Kronologi Gadis 18 Tahun Melahirkan di Jalan dan Pria yang Menghamilinya

0
152
views

befren.com – Gadis piatu berusia 18 tahun asal Lampung yang melahirkan di pinggir jalan di wilayah Kabupaten Pringsewu, menggegerkan warga.

Tak cuma itu, sejumlah fakta mengenai latar belakang sang gadis hingga kenekatannya menggunting sendiri ari-arinya dan berjalan ke kecamatan usai melahirkan semakin membuat publik tercengang.

Kejadian gadis berusia 18 tahun melahirkan di pinggir jalan Kabupaten Pringsewu, Lampung itu terjadi pada Minggu, (7/4/2019) sekitar pukul 02.00 WIB.

Berikut fakta-fakta selengkapnya:

1. Potong Ari-ari Pakai Gunting Kuku

Gadis berinisial IR ini melahirkan di pinggir jalan dibantu temannya.

Sebelumnya, RI yang sehari-harinya hanya menghabiskan waktu di rumah selama kehamilannya, merasakan rasa mulas yang luar biasa.

Dia sudah mempunyai firasat bahwa akan melahirkan.

RI mengajak temannya untuk pergi berjalan-jalan keluar rumah.

Ia kemudian meminta temannya tersebut menjemputnya di Kecamatan Pandarsuka, Lampung.

Setelah sepakat bertemu, RI dan temannya itu kemudian menggunakan sepeda motor berjalan menuju ke Kecamatan Pringsewu.

RI saat itu mengaku bingung setelah dirinya benar-benar yakin akan melahirkan.

Sampai akhirnya, RI mengaku tidak tahan dengan apa yang dirasakannya.

Ia akhirnya berhenti di pinggir jalan.

Tak berselang lama, RI ternyata melahirkan seorang bayi perempuan di pinggir jalan tersebut.

RI mengaku bingung saat bayi mungil keluar dari perutnya.

Dalam ceritanya, RI mengaku menggunakan gunting kuku yang dibawa temannya untuk membantu persalinan.

Gunting kuku tersebut digunakannya untuk memotong ari-ari milik sang bayi.

2. Pergi ke Kecamatan

Tak langsung pergi ke rumah sakit, RI dan temannya itu justru melanjutkan perjalanan pasca melahirkan.

Dijelaskan oleh RI, ari-ari anaknya itu ditinggal di tempat dirinya melahirkan.

“Teman saya saya suruh bawa (ari-ari bayi) tapi tidak mau, katanya jijik,” tutur RI, Minggu (7/4/2019).

Setelah melahirkan, RI dan temannya memutuskan untuk pergi ke Kecamatan Pagelaran.

Baru setengah perjalanan, RI dan temannya tersebut kemudian beristirahat bersama dengan bayi yang dilahirkannya.

Mereka berdua memutuskan untuk beristirahat saat tiba di Kecamatan Ambarawa.

Di tempat istirahat itulah, seorang warga menemukan mereka berdua.

Warga juga melihat bayi RI hanya dibungkus menggunakan selembar kain.

Mengetahui kondisi tersebut, RI bersama dengan sang bayi kemudian dilarikan ke Puskesmas Ambarawa, sekitar pukul 09.30 WIB, Minggu (7/4/2019).

3. Putus Sekolah dan Tak Punya Ibu

RI ternyata tidak memberi tahu orang tuanya perihal kehamilannya itu.

Bahkan selama 9 bulan mengandung dirinya berhasil menutupi kehamilannya itu.

Ditemui di Puskesmas Ambarawa, RI mengaku bahwa selama ini orang tuanya tidak mengetahui kehamilannya.

Dijelaskan olehnya, RI adalah seorang bocah putus sekolah.

Dirinya tidak lulus mengenyam bangku sekolah dasar.

Selama satu tahun terakhir, RI mengaku tinggal bersama dengan sang ayah.

Hal tersebut lantaran ibunya meninggal dunia pada tahun 2018 lalu.

RI mengungkapkan, sang ayah bekerja sebagai sopir.

Selama ini, RI mengaku hanya tinggal di rumah dan tidak pernah pergi ke manapun.

4. Dihamili Pria yang Dikenalnya dari Facebook

Selama ini RI banyak menghabiskan waktu luangnya di rumah tempat tinggalnya itu.

Sampai akhirnya, RI berkenalan dengan seorang laki-laki di jejaring media sosial Facebook.

Dari perkenalannya itulah, RI bertemu dengan sang pria sebanyak dua kali.

Dalam pertemuannya itulah, RI mengaku melakukan hubungan layaknya suami istri dengan pria yang dikenalnya di Facebook itu.

Nahas, saat mengetahui dirinya hamil, pria tidak bertanggung jawab tersebut justru menghilang dan memutuskan hubungan pertemanan dengan RI.

5. Kondisi Bayi

Dijelaskan oleh Kepala UPT Puskesmas Ambarawa, dr Agung Wicaksono, bayi yang dilahirkan RI adalah seorang bayi perempuan dengan berat 2,8 kilogram.

Dikatakan oleh dr Agung, bayi tersebut dalam kategori bayi yang lahir normal.

“Kalau bayi prematur, beratnya di bawah 2,5 kilo gram,” kata dr Agung, Minggu (7/4/2019).

Dijelaskan oleh Agung, kondisi bayi memang sudah cukup untuk dilahirkan.

Kulit bayi perempuan tersebut sudah mulai memerah dan terlihat sudah matang.

Saat sampai di puskesmas, bayi tersebut juga menangis seperti bayi normal pada umumnya.

“Saat bayi datang, kita bersihkan tali pusarnya, menangis,” ungkap dr Agung dikutip dari TribunLampung.com.

Dijelaskan oleh sang dokter, saat ini pihak puskesmas sedang fokus merawat luka yang ada di tali pusar sang bayi lantaran digunting menggunakan gunting kuku oleh ibunya.

Terkait hal tersebut, dr Agung menilai bahwa hal tersebut tidak wajar.

Tali pusar bayi biasanya digunting dengan gunting khusus yang disterilkan.

Dijelaskan oleh dr Agung, bayi RI lahir dengan berat 2,8 kilogram dan panjang 5 centimeter.

6. Kondisi RI

Sementara itu, meski nekat melahirkan sendiri di pinggir jalan, kondisi RI juga dikatakan baik.

Dirinya hanya menderita pendarahan yang masih dalam batas normal.

Dijelaskan oleh Kepala UPT Puskesmas Ambarawa, luka robek yang diderita RI hanya karena jalan untuk lahir sang bayi.

Sampai saat ini, RI masih menjalani observasi medis di Puskesmas Ambarawa.

Dijelaskan oleh dr Agung, kondisi HB RI di bawah normal yakni 9 gram/dl.

Padahal jika normal, HB seorang perempuan di atas 11 gram/dl.

Saat ini, RI dan bayi perempuannya, sudah didampingi oleh anggota keluarganya menjalani perawatan di rumah sakit.

sumber : trbunlampung

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here