Begini Syarat Calon Jamaah Haji yang Meninggal Bisa Digantikan Keluarganya

0
53
views

befren.com – Bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas memeluk agama Islam, istilah Haji dan Umroh sebenarnya sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan Haji dan Umroh merupakan impian semua umat Islam karena untuk melaksanakannya membutuhkan persiapan yang lebih, khususnya persiapan dari segi biaya dan fisik untuk bisa pergi ke Makkah Al-Mukaramah.

Ajal tidak bisa dipungkiri jika yang Kuasa berkehendak, bahkan dalam keadaan ingin berangkat Hajipun belum sempat merasakan tanah suci sudah dipanggil yang Maha Kuasa.

Lantas bagaimana jika sudah kadung mengurus keberangkatan Haji? Ada kabar menggembirakan bagi anggota keluarga calon jemaah haji (CJH) yang telah meninggal dunia.

Setiap anggota keluarga yang menjadi ahli waris CJH ini bisa langsung menggantikan posisi keluarganya yang meninggal sebelum berangkat haji.

Plt Kepala Kanwil Kemenag Jatim Moch Amin Mahfud menuturkan, pemerintah saat ini memberikan kemudahan bagi anggota keluarga yang ditinggal mati CJH.

“Syaratnya adalah yang telah ditunjuk keluarga,” jelasnya, Senin (1/7/2019).

Namun yang CJH yang berhak digantikan anggota keluarga itu adalah mereka yang sudah melunasi setoran haji, artinya yang memang berangkat tahun ini.

Bukan yang meninggal sebelum melunasi setoran haji.

Aturan menggantikan CJH yang meninggal oleh anggota keluarga itu baru berlaku tahun ini.

Sebelumnya, CJH yang meninggal, porsi hajinya hangus dan tak bisa digantikan.

Anggota keluarga kalau mau berhaji tidak bisa menggantikan kuota haji milik keluarga yang meninggal.
Mereka tetap mendaftar dan antre.

Misalnya jika mendaftar tahun ini akan berangkat 25 tahun mendatang.

Tahun ini otomatis bisa menggantikan porsi milik CJH yang meninggal.

“Namun keberangkatannya harus tahun berikutnya. Tidak bisa tahun ini juga,” kata Amin.

Sebab ahli waris atau keluarga yang ditunjuk itu perlu persiapan melengkapi dokumen perjalanan haji.

Mulai paspor, visa, dan administrasi lain ke Kemenag.

Jika CJH meninggal 2019 ini, yang ditunjuk bisa pergi haji 2020.

Namun sistem menggantikan porsi haji keluarga itu tidak berlaku bagi CJH yang sudah terbang dan meninggalnya di tanah suci. Sebab kalau di tanah suci artinya sudah berhaji.

Kemenag Jatim saat ini masih mendata berapa CJH yang sudah meninggal sebelum berangkat.

Amin menuturkan, saban tahun selalu ada CJH Yang meninggal.

Banyak jemaah juga berisiko tinggi karena usia dan riwayat penyakit.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here