Temukan dengan Tes Kesuburan, Mandul atau Tidak?

0
1176
views
Ilustrasi wanita dan pria kecewa karena diketahui di vonis mandul

befren.com -Tidak memiliki keturunan setelah menikah tentunya menjadi sebuah kesedihan sendiri bagi pasangan. Tidak bisa memiliki keturunan tersebut disebabkan karena salah satu dari pasangan mengalami kemandulan. Mandul bisa terjadi oleh siapa saja, baik wanita maupun pria.

Secara fisik atau dari penampakkan luar maka seorang wanita yang subur sama wanita yang mandul tidaklah jauh berbeda. Kedua-duanya sama memiliki kecantikkan dan berbagai bentuk fisik yang sama.

Salah satu ciri yang bisa dilihat dari seorang wanita tersebut subur atau tidak maka bisa dilihat dari masa haid atau menstruasinya. Jika masa menstruasi seorang wanita tersebut teratur maka bisa dipastikan bahwa wanita tersebut subur dan langkah untuk memiliki seorang momongan sangatlah terbuka lebar. Sebanyak 30-40 persen kasus kemandulan berasal dari pria, kemudian 40 persen lagi dari pihak wanita. Sisanya, sebanyak 20-30 persen merupakan kombinasi masalah kesuburan dari keduanya.

Kemandulan adalah gangguan pada sistem reproduksi di mana terjadi kegagalan untuk mencapai kehamilan setelah melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi selama 12 bulan berturut-turut.

Ciri-ciri mandul

Salah satu ciri-ciri mandul pada wanita yang mengalami gangguan ovulasi yaitu haid yang tidak teratur atau tidak muncul sama sekali. Gangguan lain yang boleh menyebabkan kemandulan pada wanita, antara lain:

Infertilitas primer terjadi ketika pasangan belum pernah memiliki anak sama sekali, sementara infertilitas sekunder adalah kegagalan untuk memiliki anak berikutnya setelah anak pertama. Berbagai hal dapat menjadi penyebab ketidaksuburan ini, termasuk infeksi pada pria atau wanita.

Ciri-ciri mandul pada pria

Mengetahui kesuburan pria sama pentingnya dengan mengetahui kesuburan pasangan wanitanya dalam menentukan sebab-sebab kesulitan memiliki anak. Ujian kesuburan pria  biasanya dilakukan melalui analisis air mani untuk mengetahui jumlah, kualiti, gerakan, dan ciri-ciri lain dari sperma yang dihasilkan pria. Menurut WHO (Pertubuhan Kesihatan Dunia), ciri dan kriteria kesuburan seorang pria boleh dilihat dari aspek sperma yang dia keluarkan. Menurut WHO, berikut Ciri-ciri sperma yang tidak baik secara makroskopis:

  • Tidak berwarna putih keruh dan tidak kental.
  • Tidak berbau khas.
  • Tidak cair dalam masa kurang daripada satu jam jika di luar organ-organ
    pembiakan wanita.
  • Setiap mililiter sperma tidak berjumlah kira-kira 20-40 juta dengan 30 peratus diantaranya berbentuk normal.
  • Tidak mempunyai isipadu sekitar 2-5 mililiter.
  • Pergerakkannya tidak baik.

Ciri-ciri mandul pada wanita

  • Penyakit radang pelvis. Penyakit radang pinggul ini merupakan suatu keradangan pada tiub faloppi atau saluran yang menghubungkan ovari dengan rahim. Biasanya keradangan menyerang kedua fallopio dan jangkitan boleh merebak ke rongga perut dan menyebabkan radang selaput perut.
  • Tertutupnya lubang saluran fallopio. Tertutupnya lubang saluran fallopio yang disebabkan kerana jangkitan, endometriosis, dan pembedahan pengangkatan kehamilan ektopik.
  • Ciri-ciri mandul yang ke-empat adalah keguguran lebih daripada sekali. Keguguran merupakan kegagalan kesinambungan proses kehamilan secara spontan pada usia lebih awal atau sama dengan 20 minggu. Keguguran akan menjadi masalah serius jika terjadi berulang. Gangguan yang terjadi tersebut boleh saja terus meningkat apabila anda mempunyai gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, terlalu gemuk atau kurus, meminum alkohol, kekurangan pemakanan, stres, mempunyai penyakit menular pada kelamin, dan umur.
  • Ciri-ciri mandul yang kedua adanya gangguan fizikal rahim. Gangguan fizikal rahim ini, seperti haid yang tidak teratur atau tidak muncul sama sekali dan kesakitan haid yang diluar kebiasaan. Jika anda selalu merasakan kesakitan haid yang tidak biasa, maka pergilah ke pakar sakit puan untuk mendapatkan nasihat bagi masalah tersebut.

Faktor-faktor Diagnosis Kesuburan

Saat Anda dan pasangan berkonsultasi dengan dokter mengenai kemungkinan akan mandul, beberapa faktor akan ditanyakan untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan akar permasalahannya, antara lain:

  • Gaya hidup
  • Riwayat kehamilan.
  • Anda dan pasangan sudah berusaha untuk hamil.
  • Hubungan seksual.
  • Jangka waktu setelah melepas alat kontrasepsi.
  • Riwayat medis dan gejala yang dialami.
  • Obat-obatan.

Beberapa Jenis Tes Kesuburan

Kondisi kesehatan secara umum dapat memengaruhi tingkat kesuburan. Tes atau pemeriksaan kesuburan sering kali diawali dengan pemeriksaan fisik. Kemudian akan dilanjutkan dengan tes-tes khusus pada bagian reproduksi.

[artikel number=4 tag=”health” ]

Tes untuk wanita

Untuk wanita, tes kesuburan dimulai dengan pemeriksaan fisik, catatan riwayat kesehatan, dan pemeriksaan ginekologi. Berikut ini beberapa tes yang mungkin akan dilakukan:

  • Tes ovulasi
    Tes kesuburan yang satu ini bisa di bilang cukup sederhana karena hanya akan diminta contoh darah untuk di periksa kadar hormon LH, hormon stimulasi tiroid, hormon stimulasi folikel, hormon anti-mullerian, prolaktrin, progesteron, androgen dan estrogen.Pemeriksaan darah ini akan mengukur tingkat hormon dalam tubuh kita, tujuannya untuk mengetahui masa ovulasi dan dapat menghasilkan sel telur yang teratur dan berkualitas. Tes ini juga dapat membantu kamu untuk mengetahui cadangan sel telur, tes ini dapat dilakukan pada awal siklus menstruasi untuk mendapatkan hasil yang akurat.
  • Tes USG Transvaginal
    Melakukan USG Transvaginal bisa menjadi pilihan untuk mengetahui kesuburan rahim kamu. Dengan melakukan metode ini kamu juga dapat mengetahui masalah yang terdapat dalam rahim.USG Transvaginal berfungsi untuk mengetahui apakah ada folikel yang berkembang dan juga dapat mengetahui kuantitas folikel dalam ovarium. Kamu juga dapat mengetahui kesehatan rahim apakah terdapat kista yang berbahaya atau tidak.
  • Histeroskopi
    Tes Histeroskopi ini biasanya di lakukan apabila kamu telah melakukan tes kesuburan dengan metode X-Ray kemudian ditemukan beberapa masalah pada saat tes X-Ray. Tes ini dilakukan degan cara memasukkan hiteroskop kecil (tabung tipis dengan kamera di ujungnya) akan di tempatkan ke dalam uterus melalui serviks.Metode ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada masalah dalam rahim kamu yang dapat mempengaruhi kesuburan.
  • Tes hormon
    Kemungkinan Anda akan diminta melakukan tes hormon terkait lainnya. Misalnya, hormon tiroid dan kelenjar pituitari atau hipofisis yang juga turut mengendalikan proses reproduksi.

Tes untuk pria

Beberapa tes reproduksi yang khusus dilakukan kepada pria, antara lain:

  • Ultrasonografi
    Tes uji kesuburan yang selanjutnya dilakukan guna menemukan kerusakan atau penyumbatan pada saluran reproduksi pasangan (suami). Termasuk dilakukan uji prostat, saluran ejakulasi dan juga vesikula seminalis pada pria.
  • Aglutinasi Sperma
    Tes laboratorium ini mencakup pemeriksaan sperma dengan menggunakan mikroskop. Hal ini dilakukan untuk menentukan apakah sperma saling melekat atau tidak. Penggumpalan sperma akan tentu menuai masalah dimana sperma tidak bisa berenang dengan baik.
  • Uji Penetrasi Sperma
    Tes laboratorium yang satu ini dilakukan dengan menggunakan sel telur hamster. Hal ini dilakukan guna mengevaluasi kemampuan sperma untuk dapat menembus sel telur. Akan tetapi, pada umumnya tes kesuburan ini jarang sekali dilakukan.

Dalam menjalani serangkaian pemeriksaan kesuburan, terkadang tidak hanya berkisar masalah fisik, namun juga harus dipertimbangkan mengenai faktor psikologis dan biaya. Untuk itu dibutuhkan kesabaran, kerja sama, dan saling mendukung antar pasangan.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here