Pernah Keputihan Disertai Darah, Apakah Berbahaya?

0
338
views
Keputihan disertai darah

Keputihan merupakan campuran cairan dari rahim dan vagina yang membantu menjaga vagina tetap bersih, lembap, serta terlindungi dari berbagai infeksi. Keputihan pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan abnormal (patologis). keputihan fisiologis adalah keputihan yang biasanya terjadi setiap bulannya, biasanya muncul menjelang menstruasi atau sesudah menstruasi ataupun masa subur. Keputihan patologis dapat disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar.

Ada beberapa alasan wanita mengalami keputihan yang disertai darah, mulai dari yang tidak berbahaya hingga yang menunjukan suatu gangguan kesehatan yang serius.

01

Infeksi pada sistem reproduksi

Beberapa infeksi saluran reproduksi seperti kutil kelamin, gonore, dan klamidia terkadang bisa menyebabkan perdarahan ringan yang menimbulkan keputihan berdarah. Infeksi bakterial vaginosis, infeksi jamur ragi, dan infeksi trikomoniasis yang disebabkan oleh protozoa menyebabkan keputihan menjadi kental, berbau menyengat dan amis, meskipun terkadang infeksi ini tidak menunjukkan beberapa gejala.

Selain itu, vagina lecet akibat akitivitas seksual juga bisa menyebabkan keputihan bercampur darah, terutama bagi wanita yang memiliki vagina kering.

03

Kanker

Keputihan yang disertai darah juga dapat menjadi pertanda adanya masalah yang lebih serius seperti kanker serviks dan kanker endometrium. Kanker serviks merupakan kanker pada mulut rahim. Penyebabnya ialah infeksi human papiloma virus (HPV) yang ditularkan melalui hubungan seksual atau cairan tubuh. Sebagian besar wanita yang mengalami kanker serviks juga diketahui tidak pernah atau tidak rutin melakukan pemeriksaan pap smear.

Selain keputihan disertai darah dan berbau, kanker serviks dapat menimbulkan keluhan nyeri saat berhubungan seksual, perdarahan setelah berhubungan seksual atau di antara siklus haid, darah haid menjadi lebih banyak, dan siklus menstruasi lebih panjang.

Oleh sebab itu, sangat penting bagi setiap wanita yang belum menikah atau berniat untuk menikah untuk melakukan vaksin HPV. Bagi wanita yang sudah menikah, wajib melakukan pemeriksaan pap smear rutin dua tahun sekali. Melalui pemeriksaan pap smear, dapat terdeteksi jika ada kelainan pada mulut rahim yang mengarah ke timbulnya kanker. Bila diketahui sejak dini, kanker akan lebih mudah diobati dan prognosisnya tentu akan lebih baik.

Kanker endometrium adalah pertumbuhan sel abnormal di dinding rahim. Kanker ini sering terjadi pada wanita berusia di atas 50 tahun. Penyebabnya adalah ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron, yang menyebabkan penebalan dinding rahim terus-menerus. Selain keputihan yang disertai darah, keluhan lainnya ialah perdarahan di luar siklus haid, nyeri saat berhubungan seksual, dan nyeri panggul. Jika kanker endometrium diketahui sejak awal, maka akan dapat mencegah penyebaran kanker ke luar rahim.

[artikel number=5 tag=”health” ]

Keputihan disertai darah bukanlah sesuatu yang wajar. Penyebabnya bisa akibat iritasi, atau penyebab lain yang lebih serius seperti kanker serviks atau kanker endometrium. Jika Anda mengalami keputihan yang disertai darah, yang paling bijak adalah segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan sehingga dapat diketahui penyebab pastinya, serta mendapatkan pengobatan yang sesuai.

04

Infeksi menular seksual

Salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang sering terjadi ialah infeksi gonore. Salah satu gejalanya adalah keputihan yang disertai darah. IMS mudah terjadi pada seseorang yang sering gonta-ganti pasangan dan berhubungan seksual tanpa pengaman.

Selain gonore, infeksi lain yang bisa menyebabkan keputihan disertai darah adalah klamidia. Terkadang, kedua jenis infeksi ini tidak menimbulkan gejala pada sebagian wanita. Infeksi gonore dan klamidia harus diobati dengan benar karena jika tidak, nantinya akan timbul masalah serius seperti penyakit radang panggul, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kesuburan wanita.

IritasiIritasi dapat disebabkan oleh penggunaan beberapa hal seperti sabun yang menggunakan pewangi, douching vagina, dan penyebab alergi lainnya. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan iritasi dan menimbulkan keluhan keputihan yang disertai sedikit bercak darah. Hal ini biasanya hanya terjadi sebentar (sekitar 1-2 hari). Jika lebih dari itu, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter.

05

Haid

Jika Anda mengalami keputihan bercampur darah tepat sebelum periode haid dimulai, tak perlu khawatir karena hal tersebut merupakan darah haid yang bercampur dengan cairan vagina normal. Keputihan bercampur darah kecokelatan juga dapat terjadi pada akhir haid.

06

Implantasi

Bagi para wanita yang memiliki riwayat berhubungan seksual atau sudah menikah, keputihan bercampur darah bisa menjadi tanda awal kehamilan. Hal ini terjadi karena proses penempelan sel telur di dinding rahim, yang terkadang dapat menyebabkan perdarahan dan bercampur dengan cairan vagina normal, sehingga terlihat seperti cairan yang bercampur darah.

sumber: hellosehat
Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here