Balita Tercemplung Panci Berisi Air Mendidih Tidak Dapat Diselamatkan

0
113
views
Sumber foto : jatimnow

befren.com – Hampir separuh tubuh Arif mulai dari dada ke bawah melepuh. Berbagai perawatan sudah dilakukan oleh pihak rumah sakit. Bahkan Arif sudah menjalani enam kali operasi.

Setelah mengetahui anaknya menghembuskan nafas terakhir, orangtua Arif yaitu Misdi (52) dan Sulatih (31) tidak bisa menahan tangis. Sulatih, sang ibu bahkan menangis histeris saat suaminya menggendong jasad anak keduanya keluar dari kamar jenazah menuju mobil ambulans.

Misdi bercerita, selama 36 hari menjalani perawatan, kondisi anaknya naik turun, kadang stabil, terkadang kritis. Menurutnya dua hari terakhir, kondisi anaknya drop.

Dalam 36 hari ini, lanjutnya, dua dokter spesialis bedah dan spesialis anak menangani Arif. Dan selama 36 hari perawatan, Arif telah menjalani 6 kali operasi, transfusi darah dan albumin.

“6 kali operasi, transfusi darah selama 4 kali dan transfusi albumin selama 5 kali,” terangnya.

Menurutnya, tim dokter sempat akan merujuk Arif ke rumah sakit lain type A, seperti di RSUP dr Mawardi Solo Jawa Tengah maupun RSU dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur.

“Karena memang dokter kami tidak sanggup. Putusan rujukan pada akhir bulan Juni,” bebernya.

Namun, saat itu keluarga Arif belum memberikan keputusan, apakah bersedia atau tidak untuk merujuk ke rumah sakit lain. Dan keluarga Arif baru memutuskannya dua hari lalu.

“Keluarga sudah pasrah dua hari lalu. Tapi disaat bersamaan kondisi Arif sedang drop, sehingga tidak jadi dirujuk,” tambahnya.

Setelah 36 hari dirawat di Ruang Delima Rumah Sakit Umum (RSUD) dr Harjono, Ponorogo, Arif Nur Hasan (18 bulan) yang tercemplung panci berisi air panas, dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter, Kamis (4/7/2019).

“Tadi pagi meninggalnya, sekitar pukul 08.45 Wib,” kata Misdi, sebelum berangkat ke rumah duka di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here