Penyebab dan Cara mengatasi Asma dengan Tepat

0
101
views
Penyebab dan Cara mengatasi Asma dengan Tepat

befren.com – Asma merupakan penyakit pada saluran udara yang membuat sulit bernafas dimana ada peradangan saluran udara yang menghasilkan penyempitan sementara saluran udara yang membawa oksigen ke paru-paru. Penyempitan saluran ini menghasilkan gejala asma seperti: sesak napas, batuk, dan sesak dada. Jika dalam kondisi yang parah, asma dapat mengakibatkan penurunan aktivitas dan ketidakmampuan untuk berbicara.

Cara mengatasi asma mendadak

Asma bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Tanpa kenal jenis kelamin maupun usia. Sering kali asma dapat membuat penderita sulit bernapas, maka itu perlu penanganan cepat untuk meredakan gejalanya. Jika asma menyerang tiba-tiba, Anda diimbau untuk tetap tenang dan sigap melakukan pertolongan pertama. Tindakan cepat dan tepat akan meminimalisir dampak dari serangan asma.

Berikut sejumlah langkah pertolongan pertama pada asma:

  • Duduk tenang dan ambil napas pelan secara stabil.
  • Semprotkan inhaler untuk asma setiap 30-60 detik, maksimal 10 semprotan. Gunakan inhaler pengontrol.
  • Jauhkan diri dari pemicu asma, seperti debu, bulu binatang, dan udara dingin.
  • Jika sudah melakukan langkah di atas, tapi asma masih belum membaik, segera panggil ambulans atau hubungi dokter. Pastikan melakukan setiap langkah dengan tenang, karena panik dan cemas hanya akan memperparah serangan asma.

Cara mengatasi asma di malam hari

Terbangun tengah malam secara terus menderus karena asma ini tentunya membuat Anda akan merasa kecapekan saat bangun pagi dan mengantuk sepanjang hari. Hal ini dapat memengaruhi kualitas hidup Anda secara keseluruhan, dan membuat semakin sulit mengontrol asma setiap harinya.

Penyebab Asma pada Malam Hari

Masalah sinus dan pilek (lendir mengalir keluar dari hidung saat tertidur)

  • Paparan pemicu asma alergi di ranjang, seperti tungau atau bulu peliharaan
  • Penundaan respon terhadap pemicu asma pada siang hari
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD)
  • Bronchospasm yang disebabkan oleh menurunnya suhu tubuh
  • Pengobatan asma sekali dalam sehari yang dikonsumsi pada pagi hari
  • Sleep apnea, yaitu periode pendek dari penghambatan napas yang disebabkan oleh penyumbatan saluran pernapasan atau sinyal otak yang tidak normal
Mencegah asama pada malam hari:
  • Mencuci Perlengkapan Tidur 1-2 Minggu Sekali
  • Gunakan Bantal Tinggi
  • Gunakan Humidifier
  • Menjauhkan Hewan Peliharaan dari Tempat Tidur
  • Memeriksa Risiko Sleep Apnea

Cara menyembuhkan asma agar tidak kambuh lagi

Perla Anda ketahui bahwa asma memang tidak bisa disembuhkan seperti yang kita bayangkan, tetapi gejalanya bisa dikendalikan. Gejala yang sering timbul adalah sulit bernapas, sesak, hingga batuk. Keluhan tersebut disebabkan oleh sensitivitas saluran napas yang tinggi (hipersensitivitas) terhadap pemicu asma. Akibatnya, apabila terpapar pemicu, maka saluran napas akan membengkak, lalu memproduksi lendir secara berlebihan. Menjaga agar asma tak kambuh lagi adalah bagian penting dari penanganan asma. Apa saja yang bisa dilakukan?

Dua hal terpenting yang dapat dilakukan oleh pengidap asma adalah mengenali pemicu asma dan menghindarinya. Dengan menghindari paparan dengan pemicu, maka tak akan muncul reaksi dari saluran pernapasan, yang akhirnya memunculkan gejala asma.

Cara mengatasi asma kambuh pada anak

Jika anak memiliki asma, penting bagi Anda untuk mengetahui poin-poin penting dari asma. Mintalah dokter untuk menuliskan penanganan asma anak dan simpan dalam ponsel agar mudah dicari. Untuk menangani serangan asma di rumah, berikut hal-hal yang dapat Anda lakukan:

  • Segera gunakan obat-obatan asma anak sesuai instruksi dokter.
  • Posisikan anak duduk, hindari berbaring untuk memudahkan pernapasannya.
  • Jangan panik dan tenangkan anak untuk memperlambat pernapasannya sehingga anak tidak kelelahan.
  • Tunggu 5–10 menit. Jika gejala menghilang, anak bisa kembali beraktivitas; sedangkan jika tidak, segera bawa anak ke layanan kesehatan terdekat.
  • Tetap gunakan obat pereda asma setiap beberapa menit sesuai petunjuk sampai bantuan datang atau anak telah ditangani tenaga medis.

Cara mengatasi asma mendadak tanpa inhaler

1. Air panas

Ini adalah salah satu pengobatan yang dapat Anda lakukan di rumah dan cukup efektif untuk meredakan asma. Menghirup udara yang kaya akan kelembapan dan hangat dapat menenangkan dan membersihkan lendir yang ada pada saluran pernapasan Anda. Anda dapat menuangkan air panas ke dalam mangkuk besar dan kemudian menghirup uapnya. Untuk kelembaban yang ekstra, gunakan handuk di atas kepala Anda dan teteskan mentol ke air panas tersebut.

2. Konsumsi minuman panas dan madu

Minuman panas dapat mengendurkan saluran udara. Untuk mengurangi gejala, tambahkan satu sendok makan madu dalam minuman Anda. Madu adalah anti-mikroba dan anti-inflamasi yang baik bagi penderita asma. Anda juga dapat mencoba teh peppermint atau mentol untuk meredakan asma.

3. Duduk tegak

Jika asma Anda kambuh, hentikan aktivitas yang sedang dilakukan, lalu duduklah dengan tegak. Jangan membungkuk apalagi berbaring saat asma Anda sedang kumat. Karena jika Anda membungkuk atau berbaring saat asma, ini akan membuah Anda semakin sulit bernapas.

4. Tarik napas panjang

Cara yang terbaik ketika asma kambuh adalah tarik napas dalam-dalam. Latihan pernapasan dapat membantu Anda untuk mengatasi penyakit tersebut. Usahakan jangan panik ketika asma Anda kambuh karena hal ini akan membuat Anda semakin sulit bernapas. Fokuslah untuk bernapas lewat hidung dan keluarkan melalui mulut Anda perlahan.

Apakah penyakit asma menular

Penyakit asma merupakan salah satu penyakit alergi yang sampai saat ini penyebabnya tidak diketahui secara pasti, namun yang jelas jika seseorang telah didiagnosis asma dengan tepat, maka penderita tidak akan menularkan penyakitnya baik melalui kontak langsung, ataupun pemakaian alat pribadi secara bersama (seperti handuk, alat makan, dll). Hanya saja penyakit asma memiliki gejala yang mirip dengan penyakit paru lainnya yang dapat menular, seperti paru-paru basah atau dikenal dengan pneumonia, dan tuberkulosis paru.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here