Leptospirosis Menyerang Saat Musim Hujan Datang, dan Begini Cara Mengatasinya

0
84
views

befren.com – Mungkin sebagian dari kita seringkali kesal dengan datangnya hujan, apalagi pengendara sepeda motor. Hujan kerap menjadi kendala untuk bepergian. Selain itu hujan juga kerap menimbulkan kemacetan parah, karena banjir dan genangan air yang meluas. Belum lagi asumsi negatif dibenak banyak orang tentang berbagai penyakit ditimbulkan bila berhujan-hujanan.

Memang hujan membuat suasana menjadi sejuk, akan tetapi harus jaga kebersihan, saat ini yang mungkin belum disadari masyarakat adalah  serangan leptospirosis alias kencing tikus.

Beberapa penyakit langganan yang kerap menyapa saat musim hujan di antaranya adalah diare, demam tifoid, dan demam berdarah dengue (DBD). Ketiganya mungkin sudah Anda ketahui. Namun, apakah Anda tahu bahwa Anda juga harus mewaspadai penyakit leptospirosis kala musim hujan?

Faktanya, leptospirosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia, terutama pada musim hujan. Penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat akan penyakit ini.

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira. Penularannya adalah lewat hewan pengerat seperti tikus hingga anjing. Umumnya, leptospirosis banyak menjangkiti daerah yang rawan banjir. Ini karena bakteri leptospira dapat menyerang manusia lewat paparan air dan tanah yang sudah terkontaminasi dengan urine dari hewan yang terinfeksi atau bisa juga melalui gigitan.

Saat seseorang terinfeksi bakteri leptospira, umumnya tidak akan memberikan gejala secara langsung. Biasanya, gejala akan muncul setelah melewati masa inkubasi, yaitu setelah 10 hari. Gejala awal yang muncul pun kerap diasalahartikan karena mirip dengan gejala demam tifoid ataupun DBD. Inilah kenapa dibutuhkan wawancara medis, pemeriksaan fisik yang lebih detail, dan jika perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosis.

Gejala-gejala umum dari leptospirosis adalah penyakit yang seringkali terjadi dalam 2 fase.

Fase pertama

Fase pertama, yang biasanya berlangsung selama 5 sampai 7 hari, dimulai secara mendadak dengan gejala yang meliputi:

  • demam tinggi
  • muntah
  • diare
  • mata merah
  • nyeri otot (terutama otot paha dan betis)
  • ruam
  • panas-dingin
  • sakit kepala

Fase kedua

Fase kedua dari penyakit (fase imun) dapat terjadi 1 sampai 2 minggu kemudian, dengan gejala antara lain:

  • demam kuning (menguning di kulit dan mata)
  • gagal ginjal
  • detak jantung tak teratur
  • masalah paru-paru
  • meningitis (peradangan selaput otak)
  • mata merah

Kemungkinan ada beberapa tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Gejala-gejala di atas merupakan gejala dari infeksi leptospirosis yang harus secepatnya dideteksi dan ditangani. Apabila tidak ditangani dengan baik, infeksi bakteri leptospira dapat menyebar ke seluruh tubuh, bahkan bisa menyebabkan penderitanya kehilangan nyawa.

Pengobatan leptospirosis relatif mudah karena menggunakan antibiotik dan obat-obatan simptomatik lainnya. Pemberian antibiotik akan mendorong tingkat kesembuhan yang tinggi apabila diberikan secara cepat dan tepat kepada penderita.

Apabila leptospirosis mengarah menjadi berat, umumnya penderita akan dirawat di rumah sakit dan diobservasi ketat. Tak jarang, kasus ini memerlukan cuci darah untuk sementara waktu karena adanya gagal ginjal akut akibat infeksi, atau pemasangan alat bantu napas seperti ventilator.

Cara mencegah penyakit leptospirosis

Karena adanya ancaman penyakit leptospirosis, tapi bukan berarti Anda harus ketakutan saat musim hujan. Lakukan beberapa langkah di bawah ini untuk mencegah infeksi leptospirosis di lingkungan sekitar.

  • Membersihkan daerah sekitar rumah. Misalnya rutin membersihkan selokan atau bak di sekitar rumah.
  • Hindari adanya kolong atau tumpukan barang di sekitar rumah. Ini penting agar tempat tersebut tidak menjadi sarang tikus.
  • Saat Anda membersihkan rumah dan lingkungan sekitar, jangan lupa untuk menggunakan pelindung diri seperti sarung tangan dan sepatu bot.
  • Jika ada bagian tubuh yang terluka, segera obati dan rawat luka dengan baik. Ini karena infeksi bakteri leptospira dapat masuk melalui luka tersebut.
  • Jaga kebersihan diri dan keluarga dengan membiasakan mencuci tangan dan kaki dengan sabun dan air mengalir setelah berpergian dari luar rumah.
  • Konsumsi air dan makanan yang sudah terjamin kebersihannya.
  • Jangan lupa vaksinasi hewan peliharaan Anda. Ya, selain tikus, hewan peliharaan juga bisa menyebarkan infeksi leptospira.

Mencegah memang lebih baik daripada mengobati, terutama pada musim hujan potensi banjir agar terhindar dari leptospirosis dan penyakit lainnya. Lakukan langkah-langkah pencegahan di atas dan jaga selalu kesehatan tubuh Anda dan keluarga dengan menu sehat dan bergizi seimbang, rutin berolahraga, istirahat cukup, serta memastikan kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here