Ditabrak Kereta Api Pasundan di Wonokromo Diduga Wanita Ini Bunuh Diri

0
367
views

befren.com – Bunuh diri bukanlah penyakit mental, namun biasanya adalah potensi hasil dari penyakit mental yang serius, yang dapat meliputi depresi, kelainan bipolar, stres, kegelisahan, atau gangguan post-trauma. Inilah dugaan terhadap wanita tanpa identitas yang ditemukan tewas di sambar kereta api Pasundan di Wonokromo.

Para Tim INAFIS Polrestabes Surabaya bersama anggota Polsek Wonokromo melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) korban wanita yang tewas tersambar Kereta Api Pasudan jurusan Bandung-Surabaya di KM 9, 17 perlintasan Wonokromo Kota Surabaya, Jumat (29/3/2019) malam. Dari hasil sementara olah TKP yang dilakukan pihak Kepolisian korban diduga bunuh diri di perlintasan kereta api tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Iptu Ristianto, menjelaskan dari keterangan saksi mata sempat melihat korban mondar-mandir di sekitar lokasi kejadian. Pihaknya menduga korban bunuh diri karena lokasi kejadian perkara bukan akses pejalan kaki.

“Keterangan saksi diduga korban bunuh diri tetapi lebih pastinya kami masih menunggu hasil olah TKP dari Tim INAFIS Polrestabes Surabaya,” ungkapnya di lokasi kejadian.

Risti mengatakan adapun ciri-ciri korban merupakan wanita setengah mengenakan celana jeans. Di lokasi ditemukan sepatu korban berwarna krem.

Polisi sempat kesulitan saat mengidentifikasi karena tidak ada satupun identitas di tubuh korban.

“Tidak ada identitas dipastikan korbannya adalah wanita usianya sekitar lebih dari 30 tahun,” jelasnya.

Usai dilakukan olah proses identifikasi jenazah korban dievakuasi oleh petugas Satpol PP bersama anggota Linmas Kota Surabaya ke mobil Ambulans.

“Jenazah korban dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soetomo,” ujarnya.

Dikatakannya, warga setempat tidak ada yang mengenal korban.

Pihaknya saat ini berupaya mencari identitas korban untuk mencari keberadaan keluarganya.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here