Ini Ancaman Hukuman Sopir Vanessa Angel Tubagus Joddy jika Terbukti Bersalah

0
176
views

befren.com – Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Latif Usman menyatakan pihaknya akan memeriksa Tubagus Joddy, sopir Vanessa Angel. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menentukan apakah ada atau tidak tindak pidana dalam kecelakaan yang menewaskan Vanessa Angel suaminya Febri Andriansyah di Tol Jomo KM 672.

Dugaan sementara, kecelakaan tunggal itu diduga akibat sopir mengantuk sehingga mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Selain itu, Polda Jatim juga akan memberikan bantuan psikologi agar tenang.

“Kalau sudah tenang kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya, Jumat (5/11/2021).

Usman menambahkan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), mobil Mitsubishi Pajero Nopol B 1284 BJU yang ditumpangi Vanessa dan keluarganya mengalami oleng ke kiri. Setelah itu menabrak pembatas jalan berupa beton. Akibatnya, SUV tersebut terlempar ke jalur cepat sejauh 30 meter.

“Jika dilihat dari kondisi kerusakannya, kendaraan tersebut melaju lebih dari 100 km/jam. Tapi dari hasil penyidikan nanti kita akan lihat pergerakan kendaraan. Nanti akan kita ketahui kecepatannya berapa, berapa titik ukur yang ada. Kita tadi hanya memperkirakan dari hasil kerusakan kendaraan di atas 100 km/jam,” katanya.

Sementara itu, Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim Kompol Dwi Sumrahadi menegaskan, penyelidikan atas penyebab tabrakan tersebut menjadi kewenangan Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polres Jombang. Mengingat lokasi insiden tersebut terjadi di Tol Jombang-Mojokerto.

“Sebelum yang bersangkutan (sopir-red) menjalani serangkaian pemeriksaan untuk keperluan penyidikan, kami saat ini memprioritaskan pemulihan psikis maupun psikis korban selamat,” ujarnya.

Dia menambahkan, sang sopir merupakan warga Griya Melati B-1 Bubulak, Bogor mengalami luka ringan. Sedangkan, pengasuh bayi Gala, Siska Lorensa (21) warga Nanggerang RT 04/08 Cililin, Bandung Barat, mengalami luka berat yakni cedera otak sedang. “Semoga segera bisa diambil keterangannya,” katanya

Sementara itu, mengacu Pasal 310 ayat (1) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, berbunyi “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan kerusakan kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 bulan dan atau denda paling banyak Rp1 juta.

Sedangkan Pasal 311 ayat (1), berbunyi “Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp3 juta.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here