28 Orang Warga Desa Umbulsari dan Gunungsari Terpengaruh Isu Kiamat

0
286
views

befren.com – Telah beredar luas Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahu Falahil Mubtadiin, Kecamatan Kesambon, Kabupaten Malang menyebarkan menyatakan kiamat sudah dekat, membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang angkat bicara.

Dalam mediasi yang digagas oleh Polres Batu, bersama Muspika Kasembon, perwakilan MUI Kabupaten Malang dan perwakilan pengurus Nahdatul Ulama (NU) di Polres Batu Rabu malam (13/3/2019). Perwakilan MUI Kabupaten Malang meluruskan kabar – kabar yang beredar terkait Ponpes Miftahu Falahil Mubtadiin.

Pengaruh isu kiamat tersebut berpengaruh kepada warga Jember hingga mereka berangkat ke pesantren tersebut.

Tercatat 28 orang warga Desa Umbulsari dan Gunungsari yang berangkat mondok di Ponpes itu.

Keberangkatan mereka membuat resah beberapa keluarga yang ditinggalkan di Kecamatan Umbulsari.

Kepergian mereka diketahui oleh pihak di luar keluarga, Kamis (14/3/2019).

Karenanya, Muspika Umbulsari mengumpulkan keluarga yang tidak ikut berangkat.

Kapolsek Umbulsari AKP Sunarto mengatakan, terdata ada 28 orang yang berangkat.

“Ada 28 orang yang berangkat. Keluarga yang ditinggal akhirnya resah karena ada yang sampai menjual asetnya untuk berangkat ke Kasembon itu,” ujar Sunarto.

Saat mengumpulkan keluarga jemaah Ponpes itu diketahui jika ke-28 orang itu ke Malang karena ada isu kiamat bakal terjadi bulan Puasa (Ramadhan).

“Kami masih dapat keterangan satu sisi, katanya memang ada yang pesan gitu karena kiamat akan terjadi bulan Puasa. Ya untuk selanjutnya kami akan menunggu ustad yang jadi pemimpin di Umbulsari. Dia juga ikut ke Malang, kami nunggu sampai dia pulang,” imbuh Sunarto.

Pemimpin pengajian kelompok itu adalah Mad Mudasir.

Kelompok pengajian itu menamakan diri jamaah Shalawat Musa AS.

Ada delapan KK yang tergabung di kelompok pengajian itu.

Menurut Sunarto kegiatan kelompok pengajian itu terbilang tertutup.

Sehingga banyak tetangganya yang tidak mengetahui kegiatan pengajian kelompok itu.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here