‘Puspawarni’ Merupakan Tema Surabaya Vaganza 2019, Akan Digelar Hari Minggu

0
135
views

befren.com – Pemerintah Kota Surabaya akan kembali menggelar acara Surabaya Vaganza untuk memeriahkan hari jadi Kota Surabaya ke-726. Acara tahunan ini rencananya digelar pada Ahad (24/3). Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya Vaganza tahun ini mengusung tema Puspawarni. Tema ini merupakan penggabungan dari dua kata, yaitu “puspa” dan “warni“.

Puspa memiliki arti bunga, sementara “warni” berarti corak atau rupa yang beraneka ragam. “Jadi, puspawarni adalah bunga yang memiliki corak dan rupa yang beraneka ragam,” kata Antiek saat jumpa pers di Humas Pemkot Surabaya

Menurut Antiek, dengan tema ini maka Surabaya Vaganza 2019 ini memiliki simbol keanekaragaman warna-warni yang terdapat di Indonesia. Dengan tema “Puspawarni Indonesia” diharapkan dapat mempersembahkan keanekaragaman warna-warni seni dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.

Ia juga memastikan bahwa acara ini akan diikuti oleh 40 mobil hias yang didesain dengan sangat menarik dan diikuti pula oleh 37 peserta parade budaya dari berbagai komunitas, suku bangsa, siswa, mahasiswa dan warga Surabaya serta beberapa grup drumband. “Total nanti ada 77 peserta yang siap memanjakan mata warga Kota Surabaya dan para pengunjung,” kata dia.

Dari sekian peserta itu, ada tim istimewa yang baru ikut pada tahun ini. Tim itu adalah dari Polrestabes Surabaya dan Polres Tanjung Perak, sehingga mereka tidak hanya terlibat dalam pengamanan saja, tapi mereka juga akan terlibat aktif menjadi peserta dalam acara ini. “Pihak Polrestabes dan Polres Tanjung Perak nanti akan mengamankan sepanjang jalur dan juga terlibat menjadi peserta,” ujarnya.

Peserta istimewa lainnya adalah para wali kota yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Para wali kota ini sedang menggelar acara rapat koordinasi Komisariat wilayah IV (RAKORKOMWIL IV) di Surabaya, sehingga dalam rangkaian acaranya nanti akan mengikuti Surabaya Vaganza 2019.

“Para wali kota ini nanti akan gabung di Surabaya Vaganza dengan menaiki mobil wilis. Kami sudah menyiapkan 20 mobil wilis yang juga dihias dengan bunga-bunga. Sudah banyak wali kota yang konfirmasi ikut, hanya satu dua mungkin yang tidak bisa ikut,” tegasnya.

Antiek menjelaskan, rute Surabaya Vaganza 2019 ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini, Surabaya Vaganza mulai start dari Jl. Pahlawan dan berakhir di Jl. Raya Darmo tepatnya di depan SMAK Santa Maria. Mobil hias dan peserta parade budaya akan melewati rute Jl. Pahlawan, Jl. Keramat gantung, Jl. Gemblongan, Jl. Tunjungan, Jl. Gubernur Suryo, Jl. Panglima Sudirman, Jl. Urip Sumoharjo, Jl. Raya Darmo dengan finish di SMAK Santa Maria.

“Setelah finish di depan SMAK Santa Maria, mereka akan lurus terus dan baru boleh melakukan bongkar bunga-bunganya di samping Masjid Al-Falah. Jadi, berbeda dengan tahun lalu,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan bahwa agenda tahunan ini menjadi bagian dari produk industri pariwisata di Surabaya. Harapannya, agenda ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari sektor wisata, sehingga pihak perhotelan dan restoran di Surabaya juga ikut mempromosikan agenda besar ini. “Agenda ini sudah ‘dijual’ sejak akhir tahun 2015. Agenda ini ikut masuk dalam promo hotel dan restoran di Surabaya,” sambung dia.

Khusus untuk tempat parkir di lokasi finish, Dishub sudah menyiapkan parkir khusus bagi parkir VIP, yaitu di halaman Santa Maria. Sedangkan parkir undangan bisa di Jalan Polisi Istimewa, Jalan Bintoro (sisi barat dan timur), Jalan Tumapel, Jalan Mojopahit (sisi barat dan timur), Jalan Ronggo Lawe, Jalan Dr. Wahidin, Jalan MH Tamrin.

“Nah, khusus bongkar kendaraan hias, kami sudah sediakan di depan Taman Bungkul, depan Masjid Al-Falah dan Jalan Marmoyo, kami harap para peserta memperhatikan ini,” pungkasnya.

“Dengan tema itu, kali ini kami ingin menunjukan keaneragaman budaya yang dimiliki Indonesia,” tambah Antiek.

Antiek melanjutkan, Surabaya Vaganza pada tahun ini akan diikuti 40 mobil hias dari 38 peserta parade budaya dari berbagai komunitas, suku bangsa, siswa, mahasiswa dan masyarakat Kota Pahlawan sendiri.

“Ada juga drumband dan perwakilan dari mahasiswa asing yang sedang studi di Surabaya. Untuk totalnya ada 78 peserta,” ujar Antiek.

“Bagi warga yang akan menonton bisa di sepanjang jalan itu. Karena kita menghindarkan penonton menumpuk di Taman Bungkul,” tandasnya.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here