Waspadai Beberapa Gejala Keguguran yang Wajib Anda Ketahui

0
98
views
Ilustrasi ibu hamil

befren.com – Memiliki Anak merupakan idaman banyak pasangan yang sudah menikah, sehingga kehadiran anak di dalam keluarga sangat ditunggu-tunggu. Kadang yang diharapkan oleh pasangan tidak sesuai dengan keinginan, dikarenakan kehamilan yang mengalami masalah, yaitu keguguran.

Keguguran merupakan sebuah salah satu kejadian yang menyedihkan dan bisa terjadi sepanjang kehamilan. Ketika janin keluar secara tidak sengaja sebelum waktu melahirkan maka istilah ini tetap disebut keguguran. Ini berbeda dengan aborsi karena banyak ibu yang mengalami keguguran merasa tidak pernah berusaha untuk sengaja melakukan hal ini. Biasanya tanda tanda keguguran adalah pendarahan yang sangat jelas. Ini tanda yang sering membuat ibu hamil merasa sangat khawatir. Dan pemeriksaan selanjutnya bisa menjadi berita yang sangat menyedihkan.

Penyebab Keguguran yang Perlu Diketahui

Sebagian besar keguguran terjadi tiga bulan pertama kehamilan atau trimester pertama. Penyebab paling umum adanya masalah pada fetus atau janin.

Gangguan genetik pada embrio sering dianggap sebagai faktor utama penyebab keguguran. Gangguan genetik membuat perkembangan bayi untuk tumbuh normal terhambat sehingga tidak mampu bertahan hidup. Masalah genetik ini sendiri umumnya murni terjadi pada embrio dan bukan berasal dari genetik sang ibu. Selain itu bisa juga karena terganggunya perkembangan plasenta yang menghubungkan ibu dengan anak. Untuk lebih jelasnya tentang penyebab keguguran adalah:

  • Pola hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan banyak minum alkohol.
  • Bakteri listeria, yaitu bakteri yang ada pada daging, susu, dan telur yang belum matang.
  • Infeksi maupun penyakit, seperti diabetes, lupus, atau penyakit tiroid.
  • Hormon atau kelainan struktural pada ibu, seperti kadar progesteron rendah.
  • Kehamilan molar. Kehamilan molar yaitu di mana plasenta tidak berkembang dengan normal sehingga janin juga tidak berkembang.
  • Kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik terjadi di mana janin berkembang di luar rahim. Gejala dari kehamilan ektopik biasanya muncul pada saat usia kehamilan antara 5-14 minggu

Apa saja gejala keguguran yang wajib diwaspadai ibu hamil?

1. Perdarahan

Keluarnya flek darah dari jalan lahir memang tidak selalu menandakan keguguran. Akan tetapi tanda-tanda keguguran yang pertama kali harus diketahui adalah perdarahan dari vagina. Perdarahan dianggap sebagai tanda utama keguguran karena dialami sekitar 3 dari 10 ibu hamil yang mengalami keguguran. Namun tidak semua perdarahan akan berakhir dengan keguguran. Jika ibu hamil yang mengalami perdarahan segera mendapat pertolongan medis, kemungkinan keguguran dapat dicegah.

2. Kram perut hebat

Selain flek ringan, kram perut yang masih dapat ditolelir rasa nyerinya juga kerap terjadi saat janin menempel ke dinding rahim. Kram jenis ini umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus dan akan reda dalam beberapa hari asalkan sang ibu cukup beristirahat. Namun, waspadalah karena kram perut juga bisa menjadi salah satu gejala ibu hamil mengalami keguguran.

Kram perut yang menjadi tanda keguguran umumnya memiliki intensitas hebat, tidak mereda meski sudah istirahat, dan disertai gejala lain seperti lemas dan perdarahan. Selain itu, nyeri yang dirasakan hampir terus-menerus, setiap 5-20 menit. Kram jenis ini menandakan rahim sedang berkontraksi, berusaha mengeluarkan sang calon bayi ke luar melalui jalan lahir. Inilah yang wajib diwaspadai.

3. Nyeri pinggang

Bukan hanya flek dan kram saja yang dapat menjadi tanda seorang ibu hamil sedang terancam keguguran, nyeri pinggang juga bisa menjadi salah satu tanda bahaya. Nyeri pinggang yang dirasakan lebih berat daripada nyeri haid dapat menjadi tanda rongga panggul sedang meregang dan bersiap melepaskan janin ke luar rahim. Jika ibu hamil mengalami kondisi ini, cobalah untuk beristirahat total dan segera kontrol ke dokter atau bidan bila tidak ada perbaikan secara signifikan setelahnya.

4. Keluar jaringan atau cairan dari vagina

Darah yang menggumpal dan janin yang masih berupa jaringan bisa saja keluar dari vagina. Jika ada jaringan yang keluar dari vagina, letakkan dalam wadah yang bersih lalu bawalah ke dokter untuk dianalisis agar diketahui kondisi yang sebenarnya.

Memang ibu hamil harus berhati-hati dalam beraktivitas saat sedang hamil. Namun, tak perlu khawatir untuk tetap aktif karena kegiatan harian, aktivitas seksual, dan olahraga ringan. Asalkan aktivitas tersebuti bermanfaat bagi kesehatan ibu hamil dan tidak terbukti menjadi faktor pemicu keguguran. Asalkan porsi istirahat tetap cukup dan gaya hidup tetap sehat, senantiasa sehat sepanjang kehamilan bukanlah hal yang tak mungkin dan keguguran pun bisa dihindari semaksimal mungkin.

 

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here