Perbuatan Bejat Ayah Ikat Anak Kandungnya di Hadapan Istri

0
125
views

befren.com – Demi memuaskan nafsu bejatnya, dia tak segan-segan menggauli anak kandung sendiri. Dua anak kandungnya, buruh pabrik kayu di Palaran, Paijo (67), akhirnya dijebloskan ke penjara Polsek Palaran. Dia diduga mencabuli 2 putri kandungnya sendiri hingga selama 7 tahun. Bahkan, Paijo menyumpal mulut putrinya dengan baju dan kain, juga tak segan mengikat putrinya dengan kabel seterika perbuatan Paijo tidak bisa diterima nalar.

Bahkan, tak jarang dia melakukan hal keji itu di depan sang istri. Tindakan inses itu telah dia lakoni sejak 2012, tidak lama setelah keluarga kecilnya pindah ke Samarinda, Kalimantan Timur.

Tindakan asusila Paijo terbongkar setelah sang anak tertua, sebut saja Andini, 18, melarikan diri dari rumah. “Dia (Andini) bahkan sempat dikejar-kejar sama pelaku, tapi lolos dan sembunyi,” ujar Kapolsek Palaran Kompol Raden Sigit Satrio Hutomo.

Dalam pelarian, Andini diselamatkan seseorang. “Ada orang yang temui saya saat memantau penghitungan suara pemilu, orang itu yang cerita semua,” sambung Sigit. Polisi pun bertindak dengan membawa Andini ke rumah aman, di Samarinda Utara.

Sementara itu, Paijo, sebelum ditetapkan tersangka, sempat bertandang ke polsek, Jumat (3/5). Dia datang untuk melapor bahwa anaknya hilang.

“Kami sebenarnya sudah terima laporan, karena belum gelar perkara makanya tidak langsung kami tahan,” sambung Sigit.

Untuk mengungkap perbuatan keji Paijo, polisi memeriksa pelaku dan korban secara terpisah. Mencocokkan keterangan. Andini sempat mempraktikkan perbuatan ayah kandungnya kepada penyidik polisi wanita (polwan).

Perbuatan tak senonoh itu dia rasakan sejak berusia 11 tahun. Agar kedua putrinya tidak hamil, pelaku lantas menyuruh istrinya meminumkan pil KB kepada kedua putrinya itu.

“Istrinya memang tahu, tapi kondisinya di bawah tekanan suami,” ungkap Sigit.

Jadi, dalam kasus ini, ibu korban tidak dilibatkan dalam perkaranya. Istri diminta tak buka mulut kepada tetangga.

Pelaku mengakui perbuatan itu dilakukan di kediamannya, Jalan Rambutan, RT 46, Bukuan, Palaran. Selain Andini, adik kandungnya, sebut saja Andina, 16, mendapat perlakuan serupa.

Bedanya, sang adik sudah menikah. Dalam sepekan, Paijo menggerayangi seorang anaknya hingga tiga kali. “Karena korbannya dua, kemungkinan setiap hari melakukan itu,” tegas Sigit.

Ditanya tentang perbuatannya oleh awak media, Paijo melantur. “Ada orang yang enggak suka sama saya, anak saya dibawa kabur,” akunya.

Namun, dia tak bisa menampik perbuatan keji itu. “Ya, benar. Saya sangat menyesal,” ucapnya dengan wajah tertunduk.

Akant tetapi, sebelum ditetapkan tersangka, pria dengan rambut ditumbuhi uban di sebagian kepalanya itu sempat mengelak dan tak mengakui perbuatannya.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here