Pembantu Rumah Tangga Dibekuk Polisi Karena Mencuri Berlian Senilai Rp 850 Juta Milik Majikannya

0
90
views

befren.com – Kepolisian Resor (Polres) Malang Kota membekuk mantan pembantu rumah tangga alias PRT, ditangkap polisi saat sedang bersama kekasihnya di salah satu vila di Songgoriti Kota Batu, Jatim, Dwi Ista Yulianti (42) dibekuk lantaran diduga mencuri 13 jenis perhiasan berlian bernilai Rp 850 juta milik majikannya. Dia ditangkap di Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Selain itu, polisi juga membekuk dua penadah yang merupakan pasangan suami istri, Didik Setiawan (36) dan Sih Suwarni (35).

Aksi pencurian tersebut dilakukan saat Yuliati masih bekerja di rumah majikannya, dr Lisa Setyawati, yang tinggal di Jalan Borobudur Agung Barat, Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru.

Meski kejadiannya sudah beberapa waktu lalu, namun korbannya baru menyadari perhiasannya raib 3 Juli lalu. Janda satu ini pun akhirnya dilaporkan ke Polres Malang Kota.

”Pelaku kami tangkap saat bersama kekasihnya di Songgoriti,” kata Kompol Arie Trestiawan, Wakapolres Malang Kota.

Dia menjelaskan, pelaku bekerja selama enam bulan di rumah korban. Saat majikannya berlibur ke Jakarta dari bulan April hingga Mei lalu, pelaku pamit berhenti bekerja. ”Langsung keluar begitu saja,” beber Arie.

Saat itu, korban belum menyadari jika perhiasan bernilai ratusan juta rupiah yang disimpan di bawah tempat tidurnya itu sudah raib dicuri. Korban awalnya hanya curiga ada beberapa koleksi baju miliknya yang hilang.

Akhirnya dia pun curiga ada barang berharga lainnya yang ikut hilang. ”Saat dicek ternyata perhiasan dengan surat-suratnya hilang,” jelasnya.

Dalam paparan Arie, total ada 13 perhiasan yang diembat. Mulai dari cincin dan kalung yang memiliki nilai kurang lebih sekitar Rp 850 juta. ”Jadi, korban ini baru sadar setelah sebulan kemudian. Sedangkan pelaku sudah berhenti bulan Mei. Korban pun melapor kepada kami,” imbuhnya.

Mendapati laporan itu, kepolisian pun melakukan penyelidikan. Setelah memeriksa beberapa saksi, pelaku pencurian perhiasan berlian mengarah kepada mantan pembantu yang pernah bekerja di rumah korban. ”Setelah dilakukan penyelidikan mengarah ke mantan pembantunya,” tuturnya.

Dwisa ditangkap 3 Juli lalu. Arie menyatakan pihaknya langsung melakukan pengembangan. Hasilnya, Didik Setyawan dan Sih Suwarni yang juga pasangan suami-istri warga Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, ikut ditangkap. Keduanya menjadi penadah perhiasan emas yang dicuri Yuliati dari rumah majikannya.

”Mereka ditangkap karena menjadi penadah dan menjualnya ke toko perhiasan. Oleh keduanya, lima perhiasan dijual Rp 250 juta,” kata Arie. Sedangkan sisanya, hingga kini belum ditemukan polisi karena pelaku masih bungkam.

Sementara itu, Yuliati mengaku nekat mencuri perhiasan majikannya karena tergiur bisa mendapatkan uang banyak dalam waktu singkat. ”Buat kehidupan sehari-hari saja,” ujarnya pendek.

Kepada polisi, pelaku mengaku baru pertama kali mencuri meski sebelumnya juga pernah bekerja sebagai PRT di Kota Surabaya. Kini pelaku dijerat Pasal 363 ayat 3 KUHP subsider Pasal 362 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun penjara.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here