Penyebab Nyeri Lutut Setelah Jongkok atau Duduk Bersila

0
132
views

befren.com – Hampir kebanyakan orang pernah mengalami nyeri di bagian lutut. Alasannya beragam, ada yang karena cedera, radang sendi, kesemutan dan lain-lain. Sakit lutut itu sendiri adalah suatu diagnosis yang sulit untuk diverifikasi. Beberapa orang yang menderita sakit lutut hanya mengalami gejala ringan, tetapi beberapa orang dapat mengalami rasa sakit yang luar biasa. Lokasi rasa sakit di lutut sangatlah penting karena dapat menunjukkan kemungkinan penyebab utama.

Karena kesemutan

Kesemutan bisa terjadi ketika menekuk kaki terlalu lama, misalnya saat duduk bersila, atau ketika tidur dengan tangan tertindih. Kesemutan juga bisa terjadi pada orang yang aktivitasnya melibatkan gerakan berulang, misalnya pemain biola atau atlet tenis.

Sedangkan kesemutan yang terjadi secara berkepanjangan dapat menjadi tanda adanya suatu penyakit, seperti:

  • Kekurangan vitamin B12.
  • Penyakit infeksi, seperti HIV/AIDS, herpes zoster, hepatitis B, hepatitis C, dan penyakit Lyme.
  • Penyakit sistem kekebalan tubuh, seperti lupus, sindrom Sjögren, sindrom Guillain-Barré, penyakit celiac, dan rheumatoid arthritis.
  • Efek samping obat-obatan kemoterapi, obat antikejang, dan obat untuk HIV/AIDS.

Kesemutan yang terjadi sesekali bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Namun, periksakan diri Anda ke dokter saraf apabila mengalami kesemutan yang berkepanjangan atau berulang, karena ini bisa menjadi pertanda suatu penyakit.

Pemeriksaan oleh dokter juga perlu dilakukan secepatnya jika kesemutan terjadi di kepala, makin memburuk, disertai nyeri, serta menyebabkan gangguan saat berjalan atau lemah di area yang kesemutan.

Komplikasi penyakit diabetes pada saraf merupakan salah satu penyebab kesemutan. Bila Anda menderita diabetes, lakukanlah pemeriksaan rutin ke dokter untuk memantau perkembangan penyakit.

Penyebab lainnya

Selain yang sudah dijelaskan di atas, keluhan nyeri pada lutut juga bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu, misalnya patellofemoral syndrome.

Dilansir dari Healthline, penderita sindrom tersebut merasakan nyeri di bagian depa  lutut saat jongkok. Kondisi ini dikenal juga sebagai runner’s knee atau jumper’s knee.

Penyebabnya adalah terlalu sering berolahraga, cedera, atau ketidaksimbangan otot. Patella adalah tempurung lutut, sehingga penderitanya akan merasakan sakit di sekitar tempurung lutut saat melakukan gerakan seperti berlari, melompat, berlutut, atau berjongkok.

Kemungkinan penyebab lainnya termasuk:

  • Patellar tendonitis, yang bisa menciptakan rasa sakit di pangkal tempurung lutut, bengkak, dan sensasi terbakar.
  • Osteoartritis, yang dapat menyebabkan bengkak, kelemahan lutut, peningkatan rasa sakit pada pagi hari, serta adanya bunyi atau gertakan saat menggerakkan lutut.
  • Cedera atau trauma di lutut, yang dapat menimbulkan nyeri dan pembengkakan yang terlokalisasi.
  • Iliotibial band (IT-band) syndrome, yang bisa sebabkan nyeri di pinggul dan paha atas.
  • Peradangan sendi akibat bakteri, yang dapat mencetuskan pembengkakan, kemerahan, sensasi hangat di sekitar sendi, serta kelelahan dan kehilangan nafsu makan.

Peregangan, misalnya sebelum berolahraga yang mengharuskan gerakan squat, bisa mencegah terjadinya nyeri lutut. Pemanasan seperti itu terutama sangat penting bagi lansia, mengingat otot menjadi kurang fleksibel dan bisa lebih mudah robek seiring pertambahan usia.

Saat melakukan peregangan, lakukan gerakan yang menggunakan sendi dan dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otot, misalnya jalan di tempat. Peregangan kaki sebelum dan setelah berolahraga juga dapat menurunkan risiko terjadinya cedera atau keseleo.

Bila ingin berjongkok, lakukan dengan benar, yaitu dengan cara:

  • Memulainya dari posisi berdiri
  • Posisikan kaki selebar bahu
  • Sambil mengembuskan napas, tekuk lutut dan turunkan bokong seolah-olah akan duduk
  • Arahkah lengan ke depan untuk menjaga keseimbangan
  • Pastikan telapak kaki menapak sepenuhnya ke lantai
  • Menjaga bokong tetap berada di atas lutut dan boleh menurunkannya serendah mungkin asal tetap nyaman
  • Jaga agar paha sejajar dengan lantai
  • Jaga agar postur punggung dalam posisi lurus dan netral
  • Pastikan pinggul, lutut, dan jari kaki mengarah ke depan
  • Tarik napas dan kembali ke posisi berdiri dengan menekan tumit dan jaga bokong tetap kencang

Nah, itulah beberapa penyebab nyeri lutut setelah jongkok atau duduk bersila, sekaligus cara mengatasi dan mencegahnya.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here