Mengapa Air PDAM Surabaya Mati? Ini Penyebabnya

0
55
views
Ilustrasi air mati

befren.com – Proyek pembangunan basement di Jalan Yos Sudarso, Surabaya, tak hanya berimbas pada rekayasa lalu lintas. Proyek sebagai ‘cikal bakal’ dibangunnya Alun-Alun Surabaya yang digagas Walikota Tri Rismaharini, juga membuat masyarakat luas kelimpungan. Pasalnya, saluran air PDAM di sejumlah kawasan di kota Surabaya tidak berfungsi hingga tiga hari berturut-turut. Gara-garanya, pembangunan basement itu ‘menabrak’ pipa PDAM berdiamater 800 milimeter yang tertanam di Jalan Yos Sudarso.

Beberapa kawasan yang terkena dampak air PDAM mati diantaranya di kawasan Jalan Gubeng, Ngagel, Darmo, Basuki Rahmat, Yos Sudarso, dan Sedap Malam. Selain itu juga di Jalan Nias, Ambengan, Undaan, Pasar Atom, Pegirian, Wonosari, Wonokusumo, Ujung, Wonokromo dan Gunungsari.

Usut punya usut, tak mengalirnya air itu lantaran pipa PDAM berdiameter 800 milimeter yang tertanam di jalan Yos Sudarso jebol lantaran terkena alat berat untuk pembangunan basement tersebut. Berdasar data PDAM Surya Sembada, setidaknya ada 200 ribu pelanggan yang terdampak.

Informasi yang diperoleh Surabaya Pagi, untuk mengerjakan proyek basement, pipa PDAM itu harus direlokasi. Start relokasi dimulai hari Sabtu (7/9) lalu, tetapi sampai Selasa (10/9) kemarin, pemindahan pipa tidak berjalan mulus. Padahal air dari Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Ngagel II sudah telanjur dimatikan untuk proses relokasi pipa tersebut.

Untuk sementara, lanjutnya, warga memanfaatkan air sumur yang tersedia di wilayah setempat. Penggunaan air sumur itu merupakan inisiatif warga, karena air PDAM mati sejak pagi.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here