Penyebab Tiba-tiba Sulit Berbicara, Apakah Normal?

0
2091
views

befren.com – Jika kita mempunyai kemampuan berbicara dengan lancar, hal itu merupakan anugrah yang sangat berharga, bisa menginspirasi orang dengan hal yang positif dan lain sebagainya. Namun, bagaimana jika suatu waktu kata-kata yang ingin kamu sampaikan tertahan tak bisa keluar? kamu tiba-tiba merasa sulit bicara, apakah kamu pernah mengalaminya sendiri atau teman, saudara. Dan hal itu apakah termasuk kondisi normal?

Kesulitan bicara bisa disebabkan sesuatu yang ringan akibat grogi, atau adanya kondisi kesehatan tertentu. Hal tersebut dapat dipicu beberapa hal:

Kelainan saraf

Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit yang dapat mengubah bagaimana otak mengirim informasi antara sel-selnya dengan sel-sel di bagian tubuh lainnya. Penderita MS dengan lesi di daerah otak yang mengatur kemampuan berbicara dapat membuat penderitanya sulit berkata-kata dari yang berskala ringan hingga berat. Pola umum dalam MS adalah scanning speech, yaitu irama ketika berbicara memiliki jeda lama antara kata dan silabel. Kelemahan otot dan gangguan dalan koordinasi otot di mulut dan pipi juga bisa mejadikan penderita MS kesulitan dalam berbicara.

Selain MS, kanker otak juga bisa menyebabkan penderitanya kesulitan berbicara jika tumor terdapat pada bagian otak yang mengatur kemampuan bahasa. Gejala kanker otak lainnya adalah sakit kepala, kejang, perubahan kepribadian atau ingatan, mual, rasa kantuk yang tidak biasa, dan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Salah satu tipe kejang, ledakan aktivitas otak yang tiba-tiba dialami seseorang dengan epilepsi, memengaruhi otot-otot tertentu tergantung di bagian otak mana hal tersebut terjadi. Tipe lainnya dapat membuat seseorang tampak terjaga, tapi sebenarnya ia tidak menyadari apa yang terjadi di sekitarnya. Penderita juga bisa membuat suara-suara aneh atau memukul bibirnya sendiri tanpa ia sadari. Kejang juga bisa disebabkan oleh stroke atau tumor otak yang memengaruhi kemampuan bahasa.

Kelelahan atau Stres

Stres tidak hanya mengacaukan pikiran, tapi juga tubuh kamu. Ada sejumlah alasan kenapa dokter meminta kamu untuk tidak stres karena masalah kecil. Hal ini penting, terutama bila kamu memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, karena kecemasan dan stres bisa memicu gejala fisik.

Sering kita mendengar kalau kondisi kejiwaan berperan penting dalam menyembuhkan penyakit, bahkan dokter setuju dengan pendapat ini. Jadi bila kondisi kesehatan mental yang baik bisa membantu proses penyembuhan penyakit, kemungkinan kesehatan mental yang buruk bisa mempengaruhi kondisi fisik. Istilah gangguan psikosomatis digunakan untuk kondisi ini.

Istilah gangguan psikosomatis (psychosomatic) bisa diartikan penyakit fisik yang disebabkan atau diperparah oleh faktor mental. Kata “psyche” merujuk pada pikiran dan “somatic” berarti tanda dan gejala fisik yang terlihat.

Gangguan psikosomatis tidak muncul sama pada tiap individu. Penyakit fisik seperti ruam dan psoriasis, bisa cukup mengganggu sehingga menyebabkan kamu depresi. Tapi teman lain dengan kondisi serupa tidak merasa depresi seperti kamu. Kebalikannya juga berlaku, kondisi mental bisa memicu penyakit fisik.

Ketika kamu mengalami stres, ingatlah bahwa tidak apa-apa jika merasa gugup. Jangan terlalu khawatir untuk selalu tampil sempurna. Hilangkan berbagai tekanan yang kamu rasakan, dan perlahan kata-kata yang sudah kamu rangkai akan kembali mengalir.

Terlalu banyak minum beralkohol

secara umum sudah diketahui semua orang. Jalan sempoyongan dan berbicara terkadang menjadi kurang jelas, dua hal ini kerap kali dilontarkan seseorang ketika diminta untuk mendeskripsikan seseorang yang sedang mengonsumsi minuman beralkohol.

Ketika seseorang mengonsumsi minuman beralkohol, ada bagian otak tertentu yang terstimulasi. Bagian dalam otak yang dimaksud adalah korteks serebral.

Korteks serebral merupakan ruang pengendali pikiran, bahasa dan interaksi manusia. Saat minuman beralkohol dikonsumsi, aktivitas di bagian otak ini pasalnya terpicu dan otak umumnya menjadi lebih kreatif.

Kenapa bisa begitu? minuman mengandung alkohol faktanya membuat kekhawatiran kamu berkurang akan dunia di sekitar kamu dan otak pun lebih fokus pada pembentukan suatu ide.

Kendati terkesan menyenangkan lantaran bisa membantu kamu berinovasi, namun perlu diketahui bahwa terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol dapat membuat kamu  kurang fokus akan suatu hal sekaligus menurunkan daya ingat sehingga menjadi cepat lupa.

Stroke

Setiap stroke yang membuat wajah, mulut, lidah atau rahang lemah atau tidak terkoordinasi dapat menyebabkan disartria. Stroke kortikal besar, stroke small white matter, stroke batang otak, dan stroke cerebellar semua dapat menyebabkan disartria jika dapat melemahkan otot-otot yang mengontrol mulut. Orang dengan disartria biasanya tidak memiliki masalah memahami pembicaraan atau membaca serta menulis. Disartria sering membaik dengan terapi wicara dan bisa jauh lebih membaik dengan olahraga. Penderita stroke dengan disartria juga mungkin mengalami disfagia, yaitu kesulitan menelan, karena bicara dan menelan dikendalikan oleh banyak otot yang sama.
[artikel number=4 tag=”health” ]

Migrain

Migrain adalah sakit kepala yang mengakibatkan sensasi berdenyut pada salah satu sisi kepala. Sakit kepala yang dirasakan saat migrain pun bervariasi, sering disertai dengan mual dan kepekaan terhadap cahaya dan suara.

Migrain merupakan sakit kepala yang intens, kadang-kadang melemahkan fisik seseorang. Jenis yang paling umum dari migrain adalah mereka yamg memiliki aura (migrain klasik) dan migrain tanpa aura (migrain umum).

Migrain bisa dimulai pada masa kanak-kanak atau bisa saja tidak terjadi sampai awal masa dewasa. Wanita tiga kali lebih mungkin mengalami migrain dibandingkan pria. Riwayat keluarga merupakan salah satu faktor risiko yang paling umum untuk migrain.

Pada migrain dengan aura, terdapat gangguan penglihatan seperti melihat garis yang bergelombang, cahaya terang, bintik gelap, atau tidak dapat melihat benda dengan jelas. Migrain dengan aura dapat menyebabkan penderita kesulitan berkata-kata.“Sebagian penderita tidak dapat mengucapkan kata-kata dengan baik, merasa kebas di tangan, pundak atau wajah, ataupun merasa lemah pada satu sisi tubuhnya, bahkan merasa bingung. Penderita dapat mengalami hanya satu gejala saja atau beberapa macam gejala sekaligus secara bergantian. Suatu gejala aura biasanya menghilang saat nyeri kepala atau gejala aura yang lain timbul. Namun terkadang, gejala aura tetap bertahan pada permulaan sakit kepala.

Hanya itu yang dapat befren.com sahre semoga bermanfaat. Oya namun, kamu harus waspada jika kesulitan dalam berbicara tak juga hilang dan disertai keluhan lain yang tidak biasa dan serius, lebih baik segera periksakan diri ke dokter.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here