Mengapa Anak Lambat Membaca? Ini Cara Mengatasinya

0
141
views

befren.com – Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan mereka masing-masing. Tapi, mau tak mau Bunda merasa panik ketika si kecil menunjukkan gejala sulit membaca dan menulis, bahkan ketika ia sudah duduk di bangku Sekolah Dasar.

Faktanya, kesulitan membaca adalah hal yang umum dialami oleh anak. Studi “Most Littered Nation In The World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016 lalu menyatakan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara terkait minat membaca.

Mengenai kabar baiknya, 95% dari anak yang mengalami kesulitan membaca ternyata mampu mengatasinya dengan penanganan yang tepat sedini mungkin. Jadi, bila Si Kecil cenderung lambat membaca, langkah pertama adalah hadapi dengan tenang dan kepala dingin.

Membaca merupakan salah satu upaya untuk melatih kecerdasan linguistik atau kecerdasan bahasa Si Kecil. Kecerdasan bahasa adalah kecerdasan yang menekankan kemampuan menggunakan kata-kata dan bahasa dalam kegiatan berbicara, membaca dan menulis.

Jika anak sulit membaca tidak mendapatkan penanganan secepatnya, bukan tidak mungkin mereka tetap tidak akan dapat membaca maupun menulis hingga dewasa.

Kesalahan mengeja, menuliskan huruf atau tidak mamapu membaca dengan cepat mengakibatkan mereka merasa kecewa dengan dirinya sendiri, minder dan akhirnya menarik diri dari pergaulan.

Tahapan membaca pada Si Kecil

Wajib bunda ketahui tahapan membaca pada Si Kecil. Di usia 3 tahun, anak umumnya sudah mampu menyebutkan alfabet meskipun tidak lengkap dari A sampai Z. Setahun kemudian, ia mampu mengenali huruf yang menyusun namanya, mengetahui cara membaca dari kiri ke kanan, dan mulai membaca satu suku kata.

Setelah menginjak usia 5 tahun, kemampuan membaca anak mulai berkembang, yaitu ia sudah dapat membaca dua hingga tiga suku kata dan mulai dapat membaca kalimat sederhana. Di usia 7 tahun, umumnya anak sudah dapat membaca buku cerita dan menceritakannya kembali.

Penyebab ank terlambat membaca

Anak yang lambat membaca sebenarnya tidak selalu mengalami kesulitan membaca. Bisa saja, ia hanya kekurangan stimulasi. Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat membuat Si Kecil rentan mengalami masalah membaca. Misalnya kesulitan dalam mengidentifikasi pengucapan sebuah huruf, kesulitan membedakan huruf, sulit mempelajari kosakata baru, dan adanya riwayat keterlambatan bicara atau gangguan belajar seperti disleksia pada keluarga.

Cara mengasah kemampuan membaca Si Kecil

Sebenarnya, kecerdasan linguistik termasuk kemampuan membaca, sudah dapat distimulasi sejak bayi dengan mulai mengajak bayi bicara, bernyanyi, dan membacakan buku dengan suara nyaring (read aloud).

Hal-hal tersebut di kemudian hari akan membuat Si Kecil tertarik pada buku, gambar, simbol, dan huruf. Selain itu, untuk anak yang lebih besar, beberapa hal berikut dapat Bunda lakukan di rumah untuk mengasah kemampuan Si Kecil dalam membaca, berikut beberapa contoh yang bisa bunda terapkan pada Si Kecil.

Bantuan gambar

Untuk beberapa anak, mengingat kata akan lebih mudah jika mereka menghubungkannya dengan suatu gambar. Berikut salah satu cara untuk menyiasatinya:

Tuliskan kata yang ingin dilatih pada kedua sisi kertas, misalnya kata “dua”. Pada satu sisi, Anda bersama si kecil bisa menggambar langsung pada kata tersebut (misalnya, menambahan dua buah mata di atas huruf U untuk menggambar wajah tersenyum; atau menggambar angsa yang melambangkan bentuk angka “2”). Menggunakan kata berilustrasi ini, latih si kecil untuk mengasosiasikan kata tersebut dengan gambar dan huruf-huruf pembentuknya — dua pasang mata untuk mewakili kata “dua”. Ketika anak Anda mulai lancar untuk membaca dengan cepat dan lebih mudah, alihkan latihan ke sisi lainnya dimana hanya ada teks kata “dua”.

Beri contoh yang baik

Banyak orang tua mendorong anak untuk membaca, tetapi gagal untuk menjadi teladan bagi anaknya. Sebelum mengajari Si Kecil membaca, Bunda juga harus membiasakan diri senang membaca.

Bacalah buku setiap hari secara rutin dan biarkan Si Kecil melihat bahwa membaca lebih menarik daripada menonton televisi atau bermain game.

Pilih buku yang diminati Si Kecil

Saat mengajari anak membaca, pilihlah buku yang sesuai dengan minat baca Si Kecil. Anak laki-laki biasanya lebih menyukai buku dengan tema transportasi atau dinosaurus. Sementara anak perempuan lebih menyukai buku tentang hewan peliharaan, boneka, atau cerita putri.

Akan lebih baik lagi bila Bunda membeli buku bacaan bersama Si Kecil. Biarkan ia memilih buku yang akan dibacanya.

Lakukan aktivitas yang mengharuskan anak membaca

Selain dengan buku, Bunda dapat menggunakan hal lain untuk meningkatkan kemampuan anak dalam membaca. Misalnya, Bunda dapat mengajak Si Kecil memasak bersama lalu minta ia untuk membacakan daftar bahan dan langkah pembuatan masakan yang tertera di resep.

Selain resep, Bunda juga bisa membaca peta saat melakukan perjalanan atau membaca buku panduan saat merakit robot mainannya.

Membaca dan mendengarkan

Dalam kegiatan ini, Bunda dan Si Kecil akan terlibat bersama-sama dalam membaca. Bunda bisa membacakan cerita padanya sambil ia juga memperhatikan kalimat-kalimat dalam buku tersebut. Mereka bisa berinterasi dengan teks, menggarisbawahi kosakata penting atau membulatkan kosakata yang panjang atau pendek.

Selama membaca bersama, bunda juga bisa menulis ulang atau menggambar visualisasi yang bisa ia hubungkan dengan kata tersebut untuk mencocokkan kalimat.

Buat jadwal membaca bersama Si Kecil

Jadwalkan secara rutin waktu membaca bersama, baik hanya berdua dengan Si Kecil atau bersama-sama dengan keluarga. Kebiasaan ini dapat mendorong anak untuk belajar membaca nyaring dan menyimak cerita dengan baik.

Baca, Susun, tulis

Dengan selembar kertas karton, buat tiga kolom: Baca, Susun, dan Tulis. Kemudian, sediakan spidol dan balok huruf warna-warni.

Tuliskan kosakata yang ingin Bunda latih di kolom Baca dan minta Si Kecil  untuk melihat huruf-huruf pembentuk kata tersebut. Kemudian, Si kecil akan menyusun kata tersebut di kolom Susun menggunakan balok huruf. Terakhir, minta ia untuk coba menuliskan kata tersebut di kolom Tulis sambil membacakannya dengan lantang.

Membaca adalah komponen esensial dalam perkembangan dan pendidikan seorang anak. Namun, Bunda perlu ingat bahwa setiap anak berbeda. Bila Si Kecil terlambat membaca, sikapi dengan positif dan bantu untuk melewati kesulitannya. Buatlah suasana yang nyaman dan menyenangkan agar ia mau terus belajar membaca. Dengan demikian, Si Kecil akan menganggap membaca sebagai momen yang mengasyikkan, dan ia tumbuh menjadi anak yang senang membaca.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here