5 Tim Diterjunkan Dalam Pencarian Santri Tenggelam di Sungai Tempuran

0
329
views

befren.com – Sungai Tempuran telah menalan empat santri Ponpes Hudatul Muna, hanyut saat bermain air hanyut di Sungai Tempuran Jalan Imam Bonjol, Ponorogo.

Korban yang masih duduk di kelas 1 dan 2 MTs Hudatul Muna ini bernama Miftahul Huda (14), Huda (13), Bambang (14) dan Anshori (14). Beberapa jam kemudian, satu santri ditemukan meninggal atas nama Miftahul Huda.

Saksi mata, Muhtarulah Habib (14) menjelaskan sekitar pukul 14.30 WIB dirinya keluar dari pondok dan ingin melihat keempat temannya yang bermain air.

Temannya tenggelam terseret arus dan meminta tolong. Akhirnya 2 temannya yang lain menyusul untuk menyelamatkan.

“Tapi malah keempat-empatnya tenggelam di sungai,” terang dia.

Hingga kini tim SAR masih menyusuri arus sungai menggunakan perahu karet guna mencari keberadaan korban.

Hari ini adalah hariĀ  kedua pencarian santri tenggelam di Sungai Tempuran, Ponorogo, tim gabungan menggunakan teknik boyo atau buaya (menyisir di permukaan sungai). Sedikitnya 5 Search Rescue Unit (SRU) atau tim yang berjumlah 101 personel diterjunkan, Selasa (15/1/2019).

Tim pencari tersebut merupakan gabungan dari Basarnas Trenggalek, BPBD Ponorogo, Polres Ponorogo, Kodim Ponorogo, serta relawan lain.

Komandan Tim SAR, Brian Gautama mengatakan, ada 5 SRU yang diturunkan.

Ia mengatakan, untuk tim 1 ditempatkan sebagai penyelam di Titik Kejadian Menghilang (TKM). Sementara tim 2 di perahu karet.

Pencarian korban yang hanyut di Sungai Tempuran

Tim 3 untuk penyisiran air dengan teknik boyo, tim 4 untuk pemantauan di cek points. Dan terakhir tim 5 menyusuri via darat.

“Ada 5 tim yang kita kerahkan, tim 1 di penyelam, kemudian tim 2 di perahu karet, tim 3 penyisiran air dengan teknik boyo, tim 4 pemantauan di check point, tim 5 penyusuran dengan jarak 5 kilometer,” imbuh Brian.

Menurutnya, open SAR dilakukan secepat mungkin. Agar korban-korban segera ditemukan.

“Batas waktu selama sepekan. Nanti kita evaluasi lagi,” ujarnya.

Petugas kesulitan dalam pencarian karena kondisi air sungai keruh dengan kedalaman lebih dari 5 meter.

“Juga ada bambu dan sampah. Sehingga jarak pandang minim karena air sangat keruh,” pungkasnya.

Tercatat 4 santri menjadi korban tenggelam di Sungai Tempuran, satu ditemukan dalam keadaan tewas. Sementara 3 lainnya masih hilang dan masih melakukan pencarian. (PJ)

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here