Jokowi Merencanakan Ibu Kota Pindah ke Luar Jawa, Bagaimana Tanggapan Anies?

0
55
views

befren.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku tidak mempersoalkan tentang Presiden Joko Widodo memutuskan untuk segera memindahkan ibu kota negara ke luar Jawa.

“Tadi saya sampaikan juga dalam rapat bahwa pemerintahan di Jakarta atau luar Jakarta, masalah-masalah yang di Jakarta tetap harus diselesaikan,” ujarnya di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/4).

Apalagi, lanjut dia, ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Seperti masalah daya dukung lingkungan hidup, ketersediaan air bersih, soal pengelolaan udara, pengelolaan limbah, hingga transportasi.

“Rencana pembangunan besar-besaran di Jakarta tetap jalan terus,” imbuhnya.

Apalagi, kata dia, dalam rapat disebutkan, pemindahan ibu kota hanya dilakukan pada urusan pemerintahan. Baik legislatif, eksekutif, maupun yudikatif. “Tapi yang menyangkut perdagangan investasi perbankan masih tetep di Jakarta,” pungkasnya.

“Pak Presiden juga menggarisbawahi bahwa tantangan utama di Indonesia hari ini adalah adanya ketimpangan distribusi kesejahteraan dan juga distribusi penduduk. Jawa, amat padat. Sementara daerah lain, penduduknya sedikit,” papar Anies.

Seperti diketahui, dalam rapat terbatas di Kantor Presiden Senin (29/4) siang, Presiden memutuskan untuk memindah Ibu kota ke luar Jawa. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi Jakarta yang dinilai tidak ideal untuk kota masa depan.

Selain kemacetan, daya dukung lingkungannya juga rendah. Mulai dari banjir, polusi air dan udara, hingga penurunan permukaan tanah.

Sebelumnya, Bappenas telah merampungkan kajian tahap pertama rencana pemerintahan Ibu Kota ke luar Jakarta. Kajian tersebut terfokus pada tiga wilayah yang menjadi kandidat utama pengganti Jakarta. Di antaranya, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here