Siswi SMP di Kalimantan Utara Diculik, Disetubuhi dan Mengancam Korban

0
124
views
Ilustrasi

befren.com – Seorang siswi salah satu SMP, nama samaran (Bunga) menjadi korban kebejatan seorang pria berinisial RI. Tindak kejahatan terjadi di Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Dari keterangan kepolisian, Bunga diculik RI pada Sabtu (11/5) lalu. Dan, dibawa ke pondok kosong di sekitar jalan menuju arah Kecamatan Tanjung Palas. Di pondok tersebut. Sebelumnya, RI mengancam akan membunuh Bunga jika nafsu bejatnya tidak dilayani. Karena Bunga dalam keadaan ketakutan, sehingga bunga hanya bisa pasrah.

Setelah melakukan tindakan bejat, RI pun mengantar korbannya ke rumah sakit, dan memberikan uang sebesar Rp 50 ribu. Bunga diantar ke rumah sakit karena ibunya sedang menjaga adiknya yang sedang dirawat.

Namun, kejadian tersebut baru dilaporkan korban bersama orangtuanya ke polisi pada Kamis (16/5) lalu. Tak butuh waktu lama bagi tim Jatanras Direktorat Krimum Polda Kaltara menciduk pelaku. RI berhasil ditangkap di Jalan Sengkawit, Jumat (17/5).

Kabid Humas Polda Kaltara AKBP Berliando mengungkapkan, peristiwa penculikan tersebut terjadi ketika Bunga baru pulang sekolah. Kendaraan yang dikemudikan RI menghampiri korban.

Awalnya, RI menggunakan itikat jelek dengan beralasan meminta bantuan Bunga untuk mengambil sebuah sepeda di masjid. Permintaan itu pun dituruti, karena Bunga tidak menaruh curiga kepada RI.

Terungkapnya identitas pelaku, lanjut Berliando, karena pengakuan korban yang menyebutkan ciri-ciri pelaku dan mobil yang digunakan. Yakni, sebuah mobil pikap warna hitam, les merah seperti gambar api di samping kanan dan kiri bodi mobil.

Usai mendapatkan keterangan korban, tim langsung melakukan pencarian. Dan, akhirnya ditemukan mobil seperti yang disampaikan korban sedang antre di SPBU Jalan Sengkawit.

“Anggota langsung mendekati pemilik mobil dan memperhatikan ciri-cirinya. Setelah dicermati, sesuai dengan keterangan yang diberikan korban,” ujar Berliando.

Atas aksi bejatnya, RI dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here