Gajah Oling Mobil Listrik ‘Made In’ Banyuwangi Bisa Tempuh 200 Km

0
304
views
Gajah Oling KM 13

befren.com – Walau masih menjadi produk perdana para mahasiswa lintas program studi, mobil listrik Gajah Oling mampu meraih juara kategori efisiensi dalam ajang KMLI di Bandung pada pertengahan November 2018. Memberikan nama Gajah Oling KM 13 begitu mereka menamakan mobil listrik ciptaannya. Yang memiliki arti, Gajah Oling diambil dari nama batik khas asli Kabupaten Banyuwangi, sedangkan KM13 diambil dari nama jalan kilometer di Politeknik Negeri Banyuwangi.

Poliwangi kemudian memberikan wadah kreatif berupa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) mobil listrik. Produk perdana mobil hemat energi ini dikerjakan 24 mahasiswa dalam waktu 5 bulan. Dengan teliti, mahasiswa mendesain, merangkai dan menggunakannya.

Berkat kerja keras serta bimbingan dosen yang selalu berada di sampingnya, mahasiswa ini sukses menciptakan mobil listrik pertamanya.

Galang menjelaskan, mobil listrik binaannya 100 persen merupakan karya mahasiswa Poliwangi, mulai dari perencanaan dan ide desain. Sementara untuk komponen bahan, 50 persen merupakan produk dalam negeri yang dirancang mandiri.

Gajah Oling KM 13

“100 persen mulainperencanaan, desain semua karya mahasiswa poliwangi. 50 persen impor bahan 50 produk sendiri,” ujarnya.

Produk buatan sendiri seperti body mobil berbahan plat baja, power steering, dan suspensi. Kemudian beberapa komponen yang masih impor seperti baterai, motor penggerak dan sistem kontrol.

Selain itu, kata Risky, mobil itu dirancang khusus untuk lintasan balap yang membuat beda dari mobil listrik yang lainnya. Dengan daya tahan charger 5-6 jam mobil listrik Gajah Oling ini mampu berjalan dengan kecepatan 50km/jam. “Ini menggunakan baterai aki 12 VA ada empat jadi ada 48 VA,” katanya.

Tak disangka karya pertama putra Blambangan ini mampu menyabet gelar pertama di ajan KMLI Polban, Bandung 2018.

“Jadi, pada saat itu anak-anak mampu mendapat juara pertama untuk kategori efisiensi. Mobil ini berhasil melahap 10 lap yang diujikan,” terang Dosen Pembimbing Pembuatan Mobil Listrik Poliwangi, Galang Sandi Prayogo.

Kini, mobil listrik Gajah Oling KM13 mampu meraih tempat di hati para mahasiswa. Tak hanya itu, produknya dapat menjadi icon baru kampus Politeknik Negeri Banyuwangi.

“Selain itu juga salah satu bentuk dukungan mahasiswa yang menjadi agen perubahan negeri untuk mendukung program pemerintah tentang pengembangan mobil listrik, dan membuat mahasiswa lebih mengekpresikan diri untuk mampu keluar mengahrumkan nama Poliwangi,” ungkapnya.

Kedepan, produk mobil listrik ini akan terus dikembangkan. Pasalnya, masih perlu sentuhan lain untuk menjadikannya lebih sempurna. Misal, dari desain, body maupun rangkaian mesin.

“Dengan terciptanya mobil listrik ini harapannya masyarakat juga memiliki keinginan dan tertarik beralih menggunakan mobil listrik buatan anak negeri yang ramah lingkungan,” pungkasnya.(PJ)

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here