Mengapa Wanita Sulit Menurunkan Berat Badan?

0
158
views

befren.com – Sudah melakukan diet ketat atau ganti pola diet berkali-kali tapi berat badan masih susah turun. Orang-orang tidak selalu kelebihan berat badan karena terlalu makan manis dan kurang olahraga. Terkadang alasannya tersembunyi di dalam tubuh kita. Ada beberapa masalah kesehatan yang bisa menjadi penyebab beratmu sulit turun. Belum lagi pengalaman angka timbangan sangat cepat kembali atau melebihi angka awal setelah memutuskan berhenti mengatur pola makan.

Benarkah wanita memang sulit menurunkan berat badan?

Siklus haid

Ketika kelebihan berat badan terjadi bersamaan dengan menstruasi tidak teratur dan migrain, seseorang mungkin menderita polycystosis. Dalam hal ini, tubuh bagian atas menggemuk. Selain itu, rambut yang tidak diinginkan mulai tumbuh, masalah kulit muncul, dan suara semakin dalam.

Alasannya adalah kurangnya hormon seks. Sel telur tidak berkembang dengan baik dan tetap melekat pada indung telur. Satu dari setiap 5 wanita menderita penyakit yang tidak menyenangkan ini. Namun tenang saja dan jangan khawatir, penyakit ini bisa disembuhkan.

Kalau kamu mengalami gejala tunggal yang dijelaskan dalam artikel ini, tidak menunjukkan kalau kamu menderita penyakit serius. Tetapi kalau kamu menemukan beberapa gejala sekaligus, kamu harus mulai mengambil tindakan dan menemui dokter.

Perbedaan pola metabolisme pada wanita

Salah satu kenyataan yang harus diterima wanita adalah metabolismenya yang memang lebih rendah dan lapisan lemak yang lebih tebal dibandingkan pria. Metabolisme rendah berarti wanita hanya butuh sedikit energi untuk tubuhnya bekerja.

Sementara itu, kelebihan energi yang masuk melalui makanan akan dengan mudah disimpan di lapisan lemak. Pada dasarnya, lapisan lemak wanita memang lebih tebal dibandingkan pria. Inilah fakta pertama yang menjadi jawaban mengapa wanita lebih susah turun berat badan dibandingkan pria.

Proses kehamilan

Di samping pola metabolisme yang membuat lemak lebih banyak menumpuk, wanita juga harus menanggung “beban” lemak saat dirinya mengandung sang buah hati. Bayangkan saja, rata-rata wanita akan mengalami penambahan berat badan 10-20kg saat proses kehamilan.

Setelah melahirkan pun, berat badan tidak serta merta dapat langsung kembali ke angka normal. Diet yang dilakukan setelah melahirkan pun tidak boleh dilakukan dengan ketat. Bukan tanpa alasan, proses menyusui mengharuskan seorang wanita tetap menjaga variasi asupan gizi dan kecukupan jumlahnya untuk sang buah hati.

Bagaimana dengan wanita yang belum pernah hamil, tapi juga mengalami kesulitan menurunkan berat badan? Bisa jadi, salah satu penyebabnya adalah siklus haid.

Menopause

Tidak berhenti saat haid dan hamil saja, saat memasuki menopause pun seorang wanita tetap terancam dengan timbunan lemak ekstra di tubuhnya. Perubahan hormon saat menopause membuat metabolisme seorang wanita jauh melambat dan lebih mudah menyimpan lemak, terutama lemak di perut.

Timbunan lemak di perut ini bahkan punya istilah sendiri, yakni “meno-pot”, potbelly yang terbentuk akibat tumpukan lemak setelah menopause.

Stres dan depresi

Stres kronis menyebabkan produksi kortisol dan adrenalin konstan. Dalam hal ini, kortisol mengubah energi tubuhmu menjadi lemak dan menyimpannya. Apakah kamu mengalami kelelahan, atau bahkan insomnia? Kamu mungkin mendekati depresi dan bukan hanya sedang berada dalam suasana hati yang buruk, itu adalah penyakit serius yang hanya bisa ditangani oleh seorang ahli.

Ternyata banyak alasan, baik fisik maupun psikologis, yang mendasari sulitnya seorang wanita turunkan berat badan. Selain itu, usahakan untuk berolahraga secara teratur minimal 30 menit setiap hari dan istirahat cukup, menjaga pola makan teratur. Dengan usaha yang optimal, berat badan dan tubuh yang sehat akan dapat dipertahankan.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here