Pemalsu Tanda Tangan Menangis Saat Dituntut 2 Tahun Penjara

0
55
views
Ilustrasi

befren.com – Dua terdakwa menangis usai dituntut 2 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum dari Kejati Jatim.

Di dalam surat tuntutannya, Jaksa Sabetania menilai kedua terdakwa Dandy Mellanda dan Girdani Gania terbukti sah dan menyakinkan melakukan pemalsuan surat. Kedua terdakwa terbukti memalsu tanda tangan Johny Wijaya, selaku owner perumahan Metro Villa Residence di Bangkalan Madura.

Perkara berawal saat kedua terdakwa ditunjuk oleh Johny Wijaya selaku pemilik modal dan lahan untuk membangun perumahan Metro Villa Residence di Bangkalan Madura. Namun perumahan belum jadi, Johny Wijaya meninggal dunia.

Agar mendapat keuntungan dari proyek tersebut, kedua terdakwa membuat surat yang ditanda tangani Johny Wijaya. Namun Adrian Hartanto Wijaya, anak Johny Wijaya tak percaya lantaran tanda tangan dalam surat tersebut bukan tanda tangan ayahnya.

Perbuatan kedua terdakwa melanggar pasal 263 KUHP juncto pasal 55 KUHP. Atas pertimbangan tersebut, jaksa meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana selama 2 tahun penjara kepada kedua terdakwa.

Atas tuntutan tersebut, kedua terdakwa yang berprofesi sebagai kontraktor langsung menangis. Keduanya meminta majelis hakim agar membebaskan dari perkara, lantaran tidak bersalah.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here