Sikat Gaji Pekerja Rp 407 Juta dengan Menghunuskan Parang

0
383
views
Ilustrasi

befren.com – Rianto dan Mujahit berteriak keras di dalam pabrik baja Desa Tambak Kemerakan, Krian, Sidoarjo. Namun, tidak ada satu pun pegawai yang berani mendekat kemarin siang (2/8).

Dua perampok terlihat menghunus parang. Mereka merenggut uang Rp 407 juta dari tangan Rianto. Itu uang gaji karyawan.

Perampokan tersebut terjadi menjelang salat Jumat. Pukul 11.15 Rianto, 45, dan Mujahit, 40, baru sampai pabrik yang berlokasi di kilometer 29,3 Jalan Bypass Krian. Keduanya turun dari mobil Toyota Calya, lalu masuk pabrik bernama PT HK Krian.

Tampaknya, dua pegawai itu baru pulang dari mengambil uang di bank di Jalan Kauman, Krian.

Rianto membawanya dalam amplop cokelat. Dibungkus kresek merah. Turun dari mobil, Rianto dan Mujahit dengan santai berjalan kaki.

Mereka sangka semua baik-baik saja. Aman. Sampai seseorang tiba-tiba muncul dari belakang. Dia merebut paksa tas kresek itu.

Rianto tentu kaget. Begitu juga Mujahit. Namun, keduanya tidak mampu berbuat banyak. Sebab, perampok itu menodongkan parang. Tajam.

”Korban ketakutan,” ucap Kapolsek Krian Kompol Kholil.

Rianto dan Mujahit sebenarnya sudah berteriak. Meski begitu, tidak ada pegawai lain yang berani mendekat.

Mereka juga takut. Sebab, pelaku terlihat begitu berani. Beraksi di dalam pabrik dan disaksikan para pekerja.

Berhasil merebut paksa uang dalam tas kresek, penjahat itu menghampiri temannya yang masih duduk di atas sepeda motor. Setelah itu, keduanya tancap gas. Kabur ke arah Balongbendo.

Riyanto dan Mujahit cepat-cepat melapor ke polisi. Kholil mengatakan, perampok berjumlah dua orang. Mereka memakai penutup wajah.

”Larinya ke barat,” katanya. ”Gerbang pabrik kebetulan terbuka. Jadi, pelaku bisa leluasa ikut masuk pabrik,” tambahnya.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi. Termasuk Riyanto dan Mujahit yang masih gemetar. Untuk sementara, pelaku ditengarai tidak hanya dua orang.

Mereka berkomplot. Sebab, di luar gerbang pabrik ada dua orang lain yang juga stand by dengan sepeda motor.

”Pegawai pabrik juga melihat dua orang asing berhenti. Berboncengan motor,” ucap Kholil.

Polisi menengarai komplotan bandit jalanan itu telah merencanakan aksi tersebut dengan matang.

Modusnya rapi. Ada yang bertugas sebagai eksekutor. Yang lain mengawasi di luar lokasi, mengantisipasi jika terjadi sesuatu.

Kholil menyatakan akan menghimpun petunjuk-petunjuk lain. Baik rekaman CCTV maupun keterangan saksi-saksi di lokasi lain yang bisa membantu. Dia berharap kejadian itu bisa secepatnya terungkap.

sumber : jawapos

Silahkan Komentar
Berita sebelumyaCara Membuat Nasi Kandar
Berita berikutnyaOur Secret #07
Cintailah seseorang dari kekurangannya, dan suatu saat kamu akan pantas mendapatkan yg terbaik darinya
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here