Penyakit yang Mudah Meyerang Manusia saat Musim Hujan

0
114
views

befren.com – Musim hujan telah tiba hal ini perlu kita waspadai selain banjir dan tanah longsor, musim hujan tentu ada beberapa penyakit yang rentan menyerang manusia. Untuk lebih jelasnya penyakit apa yang sering menyerang manusia saat musim hujan telah tiba?

1. Diare

Diare merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan peningkatan frekuensi buang air besar menjadi tiga kali atau lebih dalam sehari. Umumnya, bentuk feses lunak atau cair. Pada kasus diare saat musim hujan, kondisi ini terjadi akibat infeksi virus, bakteri, maupun parasit akibat kebersihan lingkungan yang tidak dijaga.

Selain feses encer, seseorang yang terkena diare juga dapat merasakan gejala-gejala berikut ini.

  • Demam.
  • Nyeri perut atau mulas.
  • Sakit kepala.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Mual atau muntah.
  • Nyeri otot.

2. Penyakit Tifus

Tifus disebarkan oleh bakteri Salmonella typhi yang hidup pada manusia yang keluar lewat feses dan urin. Bakteri dapat masuk ke dalam tubuh lewat makanan atau air minum yang terkontaminasi dan dengan cepat berkembang biak, serta menyebar lewat aliran darah. Selain lewat makanan dan minuman, penyakit tifus dapat terinfeksi lewat sentuhan dengan tangan penderita yang kotor.

Gejala-gejala Penyakit Tifus

Gejala penyakit ini dapat dirasakan tiba-tiba atau bertahap tergantung dari usia, kondisi kesehatan, dan sejarah vaksinasi. Beberapa tanda yang umum diderita adalah demam hingga 40°C, badan pegal dan lemah, sembelit, diare, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, dan radang tenggorokan. Jika tidak segera diobati, gejala-gejala penyakit tifus akan semakin parah seperti berat badan turun, perut membesar, ruam pada dada bagian bawah atau perut bagian atas, hingga menyebabkan kematian.

3. Demam dengue

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) fluktuatif, namun saat musim hujan, kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat. Pada musim hujan populasi Aedes aegypti akan meningkat karena telur yang belum menetas akan menetas ketika habitat perkembangbiakannya mulai tergenang air hujan. Kondisi tersebut akan meningkatkan populasi nyamuk sehingga dapat menyebabkan peningkatan penularan penyakit Demam Berdarah Dengue. Kelangsungan hidup nyamuk Aedes aegypti akan lebih lama bila tingkat kelembaban tinggi selama musim hujan sehingga masyarakat harus lebih waspada pada saat memasuki musim hujan.

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Virus Dengue ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes Spp.

Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) ditandai dengan demam mendadak, sakit kepala, nyeri belakang bola mata, mual dan manifestasi perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah serta adanya kemerahan di bagian permukaan tubuh pada penderita. Pada umumnya penderita Demam Berdarah Dengue akan mengalami fase demam selama 2-7 hari, fase pertama penderita akan merasakan demam yang cukup tinggi 400C pada hari ke 1- 3; kemudian pada fase kedua penderita mengalami fase kritis pada hari ke 4-5. Fase ini penderita akan mengalami turunnya demam hingga 370C dan penderita akan merasa dapat melakukan aktivitas kembali (merasa sembuh kembali). Pada fase kedua ini jika tidak mendapatkan pengobatan yang adekuat dapat terjadi keadaan fatal, akan terjadi penurunan trombosit secara drastis akibat pemecahan pembuluh darah (pendarahan). Di fase yang ketiga akan terjadi pada hari ke 6-7, penderita akan merasakan demam kembali. Fase ini dinamakan fase pemulihan. Di fase inilah trombosit akan perlahan naik kembali normal kembali.

4. Leptospirosis

Salah satu jenis penyakit yang sering muncul saat musim hujan dan banjir dan perlu diwaspadai adalah penyakit Leptospirosis. Leptospirosis adalah penyakit infeksi oleh bakteri berwujud spiral. Bakteri ini disebut leptospira interrogans. Secara umum, masyarakat lebih mengenalnya dengan penyakit kucing tikus.

Penyakit ini dapat mengenai manusia saat menyentuh tanah basah, air dan tanaman yang telah terkontaminasi oleh unire hewan yang telah terinfeksi. Beberapa hewan yang sering menularkan penyakit ini selain tikus adalah anjing, sapi, babi, reptilia, amfibia dan jenis hewan pengerat lainnya. Pekerja di area hewan serta produk limbah lebih rentan terkena penyakit ini.

Masyarakat umum lebih mengenalnya sebagai penyakit kencing tikus. Ketika menyentuh air, tanah basah, atau tanaman yang terkontaminasi oleh urine binatang yang terinfeksi maka penyakit ini juga rentan mengenai. Beberapa hewan yang sering menularkain penyakit ini selian tikus yakni sapi, anjing, babi, kelompok reptil, kelompok amfibi, serta hewan pengerat lainnya.

Gejala yang timbul jika terinfeksi penyakit ini adalah:

  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Menggigil
  • Mata merah
  • Sakit perut
  • Otot betis sakit
Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here