Ditangkap Karena Ketahuan Beli Sapi Menggunakan Uang Palsu

0
58
views
Ilustrasi uang asli dan palsu

befren.com – Uang imitasi yang diproduksi tanpa pengesahan secara hukum dari negara atau pemerintah. Pembuatan, penggunaan, dan pengedaran uang palsu sangat berbahaya bagi perekonomian suatu negara.

Baik dalam skala pasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat maupun skala besar seperti terjadinya inflasi.

Untuk mencegahnya, sosialisasi harus terus dilakukan kepada setiap lapisan dan elemen masyarakat, termasuk warga desa. Warga desa yang mengalami banyak hambatan dalam mengakses informasi akan dengan mudah menjadi target peredaran uang palsu. Seperti ungkap kasus yang berhasil di gagalkan Polres setempat. Seorang warga Bojonegoro, harus berurusan dengan kepolisian karena membeli 2 ekor sapi dengan menggunakan uang palsu.

Tersangka atas nama Mukhamad Mundofar (50) warga Asal Desa Bulu Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Dihadapan polisi, aksi yang dilakukan Mukhamad Mundofar bertransaksi dengan korban pemilik sapi bernama Sujono (45) warga Dusun Krajan, Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto.

Mukhamad Mundofar membei 2 ekor sapi sekaligus milik korban dengan harga Rp 44 juta. Pelaku membayar 2 ekor sapi tersebut dengan uang Rp 31 juta, sedangkan sisanya yakni Rp 13 juta akan dibayar mundur beberapa hari kemudian.

Setibanya di rumah, korban Sujono kemudian memeriksa keaslian uang yang diberikan pelaku. Setelah di cek, uang tersebut ternyata palsu. Atas dasar itulah, korban Sujono melapor ke Mapolsek Wonomerto.

Atas laporan itulah, Polsek Wonomerto kemudian menangkap pelaku Mukhamad Mundofar. Dengan cara memancing pelaku untuk datang ke daerah di Kecamatan Wonomerto. Setelah pelaku datang, petugas kemudian melakukan penangkapan.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 36 ayat 2 dan ayat 3, undang – undang nomer 7 tahun 2011, tentang mata uang, dengan ancaman maksimal 10 tahun.

Selain mengamankan pelaku Mukhamad Mundofar, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, uang palsu dengan total Rp 31 juta serta 1 buah kartu e-tol.

Menurut Kompol Imam Pauji, Wakapolres Probolinggo Kota, tersangka mengaku melakukan aksinya karena ada seseorang warga Blora bernama Wardi yang meminta mencarikan sapi.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here