jam kemudian saat polisi tiba, D lalu menggerebek rumah tempat istrinya dan Yus diduga tengah berduaan. “Saat itu, istri saya dan laki-laki itu sedang berada di kamar dan mereka semuanya tidak mengenakan busana,” imbuh D.

Polisi pun kemudian mengamankan kedua insan berlainan jenis yang digerebek tersebut ke Mapolsek Katingan Hilir.

Sementara itu ketika dikonfirmasi, Kapolsek Katingan Hilir Iptu Nurheryanto H membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Menurut Nurheryanto, sebenarnya dirinya berupaya ingin melakukan mediasi antara suami istri tersebut.

Ancaman hukuman kasus perzinahan itu hanya maksimal 9 bulan saja. “Namun suaminya ingin kasus ini diproses. Ya kami siap memprosesnya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sekarang keduanya masih dalam pemeriksaan anggota,” pungkasnya.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here