Sejarah dan Bagaimna Aroma Terapi Bekerja?

0
89
views

befen.com – Ketika minyak beraroma dihirup, sel-sel saraf penciuman akan terangsang. Hal tersebut mempengaruhi kerja sistem limbik yang berkaitan dengan fungsi ingatan, sirkulasi darah, serta sistem kelenjar.

Jika minyak beraroma digunakan untuk memijat, tidak hanya saraf penciuman yang dirangsang, melainkan juga akan menyerap ke dalam kulit. Dengan begitu, aromanya dapat menembus jaringan tubuh, lantas masuk ke aliran darah, sehingga tersebar ke berbagai organ tubuh.

Saat digunakan secara tepat, aromaterapi bahkan bermanfaat untuk kebugaran tubuh.

Meski demikian, tidak semua minyak yang beraroma wangi bisa digunakan sebagai aromaterapi. Tidak semua wewangian dapat menjadi aromaterapi yang bersifat menyembuhkan penyakit. Sebab, hanya wewangian dari minyak esensial hasil penyulingan dan perasan bagian-bagian tumbuhan aromatik saja yang bisa menyembuhkan. Dalam hal ini, anda harus cermat agar terapi yang dilakukan benar-benar membawa hasil positif.

“Kerja otak ternyata dapat dipengaruhi oleh aroma-aroma tertentu. Prinsip inilah yang mendasari cara kerja aromaterapi. Saraf-saraf penciuman yang terangsang oleh aroma tertentu akan berhubungan dengan hipotalamus. Hipotalamus merupakan bagian otak, pengendali sistem kelenjar yang mengatur berbagai hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan aktivitas tubuh.”

Sejarah aroma terapi

Aromaterapi digunakan untuk kebutuhan fisik maupun fisiologis. Kata aromaterapi baru mulai diperkenalkan setelah abad ke-20, namun pondasi dari aroma terapi sudah ada sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Penggunaan minyak esensial sudah pernah digunakan hingga seribu tahun yang lalu.

Bangsa Cina, terkenal sudah memakai tumbuhan beraroma sebagai kebudayaan mereka, dan digunakan untuk kebaikan (kesejahteraan) jiwa dan raga. Bangsa Cina menggunakannya dengan membakar dupa untuk menciptakan kondisi yang berimbang dan penuh harmoni.

Beberapa abad setelahnya, bangsa Mesir kemudian menciptakan mesin distilasi yang belum sempurna. Mesin ini bisa mengeluarkan minyak dari pohon Cedar. Beberapa pendapat mengatakan bahwa teknik distilasi ini sudah pernah digunakan oleh bangsa India dan bangsa Persia, namun sedikit bukti yang membuktikan hal tersebut.

Minyak yang berasal dari pohon cedar,cengkeh, kayu manis, dan pala digunakan oleh bangsa Mesir untuk membalsem mereka yang sudah meninggal. Saat makam-makam di Mesir dibuka pada awal abad ke-20, sisa sisa rempah-rempah ditemukan dengan bagian tubuh dari mayat yang ada. Bau dari rempah-rempah tersebut masih tercium walaupun tipis. Bangsa Mesir juga menggunakan minyak dan tumbuhan herbal yang lain sebagai bahan persiapan untuk kegiatan spiritual, kedokteran, wewangian dan juga kegunaan kosmetik.

Bangsa Mesir menggunakan kata perfume, berasal dari bahasa Latin per fumum, yang berarti melewati asap. Pada jaman itu kaum laki-laki bangsa Mesir juga menggunakan parfum seperti layaknya para wanita. Mereka menggunakan semacam kerucut solid di kepala mereka, yang lama kelamaan mencair dan menutupi tubuh mereka dengan aroma wangi.

Bangsa Yunani belajar banyak hal tentang aroma terapi dari bangsa Mesir. Ditambah dengan ilmu pengetahuan yang tinggi dari bangsa Yunani, mereka bisa mengunakan minyak minyak hasil ekstraksi itu selain untuk aroma, juga sebagai anti radang kulit, dan menyembuhkan luka. Bangsa Romawi meneruskan tradisi tersebut, dan bahkan menemukan 500 jenis tumbuhan yang bisa digunakan sebagai aromaterapi dan sebagai pengobatan. Bangsa Romawi juga mengembangkan teknologi ekstraksi bukan hanya pada minyak esensial dari pohon, tetapi juga mengekstrak sari aromatik bunga.

Kemajuan pesat untuk distilasi minyak esensial ini terjadi karena penemuan pipa pendingin berulir pada abad ke-11. Ilmuwan kelahiran Persia bernama Avicenna (Indonesia: Ibnu Sina) menciptakan pipa berulir untuk penghasil aroma ini menguap dan dingin lebih efektif dan cepat dibandingkan dengan mesin distilasi sebelumnya yang menggunakan pipa pendingin lurus. Kontribusi dari Ibnu Sina membuat distilasi lebih fokus kepada minyak esensial dan kelebihannya. Nah, itulah sejarah aroma terapi secara secara singkatnya.

Macam-macam aroma terapi

  • Basil: Mengatasi sakit perut, kejang otot dan pegal linu, masalah pernapasan, flu dan demam, lelah mental, sakit kepala, sulit konsentrasi dan mudah gugup.
  • Cedarwood: Untuk infeksi pernapasan dan saluran kencing, penyegar bagi kulit berminyak dan pori-pori tersumbat, ketombe dan gatal-gatal.
  • Chammomile Roman: Cocok untuk semua permasalahan kulit seperti jerawat, alergi, luka bakar, eksim dan peradangan kulit.
  • Clove: Mengurangi sakit gigi, diare, kudis, kurap dan kadas.
  • Cubeb: Untuk penyakit anorexia, selulit dan kurang nafsu makan.
  • Cypress: Mengatasi tekanan darah rendah, system sirkulasi, wasir, selulit serta mengurangi keringat yang berlebihan dari dalam tubuh.
  • Ginger: Melindungi tubuh dari rasa kedinginan, demam, mual-mual, pencernaan, anti peradangan, infeksi saluran kencing, kandung kemih, menghancurkan segala jenis parasit usus dan menormalkan tekanan darah.
  • Geranium: Berkhasiat mengencangkan payudara, menopause, eksim jerawat, pendarahan, tanda melahirkan sekaligus mencerahkan kulit.
  • Grapefruit: Mengatasi pegal linu, menggigil, sakit kepala, flu dan demam serta membuang racun-racun dalam tubuh.
  • Lavender: Merawat infeksi paru-paru, sinus, vaginal termasuk jamur, radang tenggorokan, asma, kista dan peradangan lain. Meningkatkan daya tahan tubuh, regenerasi sel, luka terbuka, infeksi kulit dan sangat nyaman untuk kulit bayi.
  • Lemon: Selain baik untuk kulit berminyak, berguna pula sebagai zat antioksidan, antiseptik, melawan virus dan infeksi bakteri, mencegah hipertensi, kelenjar hati dan limpa yang tersumbat, memperbaiki metabolisme, menunjang system kekebalan tubuh serta memperlamabat kenaikan berat badan.
  • Jasmine: Pembangkit gairah cinta, baik untuk kesuburan wanita, mengobati impotensi, anti-depresi, pegal linu, sakit menstruasi dan radang selaput lendir.
  • Juniper: Khusus perawatan penyempitan pembuluh arteri dan masalah-masalah yang berhubungan dengan penyumbatan seperti peregangan pembuluh darah, wasir dan selulit.
  • Orange: Baik untuk kulit berminyak, kelenjar getah bening tak lancar, debar jantung tak teratur dan tekanan darah tinggi.
  • Peppermint: Membasmi bakteri, virus dan parasit yang bersarang di pencernaan. Melancarkan penyumbatan sinus dan paru, mengaktifkan produksi minyak dikulit, menyembuhkan gatal-gatal karena kadas/kurap, herpes, kudis karena tumbuhan beracun.
  • Rosemary: Salah satu aroma yang manjur memperlancar peredaran darah, menurunkan kolesterol, mengendorkan otot, reumatik, menghilangkan ketombe, kerontokan rambut, membantu mengatasi kulit kusam sampai di lapisan terbawah. Mencegah kulit kering, berkerut yang menampakkan urat-urat kemerahan.
  • Sandalwood: Menyembuhkan infeksi saluran kencing dan alat kelamin, mengobati radang dan luka bakar, masalah tenggorokan, membantu mengatasi sulit tidur dan menciptakan ketenangan hati.
  • Tea tree: Berperan sebagai tonik kekebalan yang baik mengobati penyakit paru-paru, alat kelamin, vagina, sinus, infeksi mulutinfeksi jamur, cacar air, ruam saraf serta melindungi kulit karena radiasi bakar selama terapi kanker.
  • Thyme: Menyembuhkan gangguan pencernaan dan jamur, menghancurkan cacing gelang dan cacing pita.
  • Ylang-ylang: Bersifat menenangkan, melegakan sesak napas, berfungsi sebagai tonik rambut sekaligus sebagai pembangkit rasa cinta.
Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here