Perampok Spesialis Rumah Kost Perempuan Akhirnya Dibekuk

0
31
views
Ilustrasi perampok

befren.com – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kiaracondong berhasil menangkap dua pelaku perampokan yang kerap beraksi di wilayah Kiaracondong dan Bandung sekitarnya.

Kedua pelaku yang diamankan bernama Muhamat Robi Ferdiansyah (25) dan Mujib Muhammad Alip alias Alip (24). Keduanya sudah melakukan aksi perampokan sebanyak 13 kali dibeberapa tempat di beberapa kawasan di Kota Bandung.

Bahkan dalam penangkapan salah satu tersangka, petugas terpaksa menembak kaki kanan Alip lantaran tersangka berusaha melawan dan kabur saat hendak ditangkap.

Kapolrestabes Bandung, Kombes pol Irman Sugema melalui Kapolsek Kiaracondong Kompol Asep Saepudin mengatakan, penangkapan terhadap Robi dan Alip dilakukan setelah Polsek Kiaracondong menerima laporan dua peristiwa perampokan yang terjadi di Percetakan Indowarna, Kompleks Pertokoan Benori, Jalan A Yani 501G, Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong pada Sabtu (6/4/2019) lalu pukul 05.00 WIB dan rumah kontrakan di Jalan Babakansari I RT 01/06, Kelurahan Babakansari, Kecamatan Kiaracondong pada Minggu (7/4/2019) lalu sekitar pukul 04.30 WIB.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, kata Asep, penyidik Unit Reskrim Polsek Kiaracondong mendapatkan ciri-ciri dan identitas para pelaku. “Pengejaran kemudian dilakukan intensif oleh anggota. Akhrinya pelaku berhasil diringkus di persembunyiannya kemarin malam (Selasa, 28/5/2019). Kaki kanan Alip ditembak karena berusaha melawan dan kabur saat hendak ditangkap,” kata Asep di Mapolsek Kiaracondong, Rabu (29/5/2019).

Kapolsek menuturkan, dari tangan tersangka Robi dan Alip, petugas menganankan barang bukti satu buah penutup wajah, dua bilah golok, sarung, satu unit TV LED merek Sanyo, gitar merek Yamaha, dan tujuh unit telepon seluler (ponsel).

“Kedua tersangka merupakan spesialis perampok yang kerap menyatroni tempat kos. Mereka mengincar kontrakan yang dihuni perempuan,” ujar Kapolsek.

Dalam aksinya, tutur Asep, tersangka Robi dan Ali cukup sadis. Seperti yang mereka lakukan di Percetakan Indowarna Kompleks Pertokoan Benori Jalan A Yani No 501 Cicadas pada Sabtu (7/4/2019). Keduanya berbagi peran. Robi yang melakukan perampokan, sedangkan Alip mengawasi situasi.

Setelah situasi dianggap aman, tersangka Robi masuk ke dalam ke dalam percetakan yang pintunya terbuka. Di dalam, Robi mengancam seorang karyawan dengan sebilah golok. Dia lalu mengikat korban dan membawanya ke Iantai 2.

Di sini, Robi mengumpulkan enam karyawan lainnya dalam satu ruangan sambil mengacungkan golok. Bahkan Robi merusak TV LED merek Sanyo untuk menakut-nakuti korban. Selanjutnya, pelaku memaksa para korban menyerahkan lima unit ponsel, uang tunai, satu unit rokok elektrik, dan satu buah gitar.

“Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp 11.900.000,” tutur Asep.

Perampokan dengan modus serupa, ungkap Kapolsek, kembali dilakukan oleh Robi dan Alip pada Minggu 7 April 2019 sekitar pukul 04.30 WIB. Tersangka Robi dan Alip merampok tempat kos yang dihuni perempuan di Jalan Babakansari I RT 01/06, Kelurahan Babakansari, Kecamatan Kiaracondong.

Saat kejadian, tersangka Robi mengetuk pintu kontrakan milik Suparman itu. Setelah pintu dibuka, Robi langsung masuk ke dalam rumah dengan mengacungkan golok. Sambil mengancam akan melukai, Robi mengumpulkan empat penghuni kontrakan yang semuanya perempuan dalam satu kamar. Dia lalu mengancam dan merusak satu unit ponsel milik korban.

“Kemudian tersangka Robi memaksa korban menyerahkan tiga unit ponsel, satu unit laptop, dan uang tunai. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp20 juta,” ungkap Asep.

Kapolsek menegaskan, atas perbuatannya, tersangka Robi dan Alip, dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Robi dan Alip terancam hukuman 9 tahun penjara.

Sementara itu, tersangka Robi mengaku telah 13 kali melakukan perampokan. Tindak kejahatan tersebut, 11 kali dilakukan di beberapa kawasan di Kota Bandung dan dua kali di Kecamatan Kiaracondong. “Sebelum merampok, saya intai dulu. Kalau penghuninya perempuan, saya rampok. Uang dari hasil rampokan saya pakai untuk makan sehari-hari,” kata Robi.

Sedangkan Alip mengaku telah empat kali terlibat aksi perampokan bersama Robi. “Sekali di Kiaracondong dan tiga kali di tempat lain. Seperti di Leuwipanjang. “Saya hanya berperan mengawasi situasi. Dia (Robi) yang ngerampok,” ujar Alip sambil meringis menahan sakit.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here