Waspadalah dengan Obat Corona Palsu

0
246
views

befren.com– Yang perlu kalian ketahui bahwa, vaksin dan obat pasti untuk menyembuhkan virus corona belum ditemukan lho.

Dari sekian banyak obat yang diklaim bisa menyembuhkan Anda dari infeksi virus corona adalah klorokuin obat yang paling populer ditemukan di situs penjualan online dan paling sering dipalsukan. Klorokuin termasuk ke dalam anggota kelas obat 4-aminoquinoline. Sebagai obat antimalaria, klorokuin bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan parasit plasmodium di dalam sel darah merah.

Jadi, obat ini bukanlah obat yang baru muncul saat pandemi COVID-19. Dengan kata lain, klorokuin adalah obat lama yang kini sedang naik daun lagi. Obat ini tidak boleh digunakan sembarangan dan harus atas resep dokter.

Sebetulnya, penjual obat virus corona palsu tidak akan meraup keuntungan apabila masyarakat tidak tergiur untuk membelinya. Maka dari itu, konsumen wajib punya pengetahuan cukup mengenai obat-obatan yang akan dikonsumsi, tujuannya agar tidak mudah tertipu oknum penjual dan bahkan nantinya akan berakibat fatal.

Semua obat yang diberikan kepada pasien hanya untuk meringankan gejala yang diderita, mulai dari tingkat ringan hingga berat. Intinya, jangan pernah membeli obat yang dilabelkan sebagai obat virus corona, baik di apotek maupun online ya.

Saat ini Dunia medis sedang berupaya keras berlomba-lomba untuk segera menemukan pencegahan dan pengobatan yang paling efektif.

Sembari menunggu peneliti memberikan kabar baik, terapi plasma darah, yaitu memberikan plasma darah dari pasien yang sembuh ke pasien yang kritis juga sedang diuji coba.

Menurut dr. Devia Irine Putri, donor plasma darah mungkin bisa jadi alternatif untuk jadi terapi. Sebab, orang yang sudah sembuh memiliki antibodi spesifik yang bisa membantu proses penyembuhan pasien COVID-19.

“Ya, ini bisa membantu dan menjadi pilihan terapi. Tapi, perlu diingat juga, saat ini, terapi plasma darah juga masih dalam penelitian. Jadi, belum bisa dipastikan jadi obat virus corona.

Tergantung juga seberapa parah infeksinya, mengingat setiap orang gejalanya berbeda-beda dan respons terhadap terapi juga berbeda-beda,” jelas dr. Devia.

Jangan mempertaruhkan keselamatan diri dan orang yang Anda sayangi dengan memberikannya obat palsu virus corona. Pasalnya, bahaya atau efek samping dari obat palsu tersebut tak main-main. Bukannya sembuh dari COVID-19, itu justru bisa berakibat fatal.

Kalau para ahli saja tidak berani mengklaim sebuah obat sebagai obat virus corona, tentu sangat tidak bijaksana bahwa orang awam seperti kita merasa sudah menemukan obat tersebut.

Percayakan saja pengobatan virus corona kepada ahli medis. Semoga peneliti segera memberikan kabar baik tentang perkembangan vaksin dan obat penyakit yang telah merenggut lebih dari 100.000 jiwa itu. Dan berdoalah semoga pandemi ini cepat selesai serta vaksinnya cepat ditemukan.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here